My Destiny Love

My Destiny Love
59. Lahirnya jagoan kecil


__ADS_3

Marcel melangkah cepat dengan langkah lebar dan terkadang juga berlari kecil melewati lobi rumah sakit, menuju ruang dimana sang istri yang sedang berjuang untuk melahirkan jagoan mereka ke dunia. Dia langsung membatalkan pertemuannya dengan klien terpentingnya begitu mengetahui sang istri akan melahirkan


" Dimana Vika?" tanyanya langsung walau nafasnya masih terengah-engah, menatap penuh perhatian pada pelayan utama rumahnya, Bi siti


" Nyonya muda didalam, tuan" wanita yang bisa dikatakan sebagai sosok ibu pengganti bagi Marcel itu memberi jawabannya sembari menatap pada pintu dimana Vika berada dibaliknya


Marcel langsung bergerak cepat memasuki ruang tersebut dan melihat sendiri bagaimana sang istri berjuang didalam sana


" Vika, sayang! Aku datang" Marcel langsung mendekat pada sang istri yang meringis sakit sembari melakukan apa yang di instruksikan dokter yang menangani proses persalinannya


Tidak ada jawaban dari bibir sang istri yang telah masuk antara dunia sadar dan tidak sadarnya. Siapapun pria yang melihat bagaimana perjuangan wanita dalam melahirkan anak mereka, akan berpikir seribu kali untuk berselingkuh. Kecuali, pria-pria gila yang mempermainkan sebuah ikatan walau tahu bagaimana kesakitan para istri ketika memperjuangkan anak mereka lahir ke dunia


" Baiklah! Kita akan memulainya" kata sang dokter memberi tahu ketika matanya sudah melihat kemunculan Marcel


" Iya dok" Marcel menjawab cepat, tidak lagi sanggup melihat bagaimana sang istri kesakitan


Diluar ruang persalinan, para sahabat Marcel sudah bermunculan begitu mendengar berita istri Marcel akan melahirkan. Ada rasa senang dari masing-masing mereka ketika menyadari sebentar lagi akan menjadi seorang paman dari calon keponakan mereka itu


" Apa menunggu proses persalinan selama ini ya?" tanya Mike pada Billy yang menunduk di sampingnya, wajah sahabatnya itu tidaklah sepenuhnya terlihat bahagia, masih ada beban yang mengganjal


" Aku tidak tahu" jawab Billy singkat dan cenderung tidak fokus pada pertanyaan yang diajukan Mike


"Sulit bertanya pada pria yang masih ditolak ternyata" umbar pria jantan itu menatap mengejek pada Billy yang hanya mendelik kesal pada sosok sahabatnya itu. Sedang Eric hanya duduk kalem disamping pak Trisna yang terlihat gugup menanti kelahiran cucu pertamanya, dan juga beberapa pelayan yang membantu membawa Vika kerumah sakit ketika tersadar wanita itu akan melahirkan


Beberapa lama kemudian, setelah semua proses yang melelahkan. Pintu ruang persalinan itu terbuka dan keluar seorang Marcel dalam keadaan mengenaskan. Pakaian kerjanya sudah berantakan, rambutnya acak-acakan dan juga bekas lebam di wajah. Marcel tampak tidak memiliki jiwa ketika keluar dari ruang bersalin yang jadi seperti neraka baginya


Orang-orang diluar yang melihat dirinya keluar langsung antusias mendekat untuk bertanya


" Bagaimana?" tanya Pak Trisna sebagai calon kakek yang paling antusias

__ADS_1


" Laki-laki dan sehat. Beratnya 5,3 kg" jawab Marcel dengan tatapan kosong dan jiwa yang melayang entah kemana


" Syukurlah!" ucapan penuh syukur keluar dari setiap bibir yang berada disana.


Dibalik rasa syukur itu ada jiwa julid para sahabat yang melihat betapa hancurnya penampilan Marcel setelah menemani proses persalinan sang istri


" Cel, ada apa dengan penampilanmu?" tanya Mike yang melihat bagaimana mengenaskannya penampilan sang sahabat


" Didalam sana begitu mengerikan, kau tahu! Aku kini mengerti kenapa Vika belajar beladiri. Tonjokannya benar-benar menyakitkan" jelas Marcel sembari meringis saat menyentuh memar di wajahnya. Tawa itu akhirnya pecah. Mike adalah pelaku yang paling keras tertawanya, menertawakan kesengsaraan sang sahabat dominannya


" Kenapa tertawa? Senang melihat keadaanku seperti ini? Ingat Mike! Istrimu juga akan segera melahirkan. Daripada menertawaiku, lebih baik siapkan dirimu untuk kemungkinan yang terjadi" kata Marcel menatap kesal pada Mike yang masih belum bisa mengontrol tawanya


