My Destiny Love

My Destiny Love
19. First Night


__ADS_3

Dihadapkan dengan pemandangan indah didepannya, Vika kembali membeku, pikirannya sudah melayang entah kemana dan Vika hanya mampu menelan ludah saat matanya menangkap tubuh suaminya yang membayang dengan gagah didepannya, tubuh yang pernah membalutinya dengan gairah yang menggelora


" Apa maksudmu?" tanya Vika dengan susah payah, tubuhnya terasa lain ketika penglihatannya tersapu pada wajah suaminya yang tersenyum menggoda, wajah tampan yang begitu mempesona, apalagi air yang menetes dari rambut basah Marcel, membuat pria itu tampak seksi disaat bersamaan


"Maksudku?" Kening Marcel berkerut bingung sebelum sebuah tawa lepas dari bibirnya, merasa lucu dengan pertanyaan wanita yang baru saja dinikahinya


"Kamu pikir aku akan melewatkan malam pertama kita, sayang" lanjutnya membuat mata Vika membulat sempurna, mulai mengerti maksud suaminya yang terlihat menjilat bibirnya dengan tampilan wajah mesumnya


Tidak pernah Vika sangka, pria yang pernah menyebutnya sama seperti wanita lainnya, yaitu murahan ternyata begitu mesum. Sifat mesum Marcel tersimpan dengan rapi dibalik wajah tampan dan finansial mapannya. Terlihat begitu sopan di luar tapi begitu buas di ranjang. Vika menggeleng


"Ti-tidak ka-ka-kamu bercandakan?" tanya Vika tergagap sembari melangkah mundur. Marcel tersenyum menggoda dan segera meraih lengan istrinya itu sebelum melangkah lebih jauh, menariknya dalam dekapan dada bidangnya


"Sayangnya tidak" bisik Marcel tepat di telinga Vika sebelum akhirnya meraih bibirnya sebagai permulaan, ******* pelan bibir ranum itu yang sudah menjadi candunya


Marcel tidak akan menahan dirinya lagi, dia sudah cukup frustasi dengan gairahnya yang tidak tersalurkan selama seminggu ini hanya untuk menghargai Vika sebagai seorang wanita, tidak mungkin baginya menarik gadis itu keatas ranjangnya saat belum ada ikatan diantara mereka, dia tidak akan bersikap sebrengsek sahabatnya, Mike


Tangannya mulai bergerak, membelai permukaan kulit halus istrinya itu. Masih teringat dalam ingatannya walau sedikit kabur, bagaimana Vika yang juga begitu agresif membalas dirinya dimalam kejadian antara mereka dan Marcel tidak akan melupakan malam itu


Melepas tautan bibirnya lalu beralih pada lekukan favoritnya, kembali menciptakan corak mahakaryanya di lekukan itu sedang tangannya kembali menyentuh gumpalan favoritnya membuat Vika menahan bibirnya dari suara laknat yang ingin lepas

__ADS_1


"Menikmatinya?" tanya Marcel dengan nada mengejek sesaat setelah melepas wajahnya dari leher sang istri hanya untuk menatap wajah bergairah istrinya itu


Tersadar, Vika langsung mendorong dada bidang suaminya itu, namun Marcel sama sekali tidak bergeming. Dia hanya menampilkan senyum liciknya dan kembali mencium bibir Vika, menyesapnya dengan permainan yang begitu memabukkan hingga membuat Vika yang sedikit memberontak itu terbawa hasrat membalas ciuman suaminya


Marcel tidak akan peduli tentang siapa yang dicintai istrinya saat ini, karena yang terpenting tubuh Vika sama sekali tidak menolaknya bahkan cenderung membalasnya. Ingin sekali rasanya Marcel menyerang Vika dengan gerakan kasar saat terlintas ujaran istrinya saat itu


Aku mencintai Markus


Kata-kata itu telah tercetak di ingatannya dan entah kenapa membuat Marcel begitu marah, tidak terima. Namun, disaat bersamaan pula Marcel teringat bagaimana keadaan Vika saat dulu dirinya selesai mengupas gadis itu, tindakan kasarnya membuat Vika bahkan tidak bisa berjalan dengan baik apalagi kini istrinya itu sedang mengandung


"Ck, sial!" umpat Marcel menarik tubuh polos Vika menuju ranjang, hasratnya sudah di ubun-ubun, ingin sekali rasanya Marcel menyerang istrinya tanpa ampun tapi, Marcel harus bisa mengontrol dirinya saat ini


Sedangkan Vika, dia sudah lupa akan dunianya saat ini. Tubuh Marcel bergerak kearah sang istri, menatap wajah sang istri yang terpejam, entah karena malu atau karena hasrat. Vika sepenuhnya dalam kuasa seorang Marcel malam ini


Vika yang merasa malu dengan tatapan dan senyuman itu langsung meraih wajah sang suami dan mencium bibirnya itu untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah, dengan tangan yang terkalung mesra pada leher suaminya Vika terus menikmati bibir tipis suaminya itu


Tersentak kaget tapi hanya seperkian detik dengan apa yang diperbuat istrinya itu, diam-diam batin Marcel berteriak senang. Dia suka saat Vika bertindak agresif seperti pada malam kejadian, karena dengan begitu Vika tampak seimbang dengan dirinya yang brutal


Membalas kecupan sang istri dengan tindakan yang lebih menggelora, Marcel dapat merasakan hawa yang sama dari tubuh sang istri saat raga mereka bersentuhan, rasa panas yang membawa pada rasa yang sulit dijabarkan

__ADS_1


Perlahan namun pasti Marcel kembali mempersatukan diri dengan sang istri yang kembali terkesiap, walaupun ini bukan pertama kalinya tapi tetap saja Vika terkejut saat merasakannya kembali. Marcel mengeram saat rasa itu kembali dirasanya


Marcel sangat menghindari gerakan kasar yang dapat berimbas pada kandungan Vika, dimana ada calon anaknya yang sedang bertumbuh di perut gadis itu


Vika sudah sepenuhnya hilang radar kesadarannya, dia sudah takluk dibawah kuasa suaminya


Keringat yang membanjiri seakan tidak cukup menggambarkan Marcel yang begitu mengebu-gebu mengejar kenikmatannya tapi dengan sikap yang lebih lembut hingga sebuah lenguhan panjang terdengar dari keduanya saat puncak kenikmatan itu mendera keduanya.


Marcel merasakan lega yang luar biasa saat mencapai puncaknya, wajahnya mendongak melihat sang istri yang terpejam lelah dengan kegiatan mereka, dia tersenyum sembari mendekatkan bibirnya pada telinga Vika


"Aku belum puas sayang. Kita ulangi satu ronde lagi ya" bisiknya dengan nada sensual yang tentu saja membuat Vika membulatkan matanya


Tidak!! Namun tidak ada kata penolakan untuk suami arogannya yang kembali menariknya untuk memulai permainannya kembali


.


.


.

__ADS_1


Bab ini telah mengalami revisi total, jadi maaf jika kadang tidak nyambung


Kritik dan saran diharapkan🙏🙏


__ADS_2