
Hari berlalu, Marcel hampir berhasil menjatuhkan Markus dari dunia bisnis perindustrian sampai dia tersadar kalau satu lot sahamnya sudahlah berpindah tangan dan itu merupakan saham terbaiknya yang bernilai puluhan milyar. Dia menjadi berang saat mengetahui kalau yang selama ini memanipulasinya adalah seorang wanita dan wanita itu adalah Silvina, sang mantan kekasih. Vina sudah mencuri saham itu sejak lama dan Marcel bisa terbodohi begitu mudah hingga tidak menyadarinya.
Marcel mendesis marah. Kenapa seluruh wanita didunia ini tidak ada yang tulus padanya, semuanya selalu memanfaatkannya dan menggunakannya sebagai alat. Dulu, ibu kandungnya melatihnya dengan begitu keras di usianya yang masih kanak-kanak. Marcel tidak memiliki teman, hari-harinya dilewati dengan belajar karena dia sudah dipersiapkan sebagai satu-satunya penerus keluarganya. Masa kecilnya terlewati begitu saja tanpa pernah mengetahui bagaimana itu tawa bahagia. Didikan keras dari kedua orang tuanya yang kadang juga tidak segan-segan memberinya pukulan membuat Marcel hidup dalam dunia yang begitu dingin, tidak ada kasih sayang di hatinya. Dia melewati saja orang-orang yang mungkin bisa ditolongnya. Tidak ada senyum, tidak ada tukar sapa dan tidak ada hasrat akan kehidupan
Hingga, kejadian dimana dia dirampok oleh segerombolan preman hingga hampir saja kehilangan nyawanya. Waktu itu dia baru saja memasuki sekolah menengah pertama dan hari naas itu datang padanya. Sekelompok preman menghadang dan mengambil seluruh barang-barangnya dan juga akan menghabisi nyawanya saat Marcel mencoba berontak. Ketika nyawanya sudah dirasa tidak tertolong lagi, tangan malaikat itu datang menariknya, menyadarkannya pada arti kehidupan yang lebih dalam. Seorang remaja pria tampan yang seumuran dengannya memukuli para preman itu lalu menarik tangannya untuk berlari jauh walau tubuhnya juga ikutan terluka
Setelah mereka lolos dari kejaran preman itu, Marcel menatap wajah remaja lusuh didepannya. Wajah remaja itu begitu tampan tapi penampilannya sangatlah lusuh. Remaja yang akhirnya dikenali Marcel bernama Eric Mananta dan teman pertamanya yang kini berubah menjadi sahabat rasa saudara. Eric sedikit menyadarkannya akan makna dari sebuah kehidupan dan Marcel juga banyak belajar dari kehidupan Eric yang penuh dengan kekurangan
Marcel yang dulunya egois menjadi lebih penyayang, yang dulunya tidak tersentuh mulai sedikit menghangat hingga doktrin ibu dan ayahnya mulai kembali memenuhi hari-harinya. Marcel dilarang keluar untuk bermain dan dilarang untuk berbaur dengan Eric hingga Marcel kembali bertemu seorang yang juga menjadi teman pertamanya di sebuah galeri seni khusus untuk konglomerat, temannya itu bernama Billy Anderson dan dari keluarga berada
Tahun pun berganti dan Marcel duduk di bangku kelas 3 sekarang
Marcel yang sudah tidak dapat mengingkari nuraninya lagi mulai ingin membantah orang tuanya. Di perjalanan menuju sekolahnya, dia menemukan sejumlah preman yang ingin melecehkan seorang gadis remaja hingga tanpa berpikir panjang, Marcel berteriak menantang para preman itu dan membiarkan gadis remaja itu pergi. Walau akhirnya dia kembali hampir kehilangan nyawa, Marcel koma setelah dipukuli secara brutal oleh para preman itu dan orang tuanya membawanya keluar negeri untuk berobat hingga akhirnya Marcel juga melanjutkan pendidikannya disana
Kembali ke dalam negeri, Marcel bertemu kembali dengan dua teman pertamanya, Eric dan Billy karena orang tuanya sudahlah tidak terlalu memperhatikan pergaulannya saat itu. Hingga Billy akhirnya memperkenalkan Mike padanya yang membuat empat serangkai mereka seperti sekarang.
