My Destiny Love

My Destiny Love
18. Dimana kuncinya?


__ADS_3

Marcel memeluk mesra sang istri, tidak peduli dengan pandangan iri ataupun pandangan norak dari para pengunjung. Dia rajanya hari ini dan dirinya bebas melakukan apapun saat ini


Sedangkan Vika yang dipeluk Marcel hanya mampu menelan ludahnya saat wajahnya berada sangat dekat dengan wajah Marcel dan tangan pria itu yang berada dipinggangnya, memeluknya dengan posesif, otomatis Vika tercekat dan membeku. Sedangkan Marcel tersenyum dan mengecup lembut pipi istrinya


"Berhenti berekspresi seperti itu, kalau tidak aku akan mencium bibirmu dihadapan para tamu" bisik Marcel lagi dengan lembut. Vika yang tersadar langsung menjauhkan wajahnya


"A-apa y-yang kau ka-katakan?" ucapnya sedikit gugup dengan wajah merah merona. Marcel mengulum senyum


"Jangan terlalu tegang, kasihan bayinya" lanjut Marcel masih berbisik pelan sembari mengusap perut rata istrinya dengan lembut. Markus dan Vina yang melihat keromantisan itu menjadi kesal sendiri, sedangkan yang paling bahagia disana adalah pak Trisna karena akhirnya keinginannya jadi kenyataan


"Tidak kusangka, akhirnya pria dingin itu berlabuh juga, padahal dia itu sangat benci pada wanita sekarang ini" ujar Billy sembari menatap bangga pada sahabatnya diatas altar. Eric mengangguk mengiyakan sedangkan Mike, hanya berdiri diam dengan pandangan terfokus pada arah Marcel dan Vika, pikirannya sedang bermain tapi dalam dimensi yang berbeda


"Tapi, bagaimana Marcel bisa kenal dengan wanita itu?" tanya Eric sedikit heran. Billy tersenyum tanpa memberi jawaban apapun, dirinya jelas-jelas mengetahui apa yang terjadi dengan Marcel dan Vika


"Entahlah, kenapa tidak kau tanyakan sendiri pada Marcel dan juga kau harus tahu, wanitamu itu sepupu dari istri Marcel"


"Apa!" Eric cukup terkejut dengan pernyataan itu, pantas saja dia melihat Lisa dekat dengan istri Marcel


"Kau juga harus segera bertanggung jawab! Belajar dari Marcel yang berani bertanggung jawab setelah berbuat, jangan ambil sikapnya Mike, dia sudah tidak tertolong. Bahkan, dia tidak hadir di pertemuan kita beberapa hari yang lalu" Billy menggelengkan kepalanya tanda sangat menyayangkan sikap Mike, sedangkan Eric mendesah malas dengan ujaran Billy


Beberapa hari yang lalu...


Tiga pria tampan itu duduk melingkari sebuah meja di sebuah restoran ternama


"Aku akan menikah minggu ini" ujar Marcel membuat dua temannya menyemburkan minuman yang sedang diminumnya


"Apa! Menikah? Kenapa bisa mendadak seperti itu?" tanya Eric, Billy hanya diam mendengarkan. Dia sudah tahu siapa yang akan dinikahi Marcel


"Sebenarnya bukan mendadak sih, hanya saja, saat inilah waktu yang tepat untukku menikah" kata Marcel

__ADS_1


" Lalu siapa gadis yang akan kau nikahi?" tanya Billy bermaksud untuk meyakinkan kalau yang akan dinikahi Marcel adalah gadis yang dulu ditiduri oleh Marcel


"Kau akan segera tahu. Karena itulah kalian datanglah ke acara pernikahanku, sekalian aja juga Mike. Berani sekali pria itu tidak datang di perkumpulan kita kali ini" ujar Marcel. Eric hanya menghembuskan nafas bingung sedangkan Billy mengangkat bahu acuh


Mereka tidak dapat melakukan apapun jika sudah menyangkut soal Mike karena pria itu juga sedang terlilit banyak masalah akibat perbuatannya sendiri


"Akan kucoba mengajak pria sok keren itu walau mungkin akan sulit, dia membuat banyak masalah akhir-akhir ini dan kalian sendiri sudah tahu kan masalahnya?" jelas Billy menatap pada keduanya. Eric dan Marcel hanya mengangguk mengiyakan


