My Destiny Love

My Destiny Love
43. Mabuk


__ADS_3

Tatapan tajam terus dilayangkan Marcel mengiringi tiap gerakan sang istri yang seperti sedang menggodanya padahal nyatanya Vika hanya sedang duduk sembari ngemil makanan kesukaannya, sepenuhnya mengabaikan tatapan sang suami yang terus menerus tertuju padanya.


Sehari telah lewat, Vika yakin kalau cacing alaska sang suami sekarang pasti sedang menggeliat minta dilepaskan dan Vika merasa begitu senang kalau suaminya itu menderita. Dia tertawa sendiri membayangkan bagaimana Marcel harus menuruti perintah dokter Keysha yang menyuruhnya agar tidak menyentuh Vika selama seminggu ini, padahal nyatanya itu adalah permintaan Vika sendiri yang meminta bantuan pada dokter Key agar bisa beristirahat dengan nyaman dimalam hari


" Daddymu pasti sangat menderita" bisik Vika pada janin diperutnya lalu tertawa senang. Mulutnya bahkan tidak berhenti dari mengunyah


Vika memang tidak mengalami kemauan yang aneh-aneh semenjak mengandung tapi terkadang emosinya yang berubah-ubah dan hal yang paling membuatnya senang adalah kesengsaraan sang suami, apalagi setelah Marcel sempat mengancamnya dengan hukuman karena ketahuan mencuri di perusahaan pria itu. Semakin inginlah Vika melihat suaminya itu kesusahan


Hari ini merupakan akhir pekan dimana sang suami libur dari kerjanya dan Vika dapat melihat kalau suaminya itu tampak menjauh dengan sengaja darinya dan hanya mengawasinya dari jauh


" Ah! Indahnya hari ini" gumam Vika sembari menghirup dalam-dalam udara segar dari taman dibelakang mansion suaminya, taman yang sama, dimana Marcel pernah mencumbunya


Tampak dari kejauhan Marcel berdiri memperhatikan sang istri yang menikmati harinya. Tatapannya menunjukkan sisi keinginan yang mendalam


" Sial!" desisnya kesal saat melihat sang istri yang menjadi candunya namun, tidak dapat dirinya sentuh untuk saat ini sedang Vika yang melihat Marcel melangkah menjauh dari memperhatikannya tertawa


" Kasihan juga Daddymu nak, tapi.." Vika menggantungkan ucapannya lalu melirik pada punggung Marcel yang menghilang dibalik tembok


" Dia tidak akan mencari wanita lain kan?" lanjutnya bergumam dengan rasa khawatir yang mulai merasuk dalam hatinya


πŸ€πŸ€πŸ€


Malamnya, Vika mengeluarkan kotak yang menjadi bukti kalau Marcel adalah penolongnya. Mungkin suaminya memang sudah lupa pada masa itu karena memang sengaja dihapuskan dari ingatan Marcel oleh orang tua suaminya. Tapi, Vika tidak akan pernah melupakan saat itu, saat dimana pemuda yang adalah suaminya telah memberikan kesempatan untuknya melanjutkan hidup sebagai wanita terhormat. Vika tidak akan pernah lupa pada sang penolongnya yang telah begitu berjasa bagi hidupnya


Malam ini, Vika berencana memberitahukan semuanya pada Marcel malam ini tentang kejadian yang mungkin sudah sepenuhnya terlupakan dalam memori suaminya. Vika akan menceritakan semuanya dan akan menjelaskan semuanya walau mungkin suaminya tidak akan percaya atau akan menganggapnya berkata omong kosong, Vika sudah bertekad untuk mengatakannya

__ADS_1


Vika mengambil potongan nametag suaminya lalu tersenyum membayangkan bagaimana reaksi Marcel nanti saat dia mengatakan yang sebenarnya tanpa menyadari kalau Marcel tengah mengawasinya dari jauh. Marcel berada dipintu kamar, ingin memasuki kamar mereka dan perlahan melihat situasi dalam kamar, memastikan Vika sudah tertidur atau belum dan matanya dapat melihat sang istri yang tersenyum bahagia sembari memegang potongan nametag yang dikiranya punya Markus


Tangannya terkepal dengan sendirinya saat memikirkan kalau istrinya itu masih saja terus memikirkan Markus, bahkan barang kecil yang pernah dibuangnya itu sangatlah berharga bagi sang istri hingga merepotkan diri mencarinya


" Markus sialan!" desisnya kesal lalu melangkah cepat memasuki kamarnya, mengambil mantelnya lalu kembali keluar dari kamar tersebut mengabaikan panggilan Vika yang bertanya bingung dengan tindakannya


