
Marcel kembali duduk di samping istrinya menikmati persembahan Mike yang sedang meresmikan pernikahannya. Semuanya berjalan lancar hingga istri sahabatnya Eric buka suara
" Ah! Mike romantis sekali. Kenapa ya dulu aku tidak menikah dengan pria sepertinya, pasti akan sangat menyenangkan" ujar Lisa, istri Eric tiba-tiba. Pandangan mata ibu hamil itu tampak begitu berbinar-binar"
Marcel menahan tawa geli ketika sahabatnya Eric mati kutu saat penjelasannya sama sekali tidak didengarkan. Marcel lupa kalau istrinya sekarang juga sedang menatap ke atas altar dengan berbinar-binar. Jangan berharap Marcel akan bersikap seromantis itu pada istrinya selain otaknya yang dipenuhi dengan hal-hal mesum
" Percayalah Lisa, kau tidak pernah ingin berada di posisi Elina saat ini jika melihat awal kisahnya" ujar Eric yang masih berusaha meyakinkan sang istri dibawah tatapan lucu Marcel
" Siapa peduli, setidaknya dia bisa bersikap manis pada istrinya tidak sepayah dirimu dan pria disebelahmu itu" jawab Lisa ikut menuding Marcel yang terbelalak terkejut ketika namanya juga dibawa-bawa. Mulutnya terbuka ingin melayangkan protes tapi keburu terpotong dengan asumsi sang istri, Vika
" Kau benar Lis, mereka memang suami payah, tidak bisa diandalkan. Ayo, tinggalkan saja mereka, kita kenalan sama istrinya Mike yuk, tampaknya dia juga sedang mengandung" ujar Vika menarik lengan Lisa menjauh dari para suami payah mereka dan mendekat pada Elina, istri Mike
Marcel mendesah kecewa sembari melirik pada Eric di sampingnya
" Istrimu benar-benar membawa pengaruh buruk buat Vika" tutur Marcel
" Bukan salah Lisa tapi salah pria itu yang sok-soan romantis" tunjuk Eric pada Mike yang terlihat lesu saat Elina dibawa pergi oleh para istri Mereka
" Sama saja semuanya. Ah..aku kesal sekali rasanya" desis Marcel menatap tajam Mike yang mendekat kearah mereka
" Ternyata bukan kalian saja yang hobi menggangguku, para istri kalian juga sama menyebalkannya" seru Mike dengan wajah kesalnya saat sudah berkumpul bersama keduanya
" Kami sedang tidak mood untuk berdebat" sahut Eric yang menatap garang Mike, dia masih kesal dengan pujian sang istri pada sosok sahabatnya itu. Romantis apanya?
" Iya, semuanya juga karena kau" timpal Marcel garang. Dia ingin sekali rasanya mengacak wajah Mike saat teringat kata-kata sang istri.
" Romantis dari mananya dia? Aku lebih romantis darinya. Mata Vika harus diperiksa sepertinya" batin Marcel melirik mengejek pada Mike
" Memang apa salahku?"
" Pikirkan saja sendiri" Marcel akhirnya bangkit dari duduknya berlalu setelah mengucapkan itu menuju Billy yang tampak sedang menjelaskan sesuatu pada suster Mandira. Mengganggu sahabat jahilnya itu akan sedikit mengurangi rasa kesal di hatinya
" Ric, dia kenapa?" tanya Mike menunjuk pada Marcel yang sudah berjalan
" Cemburu" Eric menjawab seadanya dengan satu kata lalu berlari mengikuti Marcel. Wajah Mike mengerut bingung
__ADS_1
" Cemburu kenapa?" bingungnya yang akhirnya juga berlalu bergabung mengganggu Billy yang sedang berjuang
๐๐๐
Memasuki bulan ke delapan usia kandungannya, Vika merasa suaminya sedikit berubah lebih pengertian. Marcel juga sudah jarang meminta jatah malamnya, seakan mengerti kesulitan yang dialaminya saat mereka berhubungan
Vika juga sekarang lebih banyak menghabiskan waktu dengan para istri dari sahabat suaminya, membuatnya sedikit kehilangan rasa bosannya saat berkumpul dengan sesama wanita. Mendengar kisah-kisah lucu dari mereka membuatnya seakan lebih hidup.
