My Destiny Love

My Destiny Love
21. pencuri V


__ADS_3

Keluarga kecil itu menikmati sarapan menjelang siang mereka dalam diam hingga membuat Pak trisna yang mengintip dua sejoli itu mengerutkan kening


" Hari ini aku berencana akan membawa Vika pulang ke rumahku" Marcel membuka suara, Vika melongo langsung terpikir dengan nasib papanya


" Tidak, aku tidak mau. Aku tidak akan meninggalkan papa sendirian" jawab Vika cepat namun pak Trisna dengan cepat menyela


" Eh tidak apa-apa. Papa setuju kamu ikut suamimu. Lagian kan papa jarang dirumah dan ada para pelayan juga di rumah" jelas pak Trisna dengan riang. Beliau begitu menyukai Marcel hingga rasa bahagia menyeruak saat Marcel memutuskan menikahi putrinya. Vika mengerjap tidak percaya


" Tapi pa.." Vika ingin membantah


" Tidak apa-apa, nanti juga kan kalian akan sering main-main kesini jadi papa tidak akan kesepian dan kalau memang tidak ingin melihat papa kesepian, maka segeralah lahirkan banyak cucu buat papa biar rumah ini ramai dengan suara anak kecil" jelas pak Trisna. Marcel mengangguk menyetujui, dia sangat suka ide itu, mertuanya memang dapat diandalkan tapi tidak dengan Vika, apa papanya pikir dia itu mesin cetak anak dan apalagi saat melihat anggukan persetujuan Marcel, ingin sekali rasanya Vika berteriak di wajah tampan itu kalau dirinya sangat tidak setuju dengan keinginan papanya, tubuhnya sudah cukup remuk saat prosesnya apalagi harus melahirkan banyak anak nantinya, bisa-bisa tidak ada malam dimana dirinya bisa tertidur nyaman


Setelah sedikit perdebatan itu akhirnya Vika mengalah dan mau mengikuti kemauan Marcel untuk tinggal di rumah pria itu


Selesai dari sarapan yang tidak lagi bosa dikatakan sarapan karena wakti sudah menjelang siang, Marcel bangkit lalu merunduk disamping Vika yang sedang berdiri. Pria itu menggapai pinggang Vika dan mencium perut rata istrinya.


" Kamu baik-baik disana ya sayang " bisiknya pelan pada perut rata istrinya. Mata Vika membulat dan dia membeku


' Gawat! Papa bisa marah besar jika aku ketahuan sudah hamil duluan' batin Vika gelisah. Pak Trisna memandang bingung kelakuan menantunya Marcel


" Apa yang sedang nak Marcel lakukan?" tanya pak Trisna bingung, Marcel bangkit dari jongkoknya dan tersenyum simpul. Dia mulai mengerti keadaan saat melihat Vika yang membeku dan kebingungan pak Trisna


" Aku sedang bicara dengan calon anakku yang akan segera hadir, ya berharapnya seperti itu pa" jawab Marcel. Pak Trisna mengerutkan kening namun sejurus kemudian tertawa lebar

__ADS_1


" Sepertinya nak Marcel juga tidak sabar ingin punya anak . Papa yakin anaknya pasti akan segera hadir kalau kalian rajin bikin ritualnya" ujar pak Trisna dengan tidak tahu malunya, Marcel tersenyum setuju


" Itu pasti pa" jawabnya sangat sepemikiran dengan ayah mertuanya itu sedang Vika wajahnya sudah memerah antara malu dan kesal karena dua pria beda usia didepannya, bahasan keduanya tentu saja sangat menyudutkannya sebagai pemilik rahim tapi, setidaknya Vika masih bisa bernafas lega. Untung papanya tidak curiga


πŸ€πŸ€πŸ€


" Bagaimana?" tanya Markus pada anak buahnya yang ditugaskan untuk memantau Marcel


