My Destiny Love

My Destiny Love
37. Mantan beraksi


__ADS_3

Menghabiskan hari dengan pekerjaan kantor yang menumpuk, Marcel tidak bisa membeberkan identitas pencuri V itu ke publik setelah mengetahui fakta kalau pencuri itu adalah istrinya sendiri


Pintu ruangan kantornya di ketuk dan tanpa persetujuannya seorang wanita masa lalunya bergegas masuk tanpa peduli dengan hadangan asisten Tommy. Marcel menatap tajam asisten Tommy yang menunduk takut dibelakang tubuh sang wanita karena sudah gagal menghadang wanita itu untuk masuk mengganggunya


" Ma-maaf tuan" cicit asisten Tommy pelan. Marcel menghelakan nafasnya kasar lalu melambaikan tangannya menyuruh asisten Tommy untuk keluar saja


" Ada perlu apa kau kemari?" Marcel menjatuhkan atensinya pada wanita yang pernah menjadi kekasihnya


" Tidak bolehkah aku sesekali mengunjungi mantan kekasihku?" jawab Vina melempar senyum menawannya pada Marcel


" Tidak usah banyak basa-basi, katakan tujuanmu?" kata Marcel menatap tajam wanita didepannya. Sungguh, dia muak berurusan dengan para wanita sekarang. Mereka benar-benar makhluk yang mengerikan, sangat pandai dalam mempermainkan perasaan. Sampai sekarang pun Marcel benci dengan itu semua. Vina tetap menampilkan senyum terbaiknya lalu menarik kursi didepan Marcel dan mendudukinya


" Aku juga tidak ingin banyak basa-basi. Aku kemari ingin menawarkan kerja sama denganmu" kata Vina mulai melayangkan serangannya yang ingin mendekati Marcel kembali


" Kerja sama! Denganmu? Tidak perlu, aku tidak tertarik" kata Marcel langsung dengan nada malas. Vina masih tetap mempertahankan senyumnya walau dia tidak dianggap sama sekali oleh Marcel


" Kuyakin kau akan tertarik jika aku katakan kerja sama ini berhubungan dengan Markus" timpal Vina dengan percaya diri. Marcel tersenyum sinis, dia tidaklah sebodoh itu untuk bekerja sama dengan wanita yang sudah dianggapnya bekas. Kalau ingin menjatuhkan Markus, kini dia sudah memegang kartu as ditangannya yaitu sang istri alias pencuri V, tidak perlu harus bekerja sama dengan mantannya itu


Tapi, mendadak kepala Marcel berpikir kalau ini akan menarik jika dia pura-pura ikut dalam permainan mantan tidak tahu dirinya itu. Wanita yang pernah dicintainya dengan tulus dan kini hanyalah sekedar kata mantan bahkan, tidak ada kata terindah yang tersemat


" Markus? Wow, sepertinya menarik. Baiklah aku ikut" kata Marcel berusaha terlihat senatural mungkin keantusiasannya itu, padahal mata tajamnya dengan cepat bisa menangkap gerak-gerik Vina yang seperti sedang menggodanya


" Lihat, kau langsung tertarik bukan" Vina mendekatkan diri pada meja Marcel lalu menumpukan kedua tangannya keatas meja itu, berusaha terlihat semenarik mungkin dimata Marcel. Vina tidak dapat percaya kalau dia tidak bisa menggoda seorang Marcel

__ADS_1


" Sekarang katakan, apa rencananya?" kata Marcel yang juga mendekatkan diri ke mejanya dan melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan Vina


" Haruskah aku memulainya dengan menunjukkan beberapa kesalahan yang dilakukan Markus?" Marcel tertawa mendengar kata-kata itu. Apa sekarang Vina memutuskan akan mengkhianati Markus setelah semua yang terjadi


" Kenapa tertawa?" bingung Vina dengan reaksi yang diberikan Marcel


" Tidak, aku hanya heran. Kenapa sekarang kau ingin mengkhianati pria yang kau cintai itu?" kata Marcel sengaja menekan kata pria yang kau cintai


" Tidak, aku tidak pernah mencintai Markus. Kejadian yang kamu lihat antara aku dan dia itu adalah jebakan yang dilakukan Markus padaku" jelas Vina disertai pembawaan yang begitu baik. Marcel akui, akting yang dilakukan Vina pantas untuk mendapatkan piala oscar. Batin Marcel tertawa keras dengan semua penjelasan omong kosong itu tapi dia tidak merealisasikannya yang tentu saja akan membuat sandiwaranya terbongkar


" Benarkah? Tapi kenapa waktu itu aku melihat kamu juga menikmatinya?"