Dulu dirinya lebih banyak menghabiskan waktu sendirian, menyusun berbagai rencana pencurian dan juga kemungkinan keberhasilannya. Satu-satunya orang yang sering bergabung bersamanya hanyalah Lisa seorang. Sepupu, saudara dan sekaligus sahabatnya. Walau temperamen Lisa sangatlah bertolak belakang dengannya tapi Vika dapat menyeimbangkannya. Mereka berdua saling melengkapi satu sama lain
Kini, dengan bergabungnya Dira, teman yang sudah lama dikenalinya dan juga Elina teman barunya, membuat Vika kehilangan rasa bosannya. Mereka tak jarang hanya membahas masalah suami mereka yang payah dalam segala hal dan si paling tragis dalam cerita tetaplah si playboy ngenes, Billy Anderson yang cintanya tetap saja ditolak suster Mandira. Sepertinya pria itu butuh perjuangan besar
" Apa sekarang kami tidak dibutuhkan lagi?" suara bariton itu memalingkan keempat wajah yang sedang larut dalam tawa mereka, menatap pada objek dimana keempat pria tampan sedang melangkah menuju mereka
" Kalian sedang membahas apa hingga kami di lupakan begini?" ujar Marcel langsung mendudukkan diri disamping sang istri dan menatapnya dalam. Begitupun Eric dan Mike yang juga duduk mendekat pada istri mereka masing-masing sedang Billy hanya menatap ragu pada ruang yang tersisa disamping Dira
" Hei Bil..kemarilah duduk! Kenapa malah bengong disana?" seru Mike kemudian, membuat Billy akhirnya menghilangkan rasa sungkannya dan duduk disamping Dira. Di tolak beberapa kali membuat Billy benar-benar ingin menaklukkan suster cantik itu, tapi apalah daya ketika playboy sepertinya benar-benar terpikat pada suster itu dan rasa canggung mengelilinginya ketika bertemu dengan suster pujaan hatinya itu
" Kalian sudah selesai?" tanya Vika menatap sang suami beserta sahabat suaminya yang lain. Mereka kini berada di rumahnya Mike, berkumpul di akhir pekan. Dimana para wanita sedang berkumpul di taman yang sudah diolah oleh Elina menjadi ladang tanaman herbal, membuat udara disana begitulah nyaman dengan wangi tanaman herbal yang khas dan tentu saja menyehatkan. Sedangkan para pria berada di ruang tamu membahas beberapa hal yang membutuhkan penyelesaian mereka sebagai sahabat
" Kami sedang membahas tentang bayi cegukan" jawab Vika mengelus perutnya penuh kasih sayang
" Cegukan...? Memang bayi bisa cegukan?" Marcel dibuat bingung, begitu pula dengan dua sahabatnya yang lain dan lupakan salah satunya yang bahkan menunduk lesu
" Tentu saja bisa"
" Tidak mungkin. Aku tidak percaya! Coba sini aku dengar" Marcel langsung mendekatkan kepalanya pada perut sang istri, begitu pula dengan dua calon ayah lainnya yang juga penasaran. Ketiganya menunduk pada perut istri mereka masing-masing hanya untuk memastikan cegukan bayi
" Tidak terdengar" umbar Marcel mengerutkan keningnya saat tidak merasakan apapun
" Ada. Aku merasakan gerakannya" seru Eric antusias saat merasakan ada yang sedang menyambut sentuhan tangannya di perut sang istri
" Aku tidak merasakan apapun" kata Mike yang juga mencari-cari dimana kemungkinan bayinya sedang cegukan
Ketiga ibu hamil itu tertawa melihat tingkah konyol para suami
__ADS_1
" Dia sekarang sedang tidak cegukan makanya tidak terdengar" jelas Vika lembut pada sang suami
" Tapi Eric merasakannya"
" Itu mungkin karena Lisa mengandung kembar dan cuma salah satunya yang sedang cegukan dan lainnya tidak"
" kembar..? Wuah! Hebat sekali kamu, Ric" timpal Mike yang menatap takjub. Lalu ketiganya larut dengan istri dan calon bayi mereka sampai melupakan sepasang insan yang hanya bungkam sedari tadi. Bahkan, Billy yang biasanya banyak bicara juga banyak diam hari ini
" Bil, segeralah nikahi wanita yang kamu cintai dan ikut merasakan bagaimana bahagianya ketika istrimu sedang mengandung" Marcel menyuarakan rasa bahagianya sembari mengusapi perut sang istri
" Aku sedang memperjuangkannya" jawab Billy terkesan datar dan sendu. Dira menatap pada pria itu dan merasakan hatinya juga berdebar dengan ujaran Billy
" Hei Mike! Kau punya kamar kosong?" tanya Marcel
" Untuk apa?"
" Ada hal mendesak yang perlu penuntasan sekarang" jawab Marcel yang membuat Vika membulatkan matanya mendengar tuturan itu. Lupakan kalau dia pernah mengatakan kalau suaminya sekarang jauh lebih pengertian. Nyatanya suaminya tidaklah berubah. Tetaplah seorang hyper mesum yang tidak tahu tempat dan kondisi
" Ada. Di sayap kanan lantai bawah" jawab Mike yang juga mengangkat alis sembari menatap Elina penuh harap. Begitupun Eric yang juga ketularan mesum sekarang
" Untukku ada kan?" Eric ikut bertanya
" Ada. Disebelahnya" jawab Mike yang menggendong sang istri mengikuti langkah Marcel yang sudah lebih dulu membawa Vika menuntaskan surga dunianya
Setelah para suami-istri itu pergi. Tinggallah sepasang jomblo dengan segala rasa canggung antara mereka
" Dasar sahabat laknat. Tidak tahu malu" batin Billy mengutuk para sahabatnya yang tidak mempedulikan dirinya yang sedang berjuang dan para sahabatnya malah mesra-mesraan dengan istri mereka
.
.
.
Kritik dan saran diharapkan๐๐
__ADS_1