
Seorang gadis berjalan memasuki rumah paman dan sepupu tercintanya, sudah lama sekali dirinya tidak mendengar kabar dari sepupunya. Namun, kabar yang diberitahukan pamannya tadi pagi cukup mengejutkan dan langsung membuatnya mengambil langkah menuju rumah sepupunya untuk mengklarifikasi kabar yang didengarnya
" Katakan! Apa maksudnya kamu akan menikah minggu ini" tanya Lisa, sang sepupu Vika langsung begitu bertemu dengan Vika.
Vika menghembuskan nafasnya pelan saat mendengar pertanyaan sepupunya
"Jadi, apa yang ingin kamu dengar dariku?"
"Semuanya, tapi sebelumnya aku ingin tahu siapa yang akan jadi calon suamimu. Bukan Markus kan?" tanya Lisa penasaran
"Bukan" jawab Vika lesu dan ragu. Lisa mendesah lega. Dia tidak rela sepupu tercintanya menikah dengan pria seperti Markus
"Lalu siapa?"
"Namanya Marcel Raveno, pria yang dulu merenggut ciuman pertamaku"
"Apa!!" Lisa cukup terkejut dengan pemberitaan itu
"Wow! Jadi, pria itu yang jadi calon suamimu tapi,bagaimana bisa kamu menikah dengannya, bukankah kamu telah bersumpah..."
"Aku terpaksa harus menikah dengannya" Vika memotong cepat perkataan Lisa
"Terpaksa! Kenapa?" Lisa semakin penasaran. Vika memandang sepupunya itu, seorang sepupu yang sudah dianggap kakaknya sendiri
" Karena aku saat ini..se-dang..mengandung..anak..pria itu" jawab Vika tersendat, dia sedikit ragu untuk memberitahukan hal itu pada Lisa
"Apa!!" teriak Lisa kembali dibuat terkejut tidak percaya
"Kamu hamil" lanjutnya masih dengan nada besar. Vika dengan reflek menutup mulut sepupunya itu
"Jangan keras-keras, nanti papa dengar. Papa tidak tahu kalau aku hamil. Jadi, tolong tenanglah Lisa" ujar Vika sedikit panik dengan reaksi Lisa
"Tapi, bagaimana bisa? Kapan kalian melakukannya?" tanya Lisa langsung sesaat setelah melepas tangan Vika yang membekap mulutnya
Vika kembali menghelakan nafasnya dan mulai menceritakan kronologis kejadiannya pada Lisa yang mendengarnya dengan penuh perhatian
__ADS_1
"Begitulah kejadiannya" tutur Vika dengan lesu sedangkan sang sepupu sudah berbinar-binar mendengar cerita gadis itu
"Pasti sangat menyenangkan ya?" tanyanya pada Vika yang melongo mendengar pertanyaan Lisa
"Menyenangkan? Kau gila Lisa. Aku bahkan sulit berjalan selama seminggu karena kebrutalan pria itu" jawab Vika kesal yang malah semakin membuat Lisa tertarik untuk mengetahui lebih lanjut
" Kalau kamu bisa seperti itu, pasti pria itu sangat perkasa" ucap Lisa semakin tertarik sama cerita Vika
"Iya, dia memang cukup perkasa tapi.."
"Oh..kenapa kamu selalu lebih unggul dariku. Dulu kamu yang lebih dulu merasakan bagaimana berciuman dan sekarang kamu juga sudah merasakan bagaimana rasa bercin.."
"Tapi semuanya tidak sesuai dengan bayanganmu, Lisa"
"Tetap saja aku iri. Aku juga ingin merasakannya tapi sampai sekarang aku masih belum mengerti dengan hidupku" tutur Lisa yang ingatannya teringat pada kejadian antara dirinya dengan seorang pria miskin bernama Eric mananta
" Ingin merasakannya? Kau benar-benar sudah gila, lisa. Sepertinya otakmu memang sedang bermasalah ya" kata Vika tak percaya dengan pemikiran sepupu terkasihnya. Vika menatap sepupunya itu dan matanya berhasil menangkap hal lain pada tubuh lisa
"Apa ini?" tanya Vika sembari menyentuh kulit leher Lisa yang memerah, sontak Lisa menyentuh lehernya dan wajahnya langsung berubah merah
"I-ini bukan apa-apa kok" Lisa mencoba mengelak, Vika tersenyum curiga. Matanya mendelik kearah Lisa
"Baiklah, aku mengaku. Ini memang kissmark" akui Lisa akhirnya dan Vika hanya mengangkat alisnya tanda tidak lagi terkejut
"Dan siapa pria beruntung itu?"
" Bukan siapa-siapa. Dia hanya pria miskin yang tampan" ujar Lisa lagi, Vika tersenyum
"Sepertinya kamu sudah menemukan pawangmu, Lisa" goda Vika tertawa mengejek
" Itu tidak seperti yang kamu pikirkan, yang terjadi pada kami itu kecelakaan" Lisa kehabisan kata-kata untuk menjelaskan pada Vika
"Begitupun denganku, yang terjadi denganku juga kecelakaan, Lisa" jawab Vika tidak mau kalah
"Jadi, intinya kita sama-sama kecelakaan dan dampak padamu lebih parah dari diriku, setidaknya aku tidak sampai pada hubungan badan hingga harus hamil, kasihan sekali dirimu Vik" Vika tertawa mendengar tuturan sepupunya
__ADS_1
"Tapi, aku akan segera menikah lho, terus bagaimana denganmu?"
"Iya..iya..iya kamu menang saat ini, tapi lihat saja nanti, aku akan segera menyusulmu" kata Lisa dengan wajah cemberut
" Memangnya siapa yang mau menikahi wanita galak sepertimu?" goda Vika lagi, dia suka saat melihat wajah kesal sang sepupu
" Banyak pria yang mau kok denganku" kata Lisa percaya diri, Vika semakin menampilkan tawa lebarnya
"Ya, semoga saja ada" ujarnya sambil terus tertawa walau diam-diam Vika menekan hatinya menahan ngilu. Masih banyak yang belum dikatakannya pada sepupunya itu tentang pernikahannya yang lebih terlihat seperti pernikahan kontrak berbatas waktu dengan janin dikandungannya sebagai alasan
๐๐๐
Seminggu berlalu dengan cepat. Vika menunggu dengan cemas acara pemberkatan pernikahannya dengan Marcel
"Bagaimana ini? Apa ini semua sudah benar kulakukan?" batinnya bertanya-tanya
'Tapi bagaimana dengan Markus' Vika bahkan tidak memberitahu perihal pernikahannya pada Vina supaya Markus tidak mengetahuinya. Dia masih ragu dengan jalan yang dipilihnya
Disebuah ruangan yqng lainnya. Marcel tersenyum memandang pantulan dirinya di cermin, dia tampak seperti pangeran negeri dongeng yang sebentar lagi akan memperistri seorang wanita. Marcel bahkan turut mengundang musuh bebuyutannya yaitu Markus dan mantannya, Vina yang kini telah jadi kekasih Markus
Tidak lama kemudian, acara resepsi dimulai dan dua sejoli itu dinyatakan sah sebagai sepasang suami-istri. Marcel tampak menikmati pernikahan itu tapi tidak dengan Vika, gadis itu tercekat saat matanya melihat Markus dan Vina yang menghadiri acara itu. Dua orang itu juga terlihat terkejut dengan pernikahan Vika dan Marcel
"Jadi, Marcel serius dengan perkataannya" batin Vina berujar
"Sialan, pria brengsek itu menghancurkan sebagian rencanaku. Bagaimana jika si pencuri V tahu, kalau aku gagal mendekati Vika dan kini Vika malah menikah dengan Marcel. Aku berada di posisi yang tidak menguntungkan" batin Markus memandang penuh dendam kearah Marcel yang menampilkan senyum sinis pada dirinya dan Vina. Sebenarnya Markus sendiri tidak tahu identitas asli dari pencuri V dan itulah yang membuat dirinya cukup sulit apalagi bayaran yang diinginkan pencuri itu gagal dilakukannya
"Kamu terlihat sangat cantik sayang" ucap Marcel pelan ditelinga Vika yang hanya menunduk, merasa tidak menentu dengan perasaannya
Mendengar itu, sontak Vika memandang wajah Marcel yang tersenyum. Pria itu terlihat begitu tampan dan begitu sempurna. Wanita manapun pasti akan sangat bahagia bisa menikah dengan Marcel, tak terkecuali dirinya ,tapi ikrar sumpahnya tidak mengijinkannya untuk merasakan kebahagiaan itu
Vika bahkan kini sudah bisa dibilang melanggar sumpahnya karena menikah dengan pria lain selain Markus dan dirinya takut karena pelanggarannya itu akan membawa suatu petaka besar dalam hidupnya
.
.
__ADS_1
.
Kritik dan saran diharapkan๐๐