My Destiny Love

My Destiny Love
13. Hamil??


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Marcel sudah dibuat berang didalam ruangan kantornya, dia berteriak marah karena tidak bisa melakukan apapun. Marcel tidak bisa menuduh Markus sembarangan karena tidak ada bukti yang menguatkan, Marcel sadar, dia selalu tertinggal langkah dengan Markus dalam menyusun rencana apalagi pikirannya saat ini sedikit bercabang dengan masalah-masalah sahabatnya. Walaupun dirinya dingin dengan siapapun tapi tidak dengan para sahabatnya


Marcel merasa sangat marah tidak bisa membekuk seorang Markus yang sudah menjebaknya dan dia baru saja merusak kehormatan seorang gadis, Marcel merasa dirinya benar-benar seorang pengecut dan bajingan yang menyedihkan


"Tuan, kami menemukan sebuah berita baru" lapor asistennya


"Apa itu?" tanya Marcel dengan nada malas


"Identitas pencuri V mulai diketahui. Sepertinya dia seorang perempuan" ujar asistennya menjelaskan sambil menyerahkan selembar foto ke depan Marcel. Dengan segera Marcel menyambar foto itu dan mulai memperhatikan gambar seseorang yang berdiri menyamping dalam kegelapan. Siluet pencuri itu tampak seperti tubuh seorang perempuan dan Marcel merasa seakan mengenal perempuan itu


"Kau sudah mengetahui siapa dia?"


"Kami sedang melacak keberadaannya tuan"


"Apakah sesulit itu bagi kalian hanya untuk menangkap satu manusia ini saja?" Marcel mulai merasa kesal dengan gerak lambat tim yang dikhususkannya untuk menangkap pencuri itu


"Saat ini sedikit sulit bagi kami karena pencuri ini tidak lagi melakukan pergerakan" jawab sang asisten dengan menunduk


"Lalu apa rencana kalian sekarang ini?"


"Kami akan memancing dengan mengeluarkan produk baru, kami perhatikan pencuri ini kerap muncul saat menjelang perilisan produk baru kita dan dia mencurinya untuk lawan"


"Lakukan secepatnya, pencuri ini menjadi kunci kita untuk menghancurkan lawan kita"


"Baik tuan" ujar asistennya dan pamit melangkah pergi sedangkan Marcel masih memandang tajam foto didepannya


"Tunggu saat aku menangkapmu pencuri sialan! Kau akan tahu telah berurusan dengan siapa"

__ADS_1


πŸ€πŸ€πŸ€


Sesuai seperti yang disuruh Marcel. Pak Trisna tidak menanyakan apapun pada Vika tentang kejadian hari itu yang diketahuinya sebagai kecelakaan. Pak Trisna bahkan menyewa seorang pelayan khusus untuk Vika sesuai seperti yang diinstruksikan oleh Marcel


Pelayan tersebut melayani dengan baik semua keperluan Vika hingga seminggu kemudian setelah kejadian dirinya dengan Marcel, Vika sudah kembali seperti sedia kala walau dirinya masih pada pelayan yang mengurusnya. Pelayan itu jelas mengetahui apa yang terjadi padanya dan dengan jelas dapat melihat bekas-bekas percintaan di tubuhnya beberapa hari yang lalu


Pelayan yang merupakan seorang perempuan paruh baya itu hanya tersenyum mengerti akan keadaan Vika walau tidak tahu itu termasuk tindakan asusila atau BDSM yang terjadi pada Vika


Kini Vika sudah mulai kembali melakukan aktifitasnya seperti biasa, papanya kembali menyuruhnya untuk pergi ke perusahaan yang tentu saja ditolaknya, dirinya masih merasa sangat malu jika nanti tidak sengaja bertemu Marcel


Namun, perintah papanya adalah perintah mutlak yang tidak dapat dibantahnya dan disinilah dirinya, berada dalam ruangan kantor papanya sebagai pengganti sang papa


Vika bahkan tanpa sadar sudah melupakan seorang Markus selama seminggu ini, pikirannya hanya dipenuhi oleh pria pertamanya yaitu Marcel. Vika menghembuskan nafasnya kasar dan mulai melakukan tugasnya memimpin perusahaan papanya sebagai direktur utama


