My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)

My Cold CEO (Cinta Seluas TataSurya)
Para Calon Besan


__ADS_3

"Hai kak, apa kabar?" Tata menyapa tamunya yang baru saja tiba di cafe.


"Hai ibu hamil, kabar baik" Ananda mengelus perut Tata.


"Bagaimana kabarmu Tata?" Maya bertanya dengan lembut.


"Baik bu, semuanya sehat" Tata tersenyum.


"Syukurlah kalau begitu" Maya tersenyum senang.


"Wah sudah semakin besar saja ya perutnya" Ayu menatap perut buncit Tata dengan wajah senang.


"Iya kak, tinggal menunggu waktunya saja" Tata merasa tidak sabar.


"Oya, ayo silahkan duduk" Tata sudah menyiapkan tempat khusus bagi mereka.


"Ta, kau sedang ada tamu juga?" Ananda menatap ke arah Dini.


"Oh itu sahabat baikku kak, dia semalam menginap di rumah sama suaminya, kami memang sering bersama-sama" Tata menjelaskan.


"Ohhh, kalau begitu disuruh gabung saja sama kita, pasti makin seru deh" Ayu memberi usul dan disetujui oleh Ananda dan juga Maya yang langsung mengangguk.


"Kalau begitu sebentar ya kak, aku panggil dulu" Tata kemudian menghampiri Dini.


"Dini, kau diajak sama mereka untuk bergabung, yuk" Tata meraih tangan Dini.

__ADS_1


"Hah, yang benar saja? mereka kan nyonya besar semua, masa iya sih mengajak aku bergabung?" Dini tidak percaya dengan sikap ramah ketiga nyonya kaya itu.


"Kan sudah aku bilang kalau mereka itu sangat ramah, jadi kau tidak perlu khawatir" Tata kemudian menarik Dini agar berdiri.


"Kak, ini sahabatku Dini" Tata memperkenalkan Dini kepada ketiga wanita itu.


"Hai Dini, perkenalkan aku Ananda, ini Ayu dan ini bu Maya" Ananda menyapa dengan sangat ramah.


"Halo nyonya" Dini menyapa semuanya dengan canggung.


"Ishhhh jangan panggil kami nyonya" Ayu menolak panggilan nyonya.


"Benar, kau bisa memanggil kami seperti Tata memanggil kami" Ananda berkata.


"Ayo silahkan duduk" Ananda memberikan tempat bagi Dini.


"Terima kasih" Dini masih canggung.


"Kau sedang hamil juga ya?" Ayu melihat perut Dini yang sudah mulai sedikit buncit.


"Iya, sudah hampir empat bulan" Dini mengangguk.


"Wah seru sekali, kalian hamil dalam waktu yang hampir bersamaan, sama seperti aku dan kak Nanda dulu" Ayu mengenang masa dimana ia mengandung sikembar dan Ananda mengandung Sera.


"Iya benar, pasti seru karena kalian bisa saling dukung dalam menjalani masa-masa yang mungkin lebih sulit dibandingkan saat tidak hamil" Ananda mendukung perkataan Ayu.

__ADS_1


"Kakak berdua benar, selama ini memang kami jadi bisa saling berbagi cerita, bahkan semalam saja kami seperti tidak ada habisnya membahas seputar kehamilan ini, iya kan Dini?" Tata antusias.


"Iya benar" Dini merasa mulai nyaman mengobrol dengan ketiga wanita anggun itu.


"Wahhhh seru sekali, jadi tidak sabar deh melihat bayi kalian lahir" Ananda sangat gemas membayangkan bisa menggendong bayi mungil lagi.


"Benar, apalagi kalau bayinya perempuan, wahhh pasti rasanya luar biasa karena bisa memilihkan baju yang lucu-lucu" Ayu ikutan gemas.


"Oya, ngomong-ngomong calon menantuku ini kapan perkiraan lahirnya?" tanya Ananda yang sejak awal bertemu dengan Tata sudah mengklaim bahwa bayi itu akan jadi menantunya kelak.


"Kalau tidak meleset kemungkinan satu atau dua minggu dari sekarang kak" Tata menjawab.


"Kalau bayi Tata menjadi calon menantumu, maka bayi Dini aku nobatkan jadi calon menantuku deh hehehehe" Ayu terkekeh.


"Kalau kalian berdua mengklaim mereka berdua, lalu aku bagaimana?" Maya iri.


"Ck, ibu Maya itu kan tinggal pilih saja antara Gaby, Sera atau Rachel untuk Gamal dan juga Gide hehehehe" Ayu berseloroh asal.


"Masa aku meminang calon mantu dari gadis yang sudah aku anggap anak sendiri sih? bahkan aku sudah tau daleman mereka semua sejak bayi!" Maya geleng-geleng.


"Bukannya itu lebih baik? jadi kau tidak perlu beradaptasi lagi dengan watak para menantumu, karena kau sendiri yang membesarkan mereka hehehehe" Ananda ikut-ikutan berseloroh.


"Kalau semua ucapan kita kejadian, pasti dunia ini terasa sangat sempit ya heheheh" Tata membayangkan kalau mereka semua benar-benar menjadi calon besan di masa depan.


Siang itu mereka pun mengobrol panjang lebar dengan sangat seru. Dini yang baru bergabung pun dengan mudahnya beradaptasi dengan ketiga teman barunya. Ia tidak menyangka kalau para nyonya besar yang kaya raya seperti Ananda, Ayu dan Maya bisa bersikap sangat ramah, bahkan sangat bersahabat.

__ADS_1


__ADS_2