My Destiny Love

My Destiny Love
14. Hasrat Marcel


__ADS_3

Marcel melangkah kedalam restoran untuk memesan makanan dan minumannya, Marcel berjalan santai menuju meja pemesanan tanpa peduli dengan banyaknya orang disekitarnya hingga sebuah suara lebih dulu menginterupsinya saat Marcel melewati sebuah meja


"Marcel" ujar Vina menghentikan langkah Marcel, pria itu memandang mantannya tidak suka namun, mata tajamnya beralih menatap gadis didepan Vina yang juga menampilkan ekspresi terkejut melihatnya dan kemudian sang gadis beralih menunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah


" Kenapa gadis ini juga bisa kenal dengan Vina?" batin Marcel bertanya-tanya


"kamu sendirian saja kemari?" tanya Vina mulai melempar uman untuk memanas-manasi Marcel


"Apa urusannya denganmu?" jawab Marcel tajam. Vika yang mendengar nada suara Marcel mendongak menatap pria itu yang mengeras terlihat marah


" Kenapa Marcel terlihat marah sekali dengan Vina. Apa mereka saling kenal dekat?" batin Vika penasaran


" Tidak ada, hanya saja aku heran, kenapa kamu terlihat selalu sendiri. Jangan-jangan apa yang dikatakan Markus benar ya? Kalau kamu pria kesepian yang tidak mempunyai kekasih" kata Vina tersenyum manis. Dalam hati Vina berharap Marcel mengatakan kalau pria itu masih mengharapkannya makanya memilih tidak menjalin hubungan dengan siapapun, Marcel masih setia menunggu dirinya untuk kembali kedalam pelukan pria itu


"Siapa bilang aku tidak memiliki kekasih?" kata Marcel dengan