My Destiny Love

My Destiny Love
49. Aku mencintaimu, suamiku


__ADS_3

Sengaja menunggu keluarnya sang istri dengan laporan pengalihan sahamnya yang tidak diketahui, wajah Marcel berkerut kesal. Bagaimana bisa dia kecolongan seperti ini tanpa menyadarinya sedikit pun, begitupun bagian yang menangani permasalahan ini. Sebenarnya apa saja kerjaan bawahannya itu selama ini?


Kleekk


Suara pintu kamar mandi yang terbuka mengalihkan atensinya dari laporan itu pada sang istri yang berdiri menunduk dalam balutan pakaian yang begitu seksi dan mampu membuatnya kehilangan akal malam ini


Marcel menyimpan laporan itu keatas nakas dan memfokuskan diri pada sang istri sekarang. Dia ingin melihat apa yang akan dilakukan sang istri saat ini untuk menyenangkannya


Langkah Vika mendekat padanya pelan-pelan lalu berdiri diam disamping ranjang yang ditempatinya. Marcel menatapnya dengan tatapan berkabut, dia mulai tidak fokus. Tampilan istrinya membuat Marcel ingin sekali, segera menarik sang istri untuk berada dibawah kungkungannya. Tapi, malam ini dia tidak ingin menjadi pria yang dominan, dia akan menjadi pria submisif malam ini untuk melihat bagaimana tindakan agresif sang istri


Belahan dada yang membayang dibalik kain tila tipis yang dipakai sang istri membuatnya akan segera menggila, apalagi perut buncit Vika terlihat begitu seksi dimatanya. Haruskah dia buang saja egonya sekarang dan langsung membawa sang istri menuju surga dunia?


" Tidak Marcel! Kau harus menahan diri sekarang, atau ini tidak akan menjadi menarik lagi" peringat batinnya


" Kenapa?" tanyanya tertahan akan nafsu yang ingin meledak sembari menatap sang istri dengan menggoda. Vika menatap wajah sang suami sekilas lalu kembali menunduk tidak tahu harus bagaimana


" Kalau kamu tidak bisa maka, tidak perlu lakukan!" kata Marcel akhirnya lalu bergerak hendak berbaring tapi Vika langsung menahan sang suami


" Ti-tidak, aku akan.." Vika tidak dapat melanjutkan perkataannya lalu bergerak, memberanikan diri untuk duduk di pangkuan sang suami


Marcel menahan nafasnya sesaat ketika sensasi menyengat itu terasa ditubuhnya. Sudah seminggu lamanya dia berpuasa dan malam ini akan jadi malam paling panjang untuknya mungkin


Memberanikan diri menatap mata Marcel, Vika mengubur dalam rasa malunya kini, langsung menyambar bibir sang suami dalam sebuah ciuman dalam. Mengekspoitasi isinya dengan baik dan Marcel hanya mampu menahan diri sekuat mungkin agar tidak kalah dalam permainan yang diciptakannya sendiri


" Terima kasih" ujar Vika setelah melepas ciuman panasnya dan menatap wajah tampan suaminya dengan wajah memerah


" Untuk?"


" Terima kasih untuk tetap menutupi identitasku sebagai pencuri V" Marcel tersenyum

__ADS_1


" Apakah ini artinya aku akan mendapatkan bayaran lebih?"


" Mu-mungkin" Vika menjawab malu saat mengetahui kemana arah kata-kata suaminya. Dia meraih pelan piyama yang dipakai suaminya, lalu perlahan membuka satu persatu kancingnya dan terpampanglah tubuh menggoda sang suami, otot-otot yang terbentuk pada tempat yang begitu pas membuat matanya bahkan tidak berkedip menatapnya. Vika yakin, ratusan kali pun dirinya disuguhi roti sobek seperti ini tetap akan membuatnya tergoda


Tangannya perlahan tergerak menyentuhnya, membuat Marcel mengerang menahan nafas


" Sial! Ini diluar kendali" gerutu batinnya. Vika baru memulai dengan tangannya dan dia sudah hampir lepas kendali seperti ini, Marcel tidak tahu apa yqng akan terjadi jika Vika melakukan hal yang lebih dari ini, dia pasti akan menggila