" Tidak, kamu salah lihat. Aku hanya terbawa suasana saat itu" Marcel manggut-manggut pura-pura mengerti padahal nyatanya ingin sekali dirinya menghempaskan mantannya itu keluar ruangannya segera


" Aku tidak menginginkan keuntungan apapun. Karena aku melakukan ini semua sebagai tebusan untuk maafmu, kuharap, aku bisa bersamamu kembali karena satu-satunya pria yang aku cintai itu cuma kamu, Marcel. Aku menyesal kejadian itu pernah terjadi padaku" Vina sudah mengeluarkan jurus keduanya, jurus air mata kesedihan buaya wanita. Marcel masih mencoba menahan tawanya, siapa sebenarnya yang coba dibohldohi Vina disini?


" Baiklah! Aku mengerti perasaanmu Vina. Tapi aku tidak bisa kalau untuk menjalin hubungan kembali denganmu. Kau ingat! Aku sudah mempunyai istri" Marcel merasa memainkan permainan ini menyenangkan, berpura-pura bodoh ternyata tidaklah buruk dan dia akan melihat lagi bagaimana tanggapan dan akting yang diberikan oleh Vina


Silvina bangun dari kursinya dan berjalan mamutari meja kerja Marcel menuju pada pria itu yang menaikkan sebelah alisnya melihat aksi apa yang akan disuguhkan wanita sampah didepannya. Begitu berada tepat didepan Marcel, Vina menunduk kearah pria itu lalu membelai pelan rahang tegas yang pernah menjadi miliknya tapi sekarang sudahlah berganti kepemilikan


" Aku tidak masalah dengan status istri kedua" bisik wanita itu dengan sensual tepat didepan wajah Marcel yang hanya menatap datar wanita itu.


' Bisakah kupatahkan saja tangannya' kira-kira itulah isi pikiran Marcel sekarang saat Vina dengan lancangnya mengusap wajahnya

__ADS_1


" Tapi aku tidak ingin beristri lagi, Vina" jawab Marcel yang diam-diam mengepalkan tangannya apalagi saat Vina bertindak semakin kurang ajar dengan mendudukan diri diatas pangkuan Marcel


" Cih! Benar-benar seorang ******" batin Marcel berdecih jijik. Bahkan, istrinya sendiri tidak pernah bersikap seberani ini duduk dipangkuannya kecuali Marcel sendiri yang sengaja menariknya


" Kita bisa menikah siri, sayangku" Vina sudah benar-benar dibuat mabuk oleh wajah tampan Marcel apalagi tindakan Marcel yang sama sekali tidak menolaknya membuatnya berpikir kalau Marcel sudahlah jatuh dalam godaannya


" Aku juga tidak ingin menikah lagi" Marcel dengan sengaja menjawab tepat didepan wajah Vina, bukan hal sulit baginya bersikap seperti ini. Bagaimanapun mereka pernah melakukan hal yang lebih dari sekedar berdekatan seperti ini dulunya. Vina membelalakkan matanya tidak tahu harus berkata apa lagi


" Kalau begitu, aku rela untuk jadi simpananmu selama kamu mau menerimaku kembali" kata Vina menguatkan sedikit harga diri yang tersisa. Marcel mengangkat alisnya terkejut dengan penawaran itu. Menyenangkan juga ternyata mempermainkan wanita murahan seperti Vina setelah dirinya dipermainkan oleh semua wanita yang dikenalnya


" Benarkah? Bolehkah seperti itu?" Vina mengangguk lalu menjatuhkan pandangan pada bibir tipis Marcel yang dulunya pernah dia nikmati rasanya


" Aku mencintaimu Marcel" kata Vina sembari mendekatkan bibirnya dengan bibir Marcel yang hanya duduk tanpa bergerak. Vina ingin kembali merasakan manisnya bibir mantan kekasihnya itu


KLEEKK


" Tidak, nyonya mu...da" asisten Tommy mendadak terdiam saat melihat pemandangan apa yang sedang dilakukan tuannya, sedang wanita yang dipanggil nyonya muda disampingnya juga membeku mendadak melihat pemandangan yang sama dengan apa yang dilihatnya


.


.


.

__ADS_1


Kritik dan saran diharapkan🙏🙏


__ADS_2