
Dua hari kemudian, Markus mengajak Vika ketemuan yang diterima gadis itu dengan senang hati dan tentu saja tanpa sepengetahuan Silvina sebagak kekasih Markus
Awalnya mereka hanya bertemu di cafe biasa hingga markus mengajak Vika ke apartemennya, Markus mempunyai niat lain pada gadis itu
Vika menerima ajakan Markus tanpa beban. Vika hanya berpikir, mungkin Markus ingin memperlihatkan padanya bagaimana selera Markus dalam menata rumah yqng mungkin akan sangat dibutuhkannya jika nanti mereka bersama
Gadis itu tidak pernah berpikiran buruk tentang Markus kendati pun Lisa, sang sepupu sudah pernah memperingatkannya tentang Markus.Akhirnya Markus membawa gadis itu ke apartemennya
Begitu memasuki ruangan apartemen itu, Vika hanya dapat berdecak kagum melihat furniture yang tersusun rapi tanpa melihat tatapan Markus yang sudah menatap Vika seperti tatapan predator yang siap menerkam mangsanya
"Oh ya! Kamu mau minum apa?" tawar Markus pada Vika
"Apa saja boleh" jawab Vika sekenanya, dia masih terkagum-kagum dengan dekorasi ruang apartemen yang berada dalam kawasan elit itu dan tentu hanya orang berduit yang mampu tinggal disana
Mendengar jawaban Vika, Markus hanya mengangguk mengerti dan melangkah ke dapur untuk membuat minuman, tiba-tiba ponselnya berbunyi
"Bos, rencana sudah dijalankan dan semuanya berjalan dengan baik" lapor anak buah Markus yang membuat pria itu tersenyum penuh maksud
"Apa dia meminum semuanya?" tanya Markus
"Tentu saja bos, dan saat ini target mulai menuju apartemennya" kata anak buahnya lagi yang khusus ditugaskan Markus untuk membuat jebakan buat Marcel
"Bagus, terus pantau dan kunci apartemennya dengan kode agar dia tidak lagi dapat keluar setelah memasukinya, bukankah kau hacker handal?"
"Siap bos, Anda bisa mengandalkanku" jawab anak buahnya lagi dengan tegas. Markus tersenyum penuh arti
"Kau akan segera hancur Marcel! Siap-siaplah menerima hadiahku" ujarnya penuh maksud tersembunyi
Markus baru saja menyuruh anak buahnya mencampurkan obat yang akan membangkitkan hasrat liar seseorang yang biasa dikenal dengan obat perangsang, Markus menyuruh memasukkan obat itu dengan dosis 5x lipat dari dosis biasa dalam minuman Marcel saat pria itu tengah menghabiskan waktunya dengan sebuah tab ditangan dalam sebuah cafe sembari menikmati segelas kopi yang sudah lebih dulu di masukkan sesuatu oleh anak buahnya Markus
__ADS_1
Dan Markus kini sudah menyuruh anak buahnya untuk mengunci pintu apartemen Marcel dengan kode yang sudah di hack agar Marcel tidak lagi dapat keluar mencari pelampiasan dan otomatis pria itu akan kesakitan sepanjang sore dan malam nanti jika tidak menemukan pelampiasan
Dan rasa sakit yang dirasa Marcel akan semakin terasa menyiksa karena dosis yang kelewat batas itu. Markus tertawa dengan rencananya yang akan segera membuat Marcel tidak lagi punya harga diri
Pria itu mulai menuangkan jus jeruk yang tersedia dalam kulkasnya untuk Vika dan memasukkan bubuk peransang dengan dosis biasa dalam minuman gadis itu.Dia akan bermain dengan Vika malam ini dan musuhnya, Marcel akan kesakitan sepanjang malam di apatemen dibawah apartemennya.Rencana yang luar biasa, pikir Markus
Markus membawa minuman yang sudah dicampurinya itu ke hadapan Vika yang sedang duduk disofa ruang tamu sekaligus ruang TV
"Ini minumannya, silahkan diminum" Markus mempersilahkan, Vika hanya membalasnya dengan mengangguk.Tiba-tiba ponsel Markus kembali bergetar
"Vik, maaf kutinggal dulu ya. Aku harus mengangkat telpon" Vika hanya tersenyum dan mengangguk, Markus pergi menjauh
"Bos, target sudah memasuki apartemennya dan sepertinya obat sudah mulai bereaksi" lapor anak buahnya lagi
"Bagus. Segera tutup dan kunci pintunya rapat-rapat agar dia tidak lagi dapat keluar"
"Siap bos" jawab si anak buah.Markus tersenyum memasuki kamarnya dan mulai menghidupkan laptopnya melihat kamera pemantauan yqng sudah dipasangnya dalam kamar apartemen Marcel
Pria itu mengirim video percintaannya dengan Vina ke ponsel Marcel dan tertawa saat melihat Marcel membuka video itu dan menontonnya. Jelas sekali kalau pria itu menegang dan semakin parah setelah melihat video tidak senonoh itu
Rasa marah dan hasrat yang tidak terbendung membuat Marcel kelelahan, pangkal pahanya menegang hingga terasa begitu nyeri dan menyakitkan.Marcel meraih ponselnya dan menghubungi Markus
"Apa waksudmu bajingan! Mengirim Video sialan ini padaku" kata Marcel begitu panggilannya tersambung, Markus tertawa
"Tentu saja supaya kau semakin tersiksa. Bagaimana hadiah dariku! Kau menyukainya?"
