My Destiny Love

My Destiny Love
32. Identitas pencuri V


__ADS_3

Terbangun dalam pelukan sang suami di pagi hari sudah menjadi kebiasaan seorang Vika amanda Deaner dan terkadang drama manis pagi hari seringkali disuguhkan oleh suaminya itu. Tangan Vika selalu bergerak lurus diwajah suaminya tiap kali dia terbangun lebih pagi dari suaminya. Selagi asyik dengan kegiatannya Vika terbayang akan sumpahnya


" Tidak! Dia tidak boleh jatuh hati pada suaminya ini karena hanya Markus lah satu-satunya pria dalam hidupnya" bayangan Vika teringat akan sumpahnya. Terlalu menikmati hidupnya saat ini membuatnya lupa pada sumpahnya


Tatapan nanar Vika jatuhkan pada Marcel yang masih terpejam, dia harus menekan perasaannya saat ini. Perlahan Vika turun dari ranjang dan membuka laci nakas di sampingnya lalu mengambil barang dari penolongnya. Vika memeluk potongan name tag itu dengan perasaan tidak menentu. Sumpah yang sudah diikrarnya tidak dapat lagi dicabut


Tanpa sepengetahuan Vika ternyata Marcel melihatnya saat istrinya itu memeluk penuh cinta name tag ditangannya, diam-diam tangan Marcel terkepal. Nyatanya dia masih tidak dapat mengubah rasa sang istri pada sosok Markus


πŸ€πŸ€πŸ€


Pagi itu tidaklah sama seperti pagi-pagi sebelumnya, Marcel bersikap sangat dingin pada sekelilingnya. Hatinya masih terasa panas, belum sepenuhnya menerima kalau istrinya memikirkan pria lain apalagi pria itu adalah musuhnya, orang yang telah menjebaknya


Menghabiskan sarapannya dengan tenang Marcel langsung beranjak tanpa mengucapkan sepatah kata pun bahkan dirinya tidak memandang kearah Vika. Pria itu terus melangkah untuk berangkat ke kantornya. Vika mengerutkan keningnya bingung, dia tahu kalau suaminya itu sedang marah tapi apa yang menjadi penyebabnya? Dia tidak tahu.


Seingatnya semalam suaminya itu masih terlihat baik-baik saja dengannya tapi langsung berubah drastis pagi ini. Marcel bahkan melewatkan kebiasaannya yang akan mengecup keningnya serta mengusap perutnya sebelum berangkat kerja dan Vika tidak tahu penyebabnya


Rasa kesal di hatinya bahkan imbas sama karyawan kantornya. Marcel meluapkan kekesalannya itu pada karyawannya yang tidak becus bekerja. Setelah selesai menceramahi segala divisi dengan kinerja mereka yang buruk Marcel ditinggal sendiri di ruangannya bahkan asistennya juga memilih kabur dari semprotannya


Memijit keningnya yang terasa pusing, Marcel hanya dapat mendengus kesal, segala sesuatu walau berhasil baik tapi tidaklah berjalan baik


Tok..tok..tok


Pintu ruangan terdengar ketukan takut-takut


" Masuk" jawab Marcel lantang masih memijit keningnya dengan mata terpejam

__ADS_1


" Tuan, Beni dan Kevin datang menghadap" lapor asistennya. Sontak mata Marcel terbuka dan menatap dua anak buah yang diberi tugas khusus olehnya. Mereka tampak melangkah takut-takut menghadap bos mereka apalagi setelah mendengar kalau Marcel sudah marah-marah seharian ini. Mereka pasti akan masuk peti mati setelah ini kalau tidak membawa berita penting


" Katakan, apa yang kalian bawa?" tanya Marcel langsung, malas berbasa-basi


" Ka-kami mem-bawa perkembangan data pencuri V, tuan" jawab Beni dengan gugup apalagi mereka telah mengetahui identitas asli pencuri itu, rasa takut akan kemarahan Marcel semakin merasuki jiwa mereka. Pasti akan terjadi perang besar kalau Marcel mengetahui siapa pencuri itu aslinya


" Bagus, jelaskan! Perkembangan apa itu?"


" Ma-maaf tu-an, kami tidak bisa menjelaskannya. Sebaiknya Anda baca sendiri saja datanya dalam berkas yang kami kumpulkan" Beni menyikut Kevin di sampingnya, agar segera menyerahkan berkas ditangannya pada Marcel. Kevin yang tersadar segera melangkah dan menyerahkan berkas berisi semua data pencuri itu kedepan Marcel


" Apa data yang kalian dapatkan ini akurat?" tanya Marcel ragu, dia tidak ingin terjadi kesalahan untuk kedua kalinya. Kedua pria itu mengangguk yakin. Mereka berhasil mendapatkan identitas asli pencuri V setelah menelusuri semua CCTV yang terpasang di pinggir jalan dan gang-gang. Kemampuan menghack keduanya berhasil mendapatkan hasilnya setelah 3 bulan pencarian mereka yang melelahkan.


