My Destiny Love

My Destiny Love
52. Pengakuan perasaan Marcel


__ADS_3

Ucapan demi ucapan yang diucapkan suaminya hanya mengambang di kepala Vika, dia tidak tahu harus bagaimana menggambarkan rasa bahagia di hatinya kini. Suaminya, penolongnya, cinta pertamanya serta dasar sumpahnya kini mengungkapkan cinta dengan begitu romantis


" Kenapa diam saja? Cepat balaslah!" Vika tersenyum mendengar nada suara suaminya yang pasti merasa begitu malu saat ini. Gemuruh suara para hadirin yang berteriak balas..balas..balas menjadi pengiringnya. Rasanya ingin sekali Vika mengerjai suaminya tapi ini bukanlah waktu yang tepat


" Aku juga mencintaimu, suamiku" balas Vika yang menyapu pelan air mata yang mengenang di sudut matanya


" Kalau begitu terimalah ini, sayangku" Marcel menyodorkan kuntum bunga ditangannya. Namun, Vika tidak mengambil uluran itu melainkan berhambur cepat memeluk tubuh suaminya


" Terima kasih..terima kasih" kata itu terus diucapkan Vika ketika sudah memeluk nyaman tubuh suaminya. Marcel diam-diam merasakan wajahnya bersemu merah. Apa yang dilakukannya saat ini memanglah sangat memalukan, pikirnya. Tapi, ketika bayangannya teringat pada mood sang istri yang buruk hanya karena satu kalimat cinta itu yang tak kunjung diucapkannya membuat Marcel menghilangkan rasa malunya dan membuat kejutan ini. Dia bukan pria romantis dan Marcel mengakuinya, tapi dia cukup hebat diatas ranjang, bangga batinnya


" Kamu senang?" tanya Marcel yang membalas pelukan sang istri walau cukup direpotkan dengan benda ditangannya. Vika mengangguk bahagia. Ini hari terbaiknya saat perasaannya tersambut dengan baik


" Kalau begitu! Bisakah kita ke hotel sekarang" kali ini Marcel memilih berbisik ditelinga sang istri pelan yang membulatkan matanya lalu sedetik kemudian langsung melepaskan diri dari suami mesumnya


" Kau gila!" tudingnya langsung membuat Marcel terkekeh dan para penonton hanya mampu menatap heran pasangan itu


" Aku hanya bercanda, sayang" kata itu terucap dengan begitu lugas, dan Marcel kembali menipu diri yang jelas-jelas ingin membawa sang istri ke kamar hotel sekarang


" Bercandamu tidak lucu"


" Baiklah, aku salah" mood wanita hamil memanglah merepotkan

__ADS_1


" Tapi, bukankah seharusnya aku mendapatkan hadiah" kata Marcel sembari menaikkan sebelah alisnya memberi kode dan Vika hanya mengerutkan keningnya bingung, dan sedetik kemudian mulai mengerti apa yang diinginkan sang suami sebagai hadiah untuk persiapannya ini.


Vika kembali melangkah mendekat setelah sebelumnya menjauh karena bisikan mesum suaminya, lalu berjinjit menggapai tengkuk suaminya dan mrmberikan sebuah ciuman lembut diatas bibir Marcel


Awalnya Vika hanyut dalam ciuman lembut mereka, bahkan dia lupa dimana keberadaan mereka saat ini. Namun tidak, saat suaminya mengambil alih. Tangan Marcel sudah menahan tengkuk Vika memperdalam ciumannya dan tangan satunya lagi bahkan sudah menjalar hendak meremas bongkahan favoritnya. Vika terkesiap dan melepas paksa ciuman dan tubuhnya dari pelukan sang suami


" Ini tempat umum" cicitnya dengan wajah memerah malu. Marcel melihat kesekelilingnya dan baru tersadar dimana mereka berada sekarang. Banyak mata yang kini berpaling dari memandang mereka, bahkan sebagian yang masih tergolong muda-mudi langsung memilih membuang wajah atau menunduk malu dengan pandangan yang disuguhkan. Marcel menarik nafasnya dalam lalu menghembusnya, dia tidak bisa sedikitpun berpikir jernih ketika sudah dihadapkan pada istrinya


" Kita cari hotel sekarang" bisiknya kembali pada telinga Vika


" Tapi.." kata ingin memprotes itu kembali tertelan oleh Vika saat sang suami sudah bertindak mengatakan kata-kata terima kasih pada setiap orang yang sudah ikut membantunya dalam mempersiapkan kejutan pada sang istri


