My Destiny Love

My Destiny Love
10. Aku akan menikahimu


__ADS_3

Merasa ada gerakan, Vika akhirnya tersadar dari tidurnya, matanya perlahan terbuka dan langsung disuguhkan pemandangan wajah tampan dari seorang pria. Vika sempat mengerjap mengira itu mimpi namun, sedetik kemudian dirinya langsung tersadar akan kejadian semalam. Vika dengan segera bergerak menjauh dari Marcel.Namun, gerakannya bukanlah pilihan yang baik, dia kesakitan


"Aakkhh" ringisnya saat rasa sakit menyerang s******angannya ketika dirinya bergerak, pinggangnya serasa ingin putus. Tubuhnya juga sama, sakit dan pegal di semua bagian, rasa sakit seperti tubuhnya baru saja dilindas mobil. Vika hampir menangis dengan rasa sakit itu.


Melihat ringisan kesakitan dari Vika, Marcel berinisiatif mendekati gadis itu walau tampak sekali kalau Vika ingin menjauh darinya


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Marcel pelan dengan wajah datar, dia memang tidak memiliki ekspresi lain selain datar dan dingin


Vika membuang mukanya dengan menunduk, rasa malu menyelimuti dirinya saat bertatapan dengan Marcel. Vika teringat dengan keagresifan dirinya semalam dan Vika bahkan tidak dapat mengontrol tubuhnya semalam


Dirinya bagaikan wanita malam yang haus akan sentuhan seorang pria semalam. Vika meremas sprei dengan kuat sembari menangis, dirinya telah hancur. Karena sekuat apapun seorang wanita, dia akan tetap terlihat rapuh pada waktu tertentu


Marcel yang tidak tahu harus berbuat apa saat melihat Vika menangis,menjadi bingung


'Bagaimana menenangkan wanita ini'. Akhirnya Marcel mengambil inisiatif memeluk wanita itu, karena itulah yang biasa dilakukannya pada mantan kekasihnya, Silvina dulu saat sang kekasih lagi bersedih.


Vika tidak menolaknya, dia malah semakin terisak di dada bidang Marcel yang mengelus pelan rambutnya.


πŸ€πŸ€πŸ€


Billy sampai di apartemen Marcel, dia sudah hampir 4 jam mencari pria itu yang tidak ada kabarnya sejak pagi tadi. Billy membuka pelan pintu apartemen Marcel dengan kode yang diketahuinya, tidak ada rahasia para sahabatnya yang tidak diketahuinya, dia bahkan tahu kode sandi ponsel para sahabatnya


Pintu itu terbuka, kode yang dihack oleh Markus sudah kadaluarsa. Billy mendesah kesal saat memikirkan tingkah para sahabatnya. Dia mulai memasuki apartemen Marcel lebih dalam lagi dan cukup dibuat terkejut melihat keadaan apartemen Marcel yang berantakan.


Pakaian yang berserakan diruang tamu dan juga pecahan beling gelas di pojok ruangan"Apa yang terjadi?" batin Billy saat melihat ada pakaian wanita berserakan. Billy melangkah lagi menuju kamar Marcel dan pria itu hanya dapat melongo melihat sahabatnya memeluk seorang wanita diatas ranjang dengan dada terbuka, apalagi sisa pakaian yang juga berserakan di kamar itu

__ADS_1


Marcel juga sama terkejutnya saat melihat Billy memasuki kamarnya, begitu pula dengan Vika yang semakin membenamkan wajahnya di dada Marcel menahan malu. Andai dia bisa bergerak, dia akan melompat pergi dari atas ranjang ini sekarang, tangannya juga memegang erat selimut yang menutupi tubuh polosnya


"Billy" seru Marcel terkejut sedangkan Billy masih membulatkan matanya melihat perbuatan sahabatnya itu.Dia benar-benar sangat terkejut, tidak dapat dipercayainya kalau sahabat yang dikenalnya selama ini dingin terhadap kaum wanita mampu melakukan ini semua pada seorang wanita


"Kita perlu bicara Marcel?" kata Billy memandang pada Marcel sekali lagi dan berbalik hendak keluar


"Setelah kamu menyelesaikan ini semua" ujarnya lagi sambil melangkah keluar dari kamar itu