Salah satu CCTV tersembunyi diujung gang tidak jauh dari gedung perusahaan Marcel berhasil menangkap gambar jelas pencuri itu yang sedang melepas topengnya dan berganti pakaian luarnya lalu kembali berbaur dengan orang-orang biasa. Awalnya kedua orang itu tidak mempercayai penglihatan mereka tapi rasa ragu itu berubah menjadi rasa penasaran. Mereka lalu mengulik habis data istri dari bos mereka melalui sistem hack yang mereka pelajari dan melakukan pencocokan dengan semuanya hingga akhirnya mereka mendapatkan kebenaran identitas pencuri itu yang ternyata adalah orang terdekat bos mereka sendiri


Keduanya menghela nafas lelah setelah mengumpulkan semua data itu, mereka berhasil tapi rasa ragu hadir pada hati mereka untuk memberitahukan kebenarannya pada Marcel karena sudah pasti bos mereka itu akan sangat kecewa mengetahui fakta yang sebenarnya. Hingga akhirnya hari ini mereka berdua sepakat untuk mengungkapkannya pada Marcel walau mungkin mereka akan kena amuk juga karena suasana hati bos mereka yang kurang baik


Marcel menganggukkan kepalanya tanda mengerti lalu mulai membuka map berisi semua data tentang identitas pencuri V


" Disana juga kami selipkan flashdisk rekaman CCTV yang mengambil gambar pencuri V saat membuka topengnya" ujar Beni lagi menjelaskan sedang Kevin hanya berdiri diam disamping Beni, dia tidak terlalu pandai berbicara tapi intuisi sama gerakan tangannya lebih cepat daripada Beni. Mereka merupakan duo yang pas dalam mengulik data serta menjadi detective dadakan


Awal melihat kertas putih bertulisan itu, Marcel mengerutkan keningnya saat melihat nama yang tertulis pada data itu dan semua gerakannya tidak luput dari mata duo detective didepannya, keduanya meremas tangan mereka gugup dengan reaksi yang akan diberikan oleh Marcel setelah ini


Marcel membolak balikkan lembaran ditangannya serta perbandingan foto siluet pencuri V yang sama persis dengan orang yang dikenalnya. Pantas saja Marcel selalu merasa kalau dia mengenal pencuri itu dan ternyata fakta nya pencuri V itu adalah orang yang satu selimut dengannya


" Apa ini?" Marcel menatap tajam kearah dua anak buah suruhannya itu yang ketakutan

__ADS_1


πŸ€πŸ€πŸ€


Merasa bosan dengan kegiatannya yang berjalan ditempat, Vika memilih memutari rumah besar suaminya itu. Walau sudah berbulan-bulan berada disana namun, dirinya masih tidak terlalu hafal dengan seluk beluk rumah besar itu. Dia hanya tahu kalau suaminya sangat jarang menetap dirumah ini sebelum menikah dengannya. Marcel lebih banyak pulang ke penthousenya atau apartemennya yang juga bukan hanya satu, suaminya mempunyai beberapa apartemen dititik penting kota besar itu


Rumah besar itu memang sangatlah mewah apalagi dengan pelayan yang berlalu lalang semakin menambah kesan kalau ini memanglah sebuah mansion tapi Vika merasa rumah ini tidaklah hidup, rasa sepi lebih melingkupi


Berjalan melihat jejeran berbagai frame foto yang terpasang di dinding maupun yang terletak di atas lemari yang terpajang, Vika baru tersadar kalau tidak ada gambar dirinya dengan Marcel yang terpajang. Bagaimana jika papanya berkunjung kerumah ini dan tidak melihat foto mereka, pasti papanya akan merasa kalau rumah tangga mereka tidaklah seharmonis kelihatannya dan Vika tidak bisa membiarkan itu terjadi. Vika tidak bisa melihat sang papa kecewa


Vika memasuki kamarnya dan menemukan beberapa lembar foto saat resepsi pernikahan mereka tapi tidak menemukan bingkai untuk memajangnya


" Bi Siti!" panggil Vika pada seorang pelayan yang sudah berumur, yang Vika ketahui sudah bekerja dirumah ini sejak Marcel kecil dan sudah sangat hafal dengan seluk beluk rumah mewah ini


" Iya nyonya muda" pelayan yang di panggil Bi Siti itu menghadap


" Dimana aku bisa menemukan bingkai untuk foto-foto ini" Vika menunjukkan foto-foto ditangannya. Bi Siti tampak berpikir


" Aha! Sepertinya digudang barang lama ada" jawab Bi Siti lalu menarik tangan Vika untuk ikut dengannya


" Mari ikut saya Nyonya muda, biar saya tunjukkan tempatnya"


" Baik, terima kasih Bi" ujar Vika tulus dan mengikuti langkah pelayan berumur itu tapi masih terlihat sangat bugar


.


.

__ADS_1


.


Kritik dan saran diharapkanπŸ™πŸ™


__ADS_2