
Asisten Tommy kembali melajukan kecepatan menyetirnya saat Marcel dibelakangnya terus-terusan protes dengan kelambatan menyetirnya yang seperti siput berjalan
Mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit, untuk memeriksa kandungan Vika yang sudah berjalan tiga bulan. Asisten Tommy hanya mampu menerima perintah tuannya dengan lapang dada, kini tugasnya bertambah lagi, dari asisten pribadi merangkap jadi supir pribadi, apalagi sekarang tuannya sangatlah protectif pada istrinya. Terlihat bagaimana Marcel di kursi penumpang membujuk sang istri agar mau diperiksa, sedang Vika hanya memberengut kesal sejak awal memasuki mobil. Dia jelas tidak ingin memeriksa kandungannya yang akan membuatnya kembali terhempas fakta kalau dia kembali mengandung seorang putra, bukan seorang putri. Keinginannya untuk memiliki bayi perempuan, gagal total. Benih unggul suaminya hanya dapat memberinya janin berjenis kelamin laki-laki bukan perempuan.
Itulah yang membuat Vika kesal setelah mengetahui fakta itu. Sedangkan, suaminya malah tersenyum bahagia sepanjang perjalanan. Seorang putra lagi! Siapa yang tidak bahagia dengan berita itu? Tentu saja Marcel masuk dalam jajaran para ayah yang bahagia
" Akhirnya sampai juga" lega asisten Tommy setelah sampai tujuan. Dia merasa begitu bangga setelah menyelesaikan tugasnya dan menatap pada tuannya, berharap untuk mendapatkan pujian. Tapi asisten Tommy hanya dapat menelan semua keinginan itu saat melihat Marcel yang sama sekali tidak peduli dengannya. Tuannya itu sibuk mengurusi mood sang istri yang sedang kesal
" Tommy! Beritahu kekasihmu untuk menyiapkan segalanya segera. Aku tidak ingin melihat istriku menunggu nantinya dan ingat! Jangan ngebucin disana atau bonusmu lenyap bulan ini" perintah Marcel yang diangguki oleh asisten Tommy segera
" Iyain aja deh, yang penting aku dapat bertemu dengan keysha" batin asisten Tommy yang buru-buru melangkah pergi melaksanakan perintah tuannya, walau perintah itu sangatlah tidak masuk akal. Dimana-mana pasti dokter menyiapkan seluruh peralatannya saat memeriksa pasiennya, tak terkecuali kekasihnya, dokter Keysha.
Sering menjalankan perintah Marcel dalam menangani masalah kehamilan Vika pada sang dokter membuat asisten Tommy memiliki banyak kesempatan bertemu dengan dokter cantik itu dan entah bagaimana prosesnya, sekarang keduanya sudah menjalin asmara. Itulah kenapa asisten Tommy langsung mau memenuhi perintah Marcel tanpa ada bantahan di awalnya
Marcel menuntun sang istri tercinta dengan sangat hati-hati menuju ruangan dokter Keysha. Vika hanya mampu menghelakan nafasnya jengah dengan kelakuan suaminya yang sangatlah berlebihan. Perasaan saat dirinya mengandung Dylan, Marcel tidaklah se berlebihan sekarang. Pria itu bahkan cenderung tidak peduli ketika itu walau nyatanya adalah kebalikannya
" Bagaimana keadaannya?" tanya Marcel langsung, begitu Vika selesai diperiksa oleh dokter Keysha.
" Istri Anda baik-baik saja tuan dan janinnya juga sangat sehat dan kuat. Dia tumbuh dengan baik" jelas sang dokter yang sesekali mencuri pandang pada asisten Tommy yang juga ikut masuk ke dalam ruangan
" Syukurlah" imbuh Marcel merasa senang mendengarnya. Lalu melirik pada asisten Tommy dan dokter Keysha yang saling melempar senyum
" Dok, aku punya saran bagus untukmu! Kau mau dengar?"