Menahan nafas saat tangan Vika sengaja beegerak pelan didada bidangnya lalu turun pada perut six packnya dan semakin kebawah. Walau rasa malu itu ada dan dominan, Vika tetap berusaha yang terbaik. Lagian apa salahnya dia bersikap agresif pada Marcel yang jelas-jelas merupakan suaminya dan pria yang menjadi dasar sumpahnya


" Sudah cukup!" Marcel menangkap tangan Vika yang seperti sengaja mempermainkannya, sedang dia sudah tidak dapat menahannya lagi


" Sekarang biar aku yang ambil kendali" bisiknya lalu membuang sembarang baju yang sudah terbuka di tubuhnya dan mulai memfokuskan diri pada sang istri. Marcel dengan cepat membalikkan keadaan mengambil kendali dalam percintaan mereka


" Pastikan kau kuat malam ini, sayang" bisik Marcel ditelinga sang istri lalu mulai menggila. Vika yang juga sudah tidak dapat berpikir jernih merasakan hatinya menghangat ketika panggilan sayang tersemat di bibir Marcel. Terkadang Vika merasakan kalau suaminya itu begitu lembut dan perhatian namun Marcel hanya menunjukkan rasa itu secara diam-diam


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


" Aku mencintaimu istriku" bisiknya sembari mengecupi pucuk kepalanya


" Tidak bisakah kau juga hanya melihatku seorang? Aku! Marcel bukan pria bernama Markus itu" lirihnya lagi saat teringat fakta akan cinta sang istri. Marcel memang memiliki raga seorang Vika sekarang tapi tidak dengan hatinya dan rasa itu begitu menyakitkan jika diartikan lebih dalam


Akhirnya, Marcel juga memilih memejamkan matanya kembali sembari memeluk erat tubuh sang istri


Menjelang siang, Vika baru terjaga dan meringis dengan rasa pegal yang menghantam tubuhnya. Menatap wajah damai Marcel yang tertidur, Vika tersenyum. Suaminya benar-benar tampan dan masuk dalam kategori pria paling diinginkan mungkin baik dari segi fisik dan finansial. Dia bersyukur bersuamikan seorang Marcel walau terkadang, hatinya terasa bagai tercubit saat terbayang kalau suaminya itu sudah pernah tidur dengan wanita lain


Vika melirik pada jam yang sudahlah sangat siang, dia terkejut hendak beranjak bangun. Tapi, ketika matanya sekali lagi melihat wajah damai sang suami membuatnya malas untuk segera bangkit. Tangannya terangkat menyentuh wajah terpejam Marcel, melakukan hal yang sangat disukainya itu. Menikmati pahatan wajah tampan suaminya


" Bagaimana aku menjelaskan kebenarannya padamu, suamiku?" lirihnya bertanya sembari telunjuknya menarik satu garis ditengah wajah suaminya

__ADS_1


" Kalau kita memang sudah ditakdirkan untuk bersama" lanjutnya tersenyum miris. Tangannya terhenti di bibir suaminya, bibir yang begitu membuatnya candu sekaligus bibir yang jika terbuka mampu membungkam beberapa suara


" Aku mencintaimu suamiku" bisiknya pelan yang tanpa di sadarinya


Graapp


Marcel meraih cepat tangan sang istri di wajahnya lalu membuka pelan mata tajamnya yang memang sudah terjaga sedari tadi


" Apa aku tidak salah dengar?" ujar Marcel dengan suara seraknya menatap serius wajah Vika yang terkejut


" Ti-tidak, ka-kau..."


" Apa itu, ungkapan cinta?" tanya Marcel sengaja ingin menggoda sang istri.


" Tidak, kau salah dengar" Vika membuang wajahnya yang memerah malu. Marcel menarik tangan sang istri keras hingga Vika tertarik semakin melekat pada tubuh bidang sang suami


" Sayangnya pendengaranku masih terlalu sehat untuk salah mendengar" bisik Marcel dengan nada sensual di telinga Vika yang spontan memundurkan wajahnya karena geli


" Tapi..." Vika rasanya ingin menangis karena ketahuan seperti ini, dia juga ingin mendengar sang suami mengatakan hal yang sama padanya


Cup


Marcel mengecupi Vika gemas


" Baiklah, aku terima ungkapan cinta kamu ini" bisik Marcel yang merasa begitu senang mendengar ungkapan itu dan dia tentu saja tidak akan mengungkapkan rasanya pada Vika secara gamblang seperti ini. Rasa gengsinya terlalu besar


.


.

__ADS_1


.


Kritik dan saran diharapkan๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2