πŸ€πŸ€πŸ€


"Apa yang kamu lakukan? Siapa wanita itu?" tanya Billy langsung begitu Marcel keluar dari kamarnya. Penampilan Marcel jelas tidak baik, ada beberapa bercak merah ditubuh pria itu sama persis dengan apa yang dilihatnya pada leher wanita yang dipeluk Marcel tadi. Billy mendekati Marcel dan menyentuh pundak pria itu


"Bekas cakaran" batinnya saat melihat ada beberapa bekas kuku dipundak Marcel. Pasti bekas cakaran wanita itu


"Kamu meniduri wanita?" tanya Billy lagi, Marcel mendesah frustasi dan mulai menjelaskan segala kejadiannya pada Billy


"Dan wanita itu masih bernafas sekarang! Menakjubkan. Dia pasti sudah sering melayani pria hidung belang"


"Dia perawan" timpal Marcel cepat hanya berselang detik dari ujaran Billy. Billy tersentak mundur


"Pe-perawan katamu?" tanyanya tidak percaya. Jadi, ini ceritanya sahabatnya memperkosa wanita itu walau faktanya itu semua jebakan. Marcel mengangguk


"Wow, kau pasti sangat puas" kata Billy lagi masih memandang Marcel takjub. Dirinya yang seorang playboy saja belum pernah tidur dengan seorang wanita apalagi seorang perawan. Marcel mengunggulinya dalam hal ini


"Ah sudahlah, sebenarnya aku kemari ingin mengajakmu untuk menemui Mike. Sahabat kita itu melakukan kesalahan besar. Dia memperkosa Elina, gadis yang tempo hari kita tolong tapi sampai disini, aku malah menemukan hal yang lebih menakjubkan" lanjutnya lagi. Marcel memutar bola matanya malas

__ADS_1


Mike memang sahabatnya dan dia tulus menyayangi pria itu tapi untuk saat ini dia tidak ingin mencampuri urusan sahabatnya itu karena dirinya pun sedang bermasalah sekarang. Dia kurang dekat dengan Mike, Marcel lebih dekat dengan Eric dan Billy lebih dekat dengan Mike walau faktanya mereka berempat saling melengkapi satu sama lain


"Kenapa kau tidak mengajak Eric saja?"


"Dia sibuk cari uang" jawab Billy cepat dan tersenyum malas


"Aku juga sibuk saat ini.Jadi, nanti saja ya" kata Marcel berbalik kembali memasuki kamarnya meninggalkan Billy yang melongo kesal melihat kelakuan sahabatnya yang satu itu. Akhirnya Billy memilih pergi membiarkan Marcel menyelesaikan masalahnya dengan si wanita


Di apartemen atas, Markus mengeram marah saat melihat rekaman kamera tersembunyinya di apartemen Marcel. Dia dapat melihat saat Marcel mendekati Vika, melempar gelas ditangan gadis itu dan menciumnya, melepas pakaian Vika namun, tiba-tiba kamera itu tertutupi sesuatu.


Marcel melempar selembar pakaian keatas kamera kecil tersembunyi itu tanpa sengaja dan Markus tidak dapat melihat lagi apa yang selanjutnya dilakukan Marcel pada Vika. Markus bahkan tidak dapat memantau Marcel seharian ini saat Vina ngotot mengajaknya keluar pagi-pagi dan dia benci itu. Kalau saja Silvina tidak ada gunanya bagi Markus, sudah pasti wanita itu akan ditendangnya


πŸ€πŸ€πŸ€


Marcel memandang Vika yang masih menunduk diatas ranjang. Perlahan dia kembali mendekati wanita itu


"Maaf" ujar Marcel singkat penuh penyesalan. Vika mendongak menatap wajah tampan pria itu. Marcel sudah memakai pakaian lengkapnya kembali


"Itu semua terjadi karena jebakan dan kamu masuk ke tempat yang salah" jelas Marcel membalas tatapan Vika, wanita itu langsung menunduk kembali


"Iya, tidak apa-apa. Aku juga salah" cicitnya dengan berat walau tidak mengerti, jebakan apa yang dimaksud Marcel.Tidak apa-apa apanya? Dia baru saja kehilangan hal paling berharga dari seorang wanita. Marcel memejamkan matanya


"Aku akan bertanggung jawab, aku akan menikahimu" putus Marcel akhirnya membuat Vika kembali mendongak cepat menatap Marcel


"Tidak" jawab gadis itu cepat. Vika tidak dapat menikah dengan pria lain selain Markus, dia terikat sumpah

__ADS_1



Kritik dan saran diharapkanπŸ™πŸ™


__ADS_2