" Iya tentu! Apa itu?" bingung dokter Keysha
" Kau harus bisa mengikat asisten bodohku dengan baik. Kau tahu! Banyak perempuan yang mencoba mendekatinya sekarang" kata Marcel melirik pada asisten Tommy yang menahan nafas, berharap agar atasannya tidak bicara yang bukan-bukan. Dia baru saja menemukan perempuan yang sesuai dengan kepribadiannya dan jangan sampai kata-kata jahil tuannya membuat semuanya hancur. Dokter Keysha membeo sejenak lalu mengangguk mengerti
" Aku akan segera menyuruhnya melamar diriku" ujar dokter cantik itu sembari tersenyum menatap pada pasangan di depannya
Saat akan keluar setelah pemeriksaan, Marcel berbisik pelan di telinga asistennya
" Pastikan kau mempunyai cukup tabungan Tom. Dia akan segera memintamu untuk menikahinya" peringat Marcel sambil tertawa puas. Sedang asisten Tommy sudah mengeluarkan keringat dingin ketika apa yang dikatakan oleh Marcel benarlah terjadi. Keysha memintanya untuk segera mempersunting dirinya. Asisten Tommy terpaksa mengiyakannya sebelum jarum suntik berujung tajam itu melayang kepadanya
๐๐๐
Lima tahun kemudian
Sepasang langkah kecil gadis cilik mungil tampak tertata dengan acak diatas pasir. Gadis kecil itu melangkah pelan menuju pada bocah yang sedang duduk sembari sibuk dengan sebuah buku di tangannya. Tangan gadis kecil itu tampak memegang kotak berisi permen yang hendak diberikannya pada bocah yang sedang membaca
" Kak Dylan!" panggil gadis kecil berumur lima tahun itu pada bocah yang sudah berumur delapan tahun didepannya. Bocah bernama Dylan Raveno itu melirik sebentar dan dengan acuh mengabaikan gadis cilik mungil itu, kembali sibuk dengan bacaan di tangannya
" Aku punya sesuatu untuk kakak!" seru gadis cilik bernama Sandara Anderson itu kembali, sembari menjulurkan tangannya yang memegang kotak permen pada Dylan. Bocah itu kembali mengabaikannya. Bersikap seolah gadis cilik itu tidak ada dan tidak terlihat
__ADS_1
Sreett...
Gerakan cepat tangan Vika meraih buku yang sedang dibaca putranya hingga terlepas dan berpindah tangan padanya. Ibu dua anak itu menatap tajam pada sang putra yang sangatlah dingin dan super cuek
" Dara bersusah payah membelikannya untukmu dan kamu mengabaikannya! Dimana hatimu Dylan?" Vika berteriak gemas dengan kelakuan sang putra sedang gadis cilik disampingnya kini menunduk. Wajah gadis cilik itu sangatlah cantik dan imut, tapi bukan karena itu yang membuat Vika menyukainya. Melainkan, sifat ceria yang membawa energi positif yang melingkupi gadis cilik itu. Tidak seperti putranya yang setiap harinya penuh dengan aura kegelapan. Vika bahkan pernah mengeluh dengan hidupnya yang di kelilingi oleh para pria yang mengesalkan, tidak ayah, suami dan kedua putranya yang sangatlah dingin dengan sekitar
" Aku tidak memintanya bukan? Lagian aku tidak suka makanan manis" ujar bocah itu tajam, melirik sekilas pada Dara lalu melangkah pergi, tidak peduli dengan panggilan sang ibu yang bisa membuat telinganya kebakaran dengan ceramahnya
Melihat kelakuan sang putra yang sangatlah menyebalkan membuat Vika menghembuskan nafas beratnya. Entah sifat siapa yang turun pada putra sulungnya itu? Perasaan Marcel tidaklah sedingin itu! Suaminya hanya brengsek saja walau mulutnya terkadang juga sama lemesnya dengan mulut sang putra. Itu wajar! Karena bocah itu mewarisi sifat daddynya. Mata Vika kini beralih pada gadis cilik yang masih menunduk. Vika berjongkok. Mensejajarkan diri dengan si gadis cilik
" Tidak apa-apa sayang! Kak Dylan memang sikapnya begitu dan bukan berarti dia tidak menyukaimu sayang. Aunty yakin, kak Dylan pasti sangat menyukai Dara tapi tidak tahu bagaimana mengatakannya" jelas Vika tersenyum lembut pada gadis cilik yang sangat diinginkannya sebagai menantu
" Benarkah? Kak Dylan tidak benci sama Dara?" tanya Dara dengan ragu menatap ke dalam mata Vika yang begitu menyukai dirinya. Dara bahkan merasa kalau kasih sayang yang diberikan Vika padanya terlalu banyak, melebihi banyaknya pada Dylan, putranya sendii
" Tidak sayang! Kak Dylan tidak membenci Dara"
" Apa itu berarti Dara bisa berteman dengan kak Dylan?"