" Tapi keadaanmu benar-benar lucu! Apa kau habis bergulat? Hahaha..." Mike masih larut dalam tawanya membuat Marcel mengangkat tangan memukul bahu pria jantan itu. Matanya melirik pada dua sahabatnya yang lain yang juga menahan tawa dengan penampilannya


"Berdoalah agar istrimu tidak ikut menyiksamu dalam persalinan" Marcel akhirnya memilih masuk kembali setelah memberi tepukan penyemangat di bahu Mike. Pria itu tidak yakin Mike akan baik-baik saja saat Elina nanti melahirkan


" Setidaknya istriku tidak pandai beladiri, jadi aku tidak akan mengalami yang namanya tonjokan hahaha" bangga Mike yang bahkan tidak lagi terdengar oleh Marcel yang sudah tenggelam kedalam ruangan


Vika membuka matanya perlahan setelah terpejam beberapa saat. Dapat dilihat pertama kali oleh matanya sang suami yang sedang fokus menatapnya


" Sayang, kamu sudah sadar?" tanya Marcel, Vika mengerutkan keningnya sedetik sebelum tersadar akan perutnya yang tidak lagi membuncit


" Anakku?" Marcel tersenyum ketika bibir itu langsung menanyakan bayi yang baru saja dilahirkan oleh Vika. Sepertinya dia harus rela berbagi sayang sang istri dengan putranya


" Putra kita sehat sayang. Lihatlah" Marcel sedikit menyingkir memberi ruang bagi suster meletakkan bayi mungil itu disamping ibunya


" Dia mirip sekali denganmu" ujar Marcel memperhatikan wajah putranya dengan seksama. Bayi mungil itu tampak bergerak-gerak menggeliat disamping ibunya. Mata Vika berkaca-kaca menatap makhluk mungil yang baru saja dilahirkannya, anak yang sudah dikandungnya dengan penuh kasih sayang, anak yang selalu diajaknya bicara dan yang selalu dia curahkan isi hatinya kini telah nyata di depannya. Mata bayinya masih tertutup walau sesekali tampak terbuka berkedip


" Dia mewarisi matamu" bisik Vika dengan suara lirih sembari memeluk bayi mungil itu disamping wajahnya

__ADS_1


" Mata yang mengintimidasi tapi juga mesum" lanjut batinnya sembari tersenyum geli, membayangkan jika anaknya besar nanti pasti akan sama menyebalkannya seperti Marcel. Vika berharap agar putranya bisa bertemu dengan gadis yang kuat sepertinya kelak.


" Tapi bibirnya mirip denganmu" timpal Marcel masih setia menatap dua sumber bahagianya


" Bibir yang akan sangat menggoda jika dia tumbuh besar kelak" lanjut Marcel tanpa mau peduli dengan suster yang masih berdiri disana, menunggu untuk mengurusi pasiennya


" Kau sudah menyiapkan nama untuknya?"


" Dylan Raveno" jawab Marcel dengan yakin


" Dylan?? Apa artinya?"


" Lautan yang indah dan itu sangatlah cocok dipadukan dengan nama belakangku, Raveno yang berarti raja lautan. Jadi lengkapnya nama anak kita berarti raja di lautan yang indah" Marcel menjelaskannya dengan bangga. Vika tersenyum


" Bukankah Raven itu berarti keseluruhan hitam ya...yang bermakna gagak" Vika menatap wajah sang suami yang sudah jatuh rasa kebanggaannya


" Raven itu bermakna banyak sayang. Ada juga yang memberi makna naga. Jadi, berhenti membahas nama sekarang. Aku tetap mengiginkan Dylan menjadi nama anakku. Entah dia akan menjadi raja lautan, naga lautan ataupun gagak lautan yang pasti dia tetaplah jagoanku" Vika tertawa kecil mendengar ulasan sang suami. Vika sekarang baru menyadari kalau suaminya ternyata banyak bicara padahal dulu Marcel hanya berucap seadanya


" Jadi, kenapa lautan?" kembali Vika bertanya pasal nama anak mereka


" Tidak ada alasan khusus. Aku hanya merasa nama itu cocok untuk putra kita. Lagian, pertama kali aku mengetahui kehadirannya juga didepan lautan kan! Saat kamu keceplosan?" wajah Vika memerah ketika mengingat saat itu, dia bahkan pernah mencoba untuk membodohi Marcel saat itu dengan mengatakan kebohongan kalau dirinya tidak sedang hamil


Setelah semuanya itu dan Vika juga sudah memberikan asi pada bayinya, barulah kakek sang bayi diizinkan masuk untuk melihat cucu tersayangnya yang digadang-gadangkannya sebagai penerus perusahaannya, dan apakah itu akan jadi kenyataan? Kita lihat saja nanti bagaimana kelanjutannya


.


.


.

__ADS_1


Kritik dan saran diharapkan🙏🙏


__ADS_2