"Sialan! Apa maksudmu bajingan" umpat Marcel dengan berat, dia mulai kesakitan. Marcel bahkan sudah menanggalkan kemeja yang melekat ditubuhnya hingga tampaklah tubuh six pack berototnya yang dapat menggoda kaum hawa.
Marcel kepanasan, butuh pelampiasan dan tentu saja pelampiasannya harus seorang perempuan. Markus semakin tertawa lebar, merasa sangat senang mendengar suara kesakitan Marcel
__ADS_1
"Kamu belum sadar! Oke, baiklah.Biar kuberitahu. Kamu baru saja meminum minuman yang sudah dicampur dengan obat perangsang dalam dosis yang tidak kau bayangkan. Dengan dosis sebanyak itu kau mungkin membutuhkan 3 wanita dengan kekuatan yang prima untuk memuaskan nafsumu ha..ha..ha" jelas Markus sembari tertawa senang
"Kurang ajar!!" desis Marcel penuh kemarahan.Pantas dia merasakan hal aneh terjadi dengan tubuhnya, ternyata Markus sudah menjebaknya dengan obat perangsang
"Sebaiknya kau harus cepat menemukan pelampiasan sebelum kau menjadi gila dengan sakitnya" ujar Markus lagi semakin tertawa bahagia saat melihat Marcel yang mondar-mandir menahan sakit
Rasa itu setiap detiknya semakin menyakitkan membuat Marcel hampir kehilangan batas, walau dia sudah mencoba berpikiran positif dan bersikap tenang namun, tubuhnya sama sekali tidak dapat berkompromi
Marcel butuh pelampiasan dan satu-satunya jalan adalah mencari p*****r. Tidak ada jalan lain atau dia akan kesakitan sepanjang malam atau mungkin lebih tersiksa tergantung seberapa banyak Markus markus memasukkan obat itu dalam minumannya
Marcel mengambil pakaiannya dan menuju pintu.Dia harus mencari p*****r saat ini, tidak peduli akibat ini semua dia akan tampak buruk didepan sahabat-sahabatnya.Yang penting rasa sakit ini hilang dari tubuhnya. Walaupun nyatanya dia belum pernah melakukan hubungan badan dengan siapapun
Marcel membuka pintu apertemennya yang menggunakan sistem kode untuk membukanya dan sial...
Pintu apartemennya terkunci otomatis tidak mau terbuka walau dirinya sudah mencoba membukanya dengan kode yang dihafalnya. Marcel menjadi berang dan menendang dan menendang pintu itu.Sedangkan Markus sudah tertawa terpingkal-pingkal melihat Marcel yang marah-marah.Markus kembali menghubungi Marcel yang kembali diangkat pria itu
"Pintunya tidak akan terbuka lagi kawan! Mungkin kau harus bersabar sampai besok pagi. Selamat menikmati hadiahku! Asal kau tahu, aku memasukkan dosisnya 5x lipat dari dosis biasa, pasti sangat menyakitkan. Tapi selamat berjuang untuk semalaman ini. Awas! Jangan sampai kau melubangi dinding ha..ha..ha" tawa Markus merasa begitu senang telah berhasil menjalankan rencananya
Marcel meremas kuat ponselnya menahan rasa marah yang teramat sangat pada Markus dan langsung melemparnya keras hingga ponsel itu pecah tak berbentuk. Marcel harus kembali membeli ponsel baru jika sudah berhubungan dengan Markus
"Kurang ajaarr!!" teriaknya marah. Markus sudah menyiapkan segalanya untuk menjebaknya dan dia malah dengan mudahnya masuk jebakan pria itu
Marcel mondar mandir memegang kepalanya, Apa yang harus diperbuatnya.Dia kesakitan, Marcel mulai bergerak melakukan apapun untuk menenangkan organ vitalnya yang menegang setiap detiknya dan akhirnya pria itu memilih masuk kedalam kamar mandi, mencoba bermain sabun yang mungkin dapat menenangkan jagoannya
.
.
.
__ADS_1
Kritik dan saran diharapkan🙏🙏