My Destiny Love

My Destiny Love
28. Salah langkah


__ADS_3

Sejak saat itu, tidak ada lagi sikap hangat yang ditampilkan oleh Marcel. Vika mencintai Markus, dan Marcel akan membiarkannya walau Marcel terus menuntut haknya sebagai suami dan tidak ada penolakan


" Nanti malam bersiaplah, kita ada undangan pesta dari tuan Helion, aku akan menjemputmu setelah selesai bersiap" kata Marcel dengan ekspresi datar dan tanpa menatap kearah istrinya. Dia menghabiskan sarapan paginya dengan damai dan langsung bangkit hendak pergi begitu selesai dari sarapannya


Vika yang merasa diacuhkan selama beberapa hari ini sudah merasa kesal, suaminya itu hanya hangat saat diranjang dan ketika ada maunya selebihnya hanya menampilkan wajah datarnya sepanjang hari dan terkesan cuek tidak peduli walau Vika terkadang sempat merasa suaminya itu terus mengawasinya dari jauh. Langkahnya bergerak cepat menghadang langkah Marcel. Dia tahu tindakannya ini mungkin akan memicu sisi hyper Marcel. Vika perlahan mulai mengerti dengan sifat hyper suaminya itu dan itu sepertinya hanya berpengaruh pada dirinya saja, suaminya itu bahkan sangat tidak peduli dengan wanita lain di sekitarnya tapi kalau dirinya berpakaian sedikit terbuka saja, Vika harus bersiap jadi santapan suaminya


" Dasimu belum terpakai" ujarnya melihat pada leher sang suami yang kosong dari dasi. Marcel mengerutkan keningnya


" Aku memang sengaja tidak memakai dasi hari ini" Vika melongo dengan jawaban itu, wajahnya memerah malu


" Tapi pakaianmu sedikit kusut, biar aku rapikan" Vika langsung beralih dengan alasan yang tidak masuk akal sedang tangannya langsung menyelinap dibalik jas suaminya merapikan kemeja yang membungkus tubuh proposional suaminya



" Sudah" ujarnya mendongak dan langsung bertatapan dengan pandangan berkabut Marcel. Seperti yang sudah diduganya, suaminya sangat mudah sekali berhasrat padanya dan dengan sedikit sentuhan terakhir dapat dipastikannya kalau suaminya itu akan langsung on mode buasnya


Vika sedikit berjinjit mencoba menggapai wajah sang suami dan mengecup pelan bibir yang selalu mencumbunya selama ini


" Semangat bekerjanya ya, hati-hati dijalan" lirih Vika langsung menunduk, merasa sangat malu dengan sikapnya tadi. Apalagi dengan tatapan menggoda para pelayan yang melihatnya. Terlihat sekali dirinya sebagai seorang istri yang sedang menggoda suaminya yang lagi marah


Marcel terdiam, apa ini? Apa Vika sedang membuat drama kalau mereka adalah pasangan yang harmonis. Baiklah, Marcel akan ikut memerankan bagiannya apalagi dirinya tidak dapat menolak undangan menjurus seperti ini bukan. Tangannya bergerak dengan cepat membingkai pinggang sang istri lalu menyunggingkan senyum miringnya pada Vika yang terkesiap dengan gerakan tiba-tiba suaminya


Marcel langsung menyatukan bibirnya dengan bibir sang istri dalam ciuman penuh hasratnya sedang tangannya mulai bergerak menjelajah. Vika diam-diam mengutuk dirinya sendiri dalam hati, bagaimana dia bisa bertindak seberani ini dan salah mengambil langkah. Vika lupa, kalau suaminya itu sering tidak tahu tempat kalau bertindak, seperti sekarang ini. Apa Marcel ingin menelanjanginya di ruang makan ini, didepan para pelayan. Vika melepas paksa tautan bibirnya dengan Marcel yang sudah tidak terkendali

__ADS_1


"Marcel, kamu harus berangkat ke kantor, nanti terlambat" dengan nafas terengah-engah, Vika mencoba mengatakan alasannya sebelum Marcel kembali lepas kendali. Marcel tersenyum penuh maksud. Persetan dengan pekerjaannya, lagian hari ini tidak ada jadwal penting untuknya