Saat dirinya sedang sibuk mempelajari berkas-berkas kantor tersebut, Vika merasakan sesuatu yang lain dengan tubuhnya. Dirinya merasa sangat mual dan ingin muntah, kepalanya terasa sangat pusing


'Oh Tuhan! Tidak! Tidak mungkin dirinya hamil kan?' pikir Vika resah


Karena tidak ingin menduga-duga, Vika segera pergi ke apotik untuk membeli tespack dan mulai memeriksanya dengan was-was. Dengan sangat perlahan Vika mulai melihat garis merah dibenda itu dan jantungnya seakan berhenti berdetak saat melihat dua garis merah muncul dibenda tersebut yang menandakan dirinya positif hamil.Dia mengandung anak Marcel


Vika tidak dapat mempercayainya, dia kembali mengulangi pengecekannya, berharap hasil yang pertama tadi adalah kesalahan namun, hasil yang keluar tetaplah sama saja. Dua garis merah itu sudah seperti kutukan baginya yang memvonis dirinya benar-benar sedang mengandung


Vika jatuh terduduk, dia tidak dapat mempercayai kenyataan itu. Perlahan tangannya terangkat menyentuh perutnya yang masih rata dan disana mulai tumbuh sebuah kehidupan baru. Vika menangis, haruskah dia memberitahukan pada Marcel tentang kehamilannya? Tidak, dia sudah bilang pada pria itu untuk melupakan segala kejadian tentang mereka


Lalu apa yang harus dilakukannya sekarang? Menggugurkannya? Tidak! Vika tidak akan melakukan itu, janinnya pantas untuk hidup terserah bagaimana proses hingga janin ini hadir dalam kandungannya. Tidak bisa memberitahukannya pada Marcel, tidak juga bisa menggugurkannya lalu apa yang harus dilakukannya dengan semua ini. Vika kembali tertunduk menangis, dia kebingungan


πŸ€πŸ€πŸ€

__ADS_1


Beberapa hari kemudian, Vika mampu menjaga rahasianya dengan baik. Tidak ada seorang pun yang mengetahui tentang kehamilannya, namun ketakutan mulai merasuki dirinya


'Bagaimana jika papanya mengetahuinya, apa yang akan terjadi?'


Saat ini dirinya sedang berada di sebuah restoran melamunkan nasibnya ketika tiba-tiba Markus dan Vina menghampirinya


"Hey Vik! Kamu ada disini juga" seru Vina dengan riang saat melihat Vika yang tampak duduk melamun disebuah meja. Vika tercengang dengan seruan itu


"I-iya Vin, kamu disini juga ternyata" jawab Vika gugup memandang Markus. Entah kenapa Vika tidak lagi merasa senang saat bertemu Markus malah sebaliknya, Vika merasa awal dari masalah yang dihadapinya berasal dari Markus


Akhirnya Vina dan Markus memilih duduk satu meja bareng Vika dan tepat didepan Vika yang sedang ingin sendiri sebenarnya. Vika meremas kuat telapak tangannya saat melihat Vina begitu sok romantis dengan Markus, Vika dapat memakluminya karena mereka adalah sepasang kekasih tapi tidak harus didepannya juga kan bermesraannya?


Di tempat lain, Marcel tidak dapat menghilangkan pikirannya dari memikirkan seorang Vika. Marcel merasa seakan ada suatu ikatan antara dirinya dengan gadis itu seperti sebuah magnet yang akan saling menarik satu sama lain


Marcel tidak akan mengelak kalau dirinya merindukan gadis itu. Namun, dirinya tidak bisa mendekati Vika karena kesepakatan mereka diawal bahwa mereka akan melupakan semua yang terjadi diantara mereka dan apakah akan semudah itu? Tentu saja tidak, takdir punya cerita yang lebih indah untuk mereka


Karena tidak bisa mengontrol pikirannya yang dipenuhi oleh gadis pertamanya itu apalagi saat dirinya mengingat gadis itu yang polos tanpa benang seutas pun ditubuhnya membuat hasrat Marcel keluar dengan sendirinya


"Sial" umpatnya sesaat sebelum melangkah keluar dari kantornya menuju sebuah restoran untuk makan siang atau sekedar minum kopi agar dapat menjernihkan pikirannya


.


.


.


Kritik dan saran diharapkanπŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2