Setelah semua bubar, Vika baru sadar kalau dekorasi indah itu memang khusus diatur oleh suaminya, terlihat oleh matanya kehadiran asisten Tommy dengan wajah semrawutnya mengintruksikan pekerja membongkar dekorasi itu. Wajar wajah asisten itu begitu, dikarenakan perintah atasannya sudahlah kelewat wajar. Ini akhir pekan tapi Marcel malah menyuruhnya bekerja. Kalau bukan karena bonus yang dijanjikan, maka asisten Tommy lebih rela bergelung dengan selimutnya saat ini. Kehidupan seorang jomblo sejati, habiskan akhir pekan dengan bermalas-malasan di rumah


" Kenapa menatapku?"


" Tidak, hanya saja aku merasa, kamu sangat cantik hari ini, istriku" bluss...seketika wajah itu merona. Sejak kapan suami gilanya bisa berkata-kata manis seperti itu? Pikir Vika


" Dasar perayu" ujar Vika lirih. Walau dia tahu itu hanyalah kata rayuan yang diucapkan suaminya agar dirinya mau ikut ke hotel, tapi Vika tetap saja merona


" Aku tidak sedang merayu sayang. Kamu memang sangat cantik" kata Marcel lagi yang kemudian berhenti saat melihat tukang foto jalanan yang berkeliling

__ADS_1


" Ada apa?" tanya Vika bingung saat sang suami berhenti tiba-tiba padahal tadi sudah buru-buru ingin segera menuju hotel


" Tunggu sebentar ya" Marcel memanggil tukang foto itu dan meminta untuk difotokan bersama sang istri. Lalu, keduanya mulai berfoto dalam beberapa gaya. Vika menatap wajah sang suami dengan mata berkaca-kaca, dia merasa begitu bahagia hari ini. Dimulai dari ajakan sang suami untuk jalan-jalan lalu ungkapan cinta yang diharapkan dan sekarang Vika dapat melihat betapa posesifnya seorang Marcel pada dirinya dari foto-foto yang tertangkap kamera


Dia sudah melakukan kesalahan besar pada sang suami dan juga telah salah paham padanya. Tapi, Marcel tidaklah seburuk itu menjadi seorang suami, kecuali ketika di ranjang dan wajah dinginnya yang terlalu dominan


" Yang ini bagus" kata Marcel memberi pendapat pada salah satu foto yang tertangkap kamera dimana dirinya memeluk sang istri dari belakang dan Vika yang menyandar manja di dada bidangnya sedang tangan keduanya berada di perut buncitnya, dimana sang buah hati kini berdiam walau nyatanya dia hadir tanpa sengaja


" Eum.." Vika mengangguk setuju. Ini merupakan kedua kalinya mereka berdua berfoto bersama setelah foto pernikahan mereka


" Ini akan sangat bagus untuk dilihat jagoan kita nantinya" ujar Marcel menatap penuh kebanggaan pada tangkapan foto itu. Vika semakin dibuat terharu dengan sikap sang suami hingga tanpa sadar air mata bahagia itu meluncur di pipi mulusnya. Ikrar sumpahnya dulu tidaklah salah menuju tujuan, Marcel memanglah satu-satunya prianya yang terbaik dalam segala aspek, walau kekurangan itu akan tetap ada sebagai tanda, bahwa tidak ada yang sempurna didunia ini


" Mas, mau mencari hotel sekarang?" kata Vika lembut sembari menyentuh lengan sang suami yang mengalihkan pandangan dari foto-foto itu terkejut. Vika sadar, tidak ada apapun dari dirinya yang memanglah berguna untuk dia banggakan didepan sang suami selain tubuhnya. Dan dia akan melakukan yang terbaik dalam pelayanan bagi Marcel, selagi tubuhnya masih bisa untuk semua itu. Dia memang tidak suka bersikap seperti ini, tapi suaminya menyukainya dan apa salahnya jika dia bersikap sedikit binal pada suaminya sendiri


" Jangan menyesal nantinya ya" geraman itu terdengar begitu jelas di telinga Vika ketika sang suami mendekatkan wajahnya dan berbisik dengan nada rendah. Apa nafsu suaminya memang sebesar itu? Pikir Vika dan tentunya dia harus menyiapkan diri dengan baik bukan?


.


.


.

__ADS_1


Kritik dan saran diharapkan🙏🙏


__ADS_2