" Iya sayang! Kamu bahkan nanti akan Aunty jadikan sebagai ratunya kak Dylan"
" Ratu?" Dara membeo
" Iya sayang. Aunty akan menikahkanmu dengan kak Dylan, nanti saat kalian sudah dewasa" jawab Vika yang membuat gadis cilik itu semakin mengerutkan keningnya bingung dan Vika hanya tersenyum melihatnya
Pak Trisna tidak jadi mewariskan seluruh kekayaannya pada cucu pertamanya ,yaitu Dylan. Karena sifat Dylan yang begitu dingin membuatnya sulit untuk berkomunikasi dengan cucu pertamanya itu hingga akhirnya pak Trisna memutuskan untuk mewariskan seluruh kekayaannya kepada cucu keduanya yaitu, Devan. Sedang Dylan sudah Marcel siapkan sebagai penerus dirinya
Di sisi lain terlihat Dylan yang sudah bergabung bersama dengan Ricko-Ricki dan juga Lucas walau nyatanya bocah itu tidak terlalu peduli dengan apa yang sedang dimainkan oleh putra-putra dari sahabat Daddynya itu
Vika juga bergabung bersama dengan para istri sembari menuntun tangan kecil calon menantu masa depannya, Sandara yang langsung berlari kecil menuju mamanya yang sedang terfokus pada adik lelakinya yang berumur tiga tahun. Dua tahun lebih muda dari dirinya. Dara dapat melihat adiknya yang mencabut sayap kupu-kupu yang ditangkap tangan kecilnya lalu mematahkan leher kupu-kupu malang itu. Adik kecilnya terlalu sadis untuk ukurannya, berharap agar adiknya itu tidak tumbuh menjadi orang sadis dan kejam
Semuanya berkumpul dalam tawa dan rencana masa depan. Vika menatap pada sang suami yang telah tertulis sebagai takdirnya. Terbayang akan pertemuan pertama mereka, pencurian yang dilakukannya dan juga kecelakaan satu malam antara mereka membuat Vika diam-diam mengucapkan syukur terdalamnya karena Marcel yang terpilih menjadi suaminya dan fakta yang terungkap, kalau pria itu juga yang telah berjasa besar dalam menolong dirinya
Melihat tawa yang timbul dari masing-masing keluarga yang sedang terkumpul membuat rasa bahagia itu timbul dengan sendirinya memenuhi relung hati. Vika kini memiliki suami yang begitu sempurna dan juga dua malaikat yang begitu tampan
" Suamiku! Aku mencintaimu" bisik Vika dengan lembut di telinga Marcel yang sedang fokus pada Devan yang menyusun balok diatas karpet
" Aku juga mencintaimu, istriku" balas Marcel yang tidak akan mrnghilangkan kesempatan mengecup bibir sang istri yang sudah menjadi candunya. Kalau tidak ingat dimana mereka berada sekarang! Mungkin Marcel akan langsung membawa sang istri menyewa kamar kosong untuk memenuhi hasratnya yang tidak pernah padam walau sudah sembilan tahun berlalu. Dua putranya bukanlah masalah ketika dia ingin menghabiskan malam dengan sang istri karena kedua malaikatnya itu seakan tahu bahwa Daddy-Mommynya punya waktu untuk tidak boleh di ganggu
" Mau buat adik untuk Devan?" tanya Marcel dengan nada sensual
" Tidak! Aku sudah tidak ingin punya anak lagi" Vika sudah kapok untuk melahirkan. Apa yang diharapkannya tidaklah kesampaian. Keduanya lahir sebagai laki-laki dan bukan perempuan seperti yang diinginkannya dan Vika tidak ingin mengandung lagi untuk ketiga kalinya yang sudah dapat diprediksinya kalau yang lahir nanti pastilah laki-laki kembali. Cukuplah Dylan dan Devan yang menjadi putranya dan juga penambah beban pikirannya dengan sikap dingin keduanya. Jangan lupakan juga sifat mesum Daddynya yang jauh lebih menyebalkan
" Aku bukan menginginkan anak tapi dirimu! Siapkan dirimu untuk nanti malam. Akan kubuat kamu tidak bisa bangun dari ranjang" bisik Marcel dengan tatapan mesumnya dan juga pandangan penuh kasih
__ADS_1
" Dasar mesum" desis Vika melangkah menjauh kembali pada kumpulan wanita para istri sahabatnya yang membuat Marcel tersenyum. Berapa kalipun dirinya menggoda dengan kata-kata yang sama, semburat merah merona selalu hadir di wajah istrinya dan itu begitu mengagumkan dimata seorang Marcel
" Kau takdirku, Vika" batin Marcel
" Kamulah takdirku, suamiku. Marcel Raveno" batin Vika
...Ketika takdir sudah bertindak maka tidak ada jalan yang dapat diupayakan. Mungkin ada sebagian manusia pilihan yang menciptakan takdirnya sendiri namun, jodoh tetaplah tidak dapat tertukar. Jodohmu itulah garis takdirmu. Kalau sudah jodoh berada dari ujung dunia keujung lainnya tetaplah akan bersama, tapi kalau bukan jodoh, rantai yang terikat keras pun akan putus lari darimu...
...Tamat...
Bonus pict
MARCEL RAVENO ( heran sama nih laki satu, suka kali pamer body๐)
VIKA AMANDA DEANER
MARKUS TURNER
SILVINA CHADER
...Terima kasih untuk semuanya yang sudah setia mendukung terutama beberapa nama yang sudah sangat aku hapal. Maaf aku tidak bisa menyebutnya disini๐.Dukungan kalian adalah obat energi untuk penulis receh seperti saya. Sukses selalu untuk kalian semua dan semoga tercapai semua keinginannya๐๐๐ค...
Fb: Farhati fara
Ig: Farhati fara
...Note: sedikit bocoran... Setiap anak mereka akan punya kisah masing-masing. Dylan-Sandara punya kisah sendiri, begitupun dengan Devan, Lucas dan adiknya, Ricki-Ricko dan adik-adiknya serta adik lelaki kecil Sandara(Calon psycho ini). Entah kapan bisa terealisasikan sebagai novel karena saya sangatlah malas menulis sekarang. Semoga saja bisa kelar semua...
...Salam dari penulis receh malas update ini๐๐...
...Farhati fara...
__ADS_1