Vika hanya mampu menatap punggung sang suami yang menghilang setelah membanting pintu kamar dengan kasar, Marcel terlihat sedang marah dan Vika bahkan tidak mengetahui apa penyebabnya. Dia menatap nametag ditangannya dan menghembuskan nafasnya, sepertinya rencananya gagal malam ini karena Marcel pasti pergi keluar terlihat dari pria itu yang pergi memakai mantelnya


πŸ€πŸ€πŸ€


Marcel menatap tiga sahabatnya bergantian. Mereka kini berkumpul disebuah Club atas ide dari si pembuat onar Billy Anderson. Marcel awalnya menolak, namun setelah melihat apa yang dilakukan istrinya tadi membuatnya akhirnya setuju berkumpul bersama para sahabatnya dan disinilah mereka sekarang, berkumpul ditempat yang dipenuhi suara bising tersebut


Marcel melirik pada Eric disampingnya, wajah sahabatnya itu sama tertekannya dengan dirinya


" Kau kenapa?" tanyanya pada Eric


" Tenanglah, kau tidak sendiri. Masalahku juga tidak kurang darimu" ujar Marcel, Eric terkekeh


" Terlihat dari wajahmu" timpal Eric setuju


" Ah! Mari lupakan saja masalah kita dan kita nikmati saja malam ini. Ayo minum" ajak Marcel yang diangguki oleh Eric, lalu keduanya larut dengan minuman mereka bahkan melupakan dua makhluk lainnya yang menatap mereka aneh



__ADS_1


Marcel meminum minumannya sembari sesekali mengoceh tentang para wanita yang tidak bisa tulus mencintainya dan Eric juga mengoceh tidak jelas tentang beban pikirannya. Beberapa Wanita penghibur mendekat kearah mereka namun, Billy langsung menghentikan langkah mereka agar tidak mengusik mereka berempat karena tidak ada satupun dari tiga sahabatnya yang suka diganggu oleh wanita, kecuali dirinya sendiri tentunya. Para wanita itu terlihat kecewa ditolak, namun tetap melangkah pergi. Mereka kehilangan kesempatan untuk melayani keempat pria tampan yang jarang terlihat berkumpul di club tersebut


Setelah keduanya terkapar karena mabuk, Billy sang sahabat langsung menggunakan kesempatan itu untuk mengerjai keduanya. Melakukan sesuatu yang pasti akan sangat menjijikan kalau kedua sahabatnya itu tersadar


" Ah! Pasti menyenangkan melihat istri mereka mengamuk setelah ini" ujar Billy sambil tertawa puas dengan mahakarya yang telah dibuatnya


" Menjijikan" desis Mike yang bertugas memegang ponsel mengvideokan kelakuan Billy pada dua sahabatnya yang lain


" Semoga saja kalian aman malam ini" batin Mike menatap dua sahabatnya yang uring-uringan dan kini sudah terkapar dengan penampilan seperti baru saja menghabiskan malam hebat dengan para wanita


πŸ€πŸ€πŸ€


Vika terlihat mondar-mandir di ruang tamu, menunggu kepulangan sang suami yang tidak diketahui kemana perginya. Matanya tertuju pada jam yang tergantung indah di dinding dan Vika semakin dibuat khawatir saat waktu sudah masuk tengah malam dan suaminya belum juga terlihat akan kembali. Vika khawatir terjadi sesuatu pada suaminya apalagi Marcel pergi dalam keadaan marah, setidaknya itulah yang dilihatnya tadi, saat Marcel pergi


" Sebenarnya kemana perginya daddymu nak?" Vika bertanya pada janinnya sembari mengusap perutnya pelan. Rasa khawatir terus saja merasuk dalam dirinya, bukan hanya khawatir terjadi apa-apa pada sang suami tapi juga khawatir kalau ternyata Marcel pergi mencari pelampiasan pada wanita lain diluaran sana. Vika tidak dapat menerima jika itu terjadi


Tok..tok..tok..


Suara pintu diketuk membuat Vika tersentak dari lamunannya. Dia buru-buru melangkah untuk membukakan pintu dan dibuat terkejut dengan penampilan sang suami yang dipapah oleh Billy dan Mike selaku sahabat suaminya. Vika semakin dibuat terkejut dengan apa yang dilihat matanya tercetak di wajah dan pakaian suaminya


.


.


.

__ADS_1


Apa yang dilakukan Billy pada Marcel dan Eric ada di the grudge love bab 55 ya😁


Kritik dan saran diharapkanπŸ™πŸ™


__ADS_2