" Tidak ada pergerakan pak dan sepertinya perusahaan pak Marcel juga tidak sedang memproduksi barang baru apalagi pak Marcel baru saja melangsungkan pernikahannya dan mungkin akan butuh waktu untuknya kembali terfokus pada produksi barang baru" jelas si anak buah yang membuat Markus memijat kepalanya kesal. Dia memang berhasil menggagalkan produksi Marcel tahun ini namun saingannya itu dapat bangkit dengan mudah secara finansialnya semakin meningkat apalagi suntikan dana untuk perusahaan Marcel tidaklah sedikit yang berinvestasi hingga Markus sempat terpikir guna-guna apa yqng digunakan Marcel pada para investor agar mau menginvestasi pada perusahaannya. Saham-sahamnya juga meningkat pesat, banyak sekali yang tertarik menanam saham pada perusahaan Marcel hingga dirinya selalu kalah telak walau sudah berusaha menjatuhkan


" Sekarang dimana dia?" tanya Markus lagi masih merasa panas di hati. Marcel tidak akan pernah menikah jika bukan karena campur tangannya walau awalnya itu adalah jebakan yang dipersiapkannya untuk pria itu dan gadis bernama Vika. Markus juga dibuat terkejut dengan fakta bagaimana cara Vika bisa meloncat dengan baik dari balkon apartemennya ke balkon apartemennya Marcel. Gadis yang terlihat lemah itu ternyata gesit juga


" Pak Marcel terpantau baru saja meninggalkan kediaman mertuanya dan sekarang sedang menuju kantornya"


" Tetap pantau dirinya dan kasih kabar terbarunya padaku"


" Sial" desisnya marah. Lagi-lagi dirinya kalah dari Marcel padahal Marcel tidak melakukan apapun. Teringat olehnya akan masa dua belas tahun yang lalu saat dirinya masih satu sekolah dengan Marcel dan dirinya selalu kalah dari Marcel, pria itu selalu berada di peringkat pertama akan segalanya dan dirinya harus selalu berada dibawah Marcel atau selalu nomor dua baik dari segi prestasi, kepopuleran, ataupun ketampanan dan kekayaan. Sejak itulah Markus selalu berusaha membuat Marcel jatuh agar dirinya bisa berada di tingkat pertama dan membuat rasa iri itu berubah menjadi rasa benci dan ingin menghancurkan sampai sekarang walau setahun kemudian Marcel pindah sekolah ke luar negeri tanpa diketahui alasan dan sebabnya dan saat Marcel kembali malah semakin membuat Markus naik pitam karena pria selalu di nomorsatukan dari jajaran para eksekutif muda


Markus juga berusaha mendekati Vina , kekasih Marcel yang juga merupakan seorang putri dari pengusaha kelas atas hingga rencananya berjalan dengan lancar dan dirinya berhasil meniduri wanita itu sekaligus merebutnya dari Marcel yang otomatis Vina ikut andil dalam membantu Markus melalui ayahnya


πŸ€πŸ€πŸ€


Menatap tajam pada foto ditangannya, Marcel seperti mengenali sosok di foto tersebut

__ADS_1


" Bagaimana perkembangan penyelidikan kalian tentang pencuri sialan ini?" tanya Marcel pada sang asisten di sampingnya


" Umpan yang kita taburkan belum dimakan tuan tapi itu menjadi keuntungan juga buat kita karena banyak penghasilan yang berhasil masuk. Tapi, kami mendapatkan kecocokan dengan satu orang berdasarkan siluet ini tuan "


" Kecocokan? Berikan padaku data kecocokannya biar segera kutangkap pencuri sialan itu"


" Tapi tuan, wanita yang cocok itu..." ujar sang asisten sulit untuk berbicara lebih lanjut


" Berikan saja padaku" Marcel yang tidak sabar merebut kertas data perbandingan ditangan asistennya dan dibuat terbelalak dengan apa yang dilihatnya


" Apa maksudnya ini?" tanyanya terkejut


" Itulah hasil dari data penyelidikan yang kami kumpulkan tuan "


" Data ini dapat dipercaya?"


" Itu tidak sepenuhnya akurat tuan, itu baru tes kecocokan dan kebetulan siluetnya cocok dengan tubuh mantan kekasih Anda tuan, nona Silvina" Marcel menatap lekat gambar Vina yang tersenyum bebas persis seperti siluet pencuri V


" Klarifikasi secepatnya, kalau benar dia pencurinya bawa dia ke hadapanku biar aku urus wanita ******** itu"


.


.

__ADS_1


.


Kritik dan saran diharapkanπŸ™πŸ™


__ADS_2