"Kenapa dia bisa senekat itu. Memperkosa! Dia benar-benar sudah gila" ujar Marcel


"Iya, itu semua dilakukannya hanya karena wanita pelacur itu. Kenapa Mike harus bertemu dengan wanita seperti Imelda. Menyedihkan" lanjut Billy


"Sudahlah! Jangan terus-terusan membicarakan Mike. Kami akan hadir di pernikahanmu Marcel" Eric menengahi dengan wajah malaikatnya dan berdiri hendak pergi


" Mau kemana kamu?" tanya Billy


Semua yang terjadi pada para sahabatnya dia tahu dan akan selalu jadi yang pertama dalam menyelesaikannya


"Singa betina! Apa maksudnya?" Marcel terlihat bingung


" Nanti aku ceritakan. Ayo! Kita juga pergi. Aku masih ada tugas lain" jawab Billy lalu keduanya berjalan keluar dari restoran itu


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


Jantungnya berdetak dengan menggila, tangannya dingin tidak terkira. Vika memandang pintu kamar pengantinnya yang sudah dihias dengan indah, berharap Marcel tidak akan pernah muncul dibalik pintu itu


Vika baru saja selesai membersihkan dirinya dari riasan pengantinnya dan kini dirinya duduk diatas ranjang yqng sudah dipenuhi kelopak mawar dan lilin, tampak indah dan romantis tapi tidak bagi Vika saat ini. Papanya menyiapkan segalanya dengan baik sedangkan dirinya mengutuk itu semua


Klekk...

__ADS_1


Tiba-tiba suara pintu terbuka membuat gadis yang baru menyandang title istri dari seorang Marcel raveno itu tercekat dengan jantung yang seakan berhenti berdetak. Pandangannya mengarah pada pintu kamarnya dan disana muncul seorang Marcel dengan penampilan primanya, pria itu tampak bag patung dewa yunani yang terlihat sempurna, siapapun pasti akan sangat berharap bisa memeluk pria itu untuk sekali saja dalam seumur hidup tapi, itu tidak berlaku bagi Vika yang saat ini diliputi kegelisahan. Trauma saat pria itu menyetubuhinya dulu masih sangat menghantuinya, Marcel terlalu buas untuk dirinya hadapi


Marcel memasuki kamar itu dengan santai, berjalan pelan kearah ranjang yang terduduk Vika yang membeku


"Kamu belum tidur?" tanya Marcel sambil melepas pakaiannya didepan istrinya itu. Vika membuang wajah tanpa menjawabnya. Melihat itu Marcel tersenyum dan melangkah ke kamar mandi mengabaikan Vika yang tidak mau menatapnya


Begitu Marcel masuk kedalam kamar mandi, Vika bergegas menuju pintu hendak keluar dari kamar itu tapi, begitu dia membukanya pintu itu terkunci. Vika tetap mencoba membukanya beberapa kali namun nihil, pintunya sama sekali tidak mau terbuka


Didalam kamar mandi, Marcel tersenyum memandang kunci ditangannya, tidak ada kesempatan untuk istrinya kabur darinya. Dia sudah begitu menahan diri untuk malam ini dan Vika berniat untuk pergi, mimpi saja! Marcel tidak akan membiarkan itu


Dirinya bergegas membersihkan diri dan keluar dari kamar mandi hanya dengan selembar handuk yang melilit di pinggangnya memamerkan tubuh berotot menggodanya. Dilihatnya Vika duduk diatas ranjang dengan gelisah


" Kenapa belum tidur? Menungguku?" tanya Marcel menggoda sembari melangkah mendekat pada istrinya


" Mana kuncinya?" tanya Vika mendelik kesal kearah Marcel namun, beberapa detik kemudian dirinya langsung membuang wajahnya yang memerah ke arah lain saat melihat penampilan Marcel


"Mana aku tahu! Kunci apa maksudmu?" Marcel masih berpura-pura, masih ingin menggoda istrinya itu


" Pasti kamu tahu, kamu kan yang mengunci pintunya" tuduh Vika masih membelakangi Marcel yang mendekat kearahnya


"Tidak, buat apa aku melakukannya. Kamu juga sudah sah jadi istriku sekarang. Kurasa aku tidak perlu mengurung atau memaksamu kan?" ujar Marcel semakin mendekat dan membalikkan tubuh Vika menghadapnya


.


.


.


Kritik dan saran diharapkan๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2