Gerakannya dengan cepat meraih Vika kembali dalam pelukannya


" Terlambat untukmu melarikan diri sekarang. Penuhi tugasmu" bisik Marcel dengan suara parau. Godaan yang Vika lancarkan benar-benar ampuh. Ingatkan dirinya agar jangan pernah lagi mengusik suaminya itu, sedikitpun jangan


" Tapi.." Vika masih ingin melayangkan protesnya sedang matanya bergerak-gerak gelisah dengan pandangan para pelayan


" Kalian semua keluar dari sini sekarang juga" teriak Marcel penuh penekanan yang tertuju pada para pelayan yang terdiam menonton adegan tuan mereka didepan. Karena teriakan perintah itu, para pelayan semuanya mulai membubarkan diri menjauh dari ruang makan tersebut. Vika membulatkan matanya melihat tindakan gila suaminya


" Kamu serius ingin melakukannya disini?" tanya Vika masih tidak dapat percaya


" Apa aku terlihat sedang main-main" Marcel langsung bergerak cepat ingin melepaskan hasratnya. Tidak lagi peduli dengan penampilannya yang sudah begitu berantakan. Pakaian keduanya berserakan memenuhi ruang makan tersebut dan akhirnya meja makan besar itu menjadi saksi dari hasrat menggebu-gebu suaminya


" Lain kali, jangan memancingku seperti itu" lirih Marcel mengusap kepala Vika lembut lalu mengecupnya dengan penuh kasih sayang. Andaikan bukan karena fakta Vika mencintai Markus, pasti Marcel akan sepenuh hati menyalurkan rasanya pada Vika. Tangannya terulur menuju perut istrinya yang terpejam kelelahan


Vika jatuh tertidur karena kelelahan, dia bahkan tidak sadar kalau saat ini sudah berada didalam kamar dibaluti selimut tebal yang menghangatkan tubuhnya. Suaminya memindahkannya kekamar tanpa disadarinya


Melirik jam yang sudah memasuki waktu siang, Marcel mendesis sembari melangkah ke kamar mandi mengabaikan puluhan panggilan dari asistennya. Marcel menatap pantulan dirinya di cermin wastafel, tidak ada yang salah dari fisiknya dan dia juga pria yang terbilang mapan dalam finansial. Jadi, apa yang membuatnya tidak setara dengan seorang Markus


Marcel tertawa, menertawakan bayangan dirinya saat tersadar perasaan tidaklah dapat dipaksakan. Marcel harus sadar diri kalau selama hidupnya tidak ada satupun wanita yang benar-benar tulus mencintainya, tidak juga ibunya


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€

__ADS_1


Baru saja sampai di kantornya dan menerima jadwalnya dari sang asisten, Marcel sudah kembali diseret oleh sahabatnya Billy ke kantor Mike


" Apa lagi sekarang Bil?"


" Aku menemukan fakta kalau Imelda masih hidup. Sahabat kita Mike sudah di tipu oleh bandot tua sialan itu" jawab Billy terlalu kesal


" Lalu apa hubungannya denganku?"


" Tentu saja sebagai sahabat kita harus memberitahu kebenaran ini pada Mike, dia sudah terlalu jauh melangkah hingga akan sulit bagi Mike kembali jika kita tidak menerangi jalan untuknya" ujar Billy membuat Marcel memutar matanya malas


" Sejak kapan kau jadi seorang yang pandai berkata-kata! Kau tidak lihat, aku sedang sibuk. Perusahaanku lagi banyak masalah sekarang. Aku harus segera menyelesaikan semuanya sekarang. Kenapa tidak kau ajak Eric saja"


" Percayalah, Eric lebih sibuk daripada dirimu. Dia akan segera menikah dan aku tidak ingin terlibat dalam masalah dengan singa betinanya. Calon istri Eric mengerikan"


" Kalau begitu, pergilah sendiri saja sana " Marcel semakin tidak peduli


" Dasar teman tidak berperikemanusiaan" pluukk, Billy memukul pelan belakang kepala Marcel


" Ayo ikut denganku" lalu langsung menyeret sahabatnya itu ke tempat Mike tidak peduli dengan Marcel yang meringis karena pukulannya serta protes Marcel yang tidak ingin ikut Billy. Dia terus menarik Marcel untuk ikut dengannya


.


.

__ADS_1


.


Kritik dan saran diharapkan๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2