Marcel mulai mengenal cinta saat pertama kali mengenal sosok Vina yang begitu menarik matanya dan menjalin hubungan asmara dengan gadis itu. Tidak lama setelahnya, berita kecelakaan orang tuanya menjadi dasar baginya membebani tanggung jawab besar di pundaknya dalam meneruskan usaha keluarganya. Marcel terus larut dalam pekerjaannya dan selalu tersenyum senang karena ulah sahabat dan sang kekasih hati
Pengkhiatan Vina menjadi tombak dasar, dirinya kembali jatuh kedasar jurang yang tak menentu. Apalagi sang kekasih selingkuh dengan musuhnya, yang selalu mencari masalah dengannya. Dan kini, istrinya pun mengkhianatinya. Wanita yang sudah dinikahinya secara resmi itu, ternyata mencintai musuhnya dan bekerja untuk musuhnya
__ADS_1
" Cari Silvina sekarang dan bawa dia kehadapanku" perintah Marcel tegas yang langsung di turuti oleh asisten Tommy
Sedangkan di sisi lain, Markus sudah kembali memanipulasi seorang Silvina yang tidak bisa berbuat apa-apa kalau video mesumnya masih ada pada Markus. Dia menyesali semuanya, menyesal pernah terjatuh dalam pelukan iblis seperti Markus disaat dirinya terlindung dibawah sayap malaikatnya Marcel
" Kau tidak bisa melakukan itu, Markus. Aku akan mengembalikan saham itu pada Marcel, itu punya dia"
" Oo tidak bisa seperti itu sayang" ucap Markus sembari membelai pelan wajah Vina dengan nada mengancam
" Kau tahu! Saham perusahaanku anjlok setelah berita yang dibeberkan si sialan itu dan sekarang para investor malah menarik kembali saham mereka yang tersisa di perusahaanku setelah terbukti kalau produksi kami itu hasil curian"
" Kau pantas mendapatkannya" desis Vina tajam membuat Markus tertawa keras
๐๐๐
Vika melihat pantulannya di cermin kamar mandi. Sebuah lingerie tipis berwarna pink soft membaluti tubuhnya dan wajahnya sudahlah di rias dengan begitu cantik. Vika tidak henti-hentinya menelan ludah karena gugup.
Malam ini merupakan malam dimana dia harus melayani suaminya dengan baik setelah Marcel menepati janjinya yang tidak akan menyentuhnya selama seminggu ini
Marcel pulang awal sore tadi dan Vika dapat menilai kalau suaminya itu sedang kesal dari mimik wajahnya. Tapi, Vika tidak mencoba bertanya apa penyebabnya
__ADS_1
Vika menatap pintu kamar mandi yang akan menghubungkan dirinya dengan sang suami yang mungkin sudah berada diatas ranjang. Setelah memastikan dirinya sekali lagi, Vika mulai melangkah dengan wajah memerah malu, dia akan cosplay jadi wanita penggoda untuk suaminya malam ini
Kleekk
Suara pintu kamar mandi terbuka. Vika melangkah dengan wajah menunduk malu, pakaian yang dipakainya sama sekali tidak melindungi lekuk tubuhnya dari pandangan sang suami
Vika menatap kearah Marcel yang terduduk diatas ranjang sembari bersandar pada dasbor ranjang sedang tangannya tampak memegang sebuah laporan, suaminya pasti sedang bekerja, pikir Vika
Kini dia terdiam menatap sang suami yang juga menatapnya tanpa berkedip, Vika yakin, suaminya itu sudahlah mode on sekarang. Dilihatnya Marcel menyimpan laporab ditangannya keatas nakas dan duduk tenang sembari memangku tangannya, dia tidak akan bertindak duluan dan Vika sadar kalau suami mesumnya itu menginginkan dirinya yang memulai malam ini
Vika menelan ludahnya apalagi saat matanya menatap senyum penuh minat suaminya yang mengiringi setiap langkah tertahannya mendekati suaminya itu. Begitu sampai didekat Marcel, Vika berdiri diam. Dia meremas ujung lingerienya bingung, tidak tahu harus bertindak bagaimana dan menatap Marcel yang memiringkan kepalanya, sama sekali tidak berniat membantunya. Kalau Marcel yang mulai duluan, mungkin Vika akan lebih mudah untuk melayani suaminya tanpa harus malu seperti ini
" Kenapa?" suara tertahan dilontarkan Marcel sembari menatap penuh godaan pada sang istri yang terlihat begitu gugup
.
.
.
__ADS_1
Kritik dan saran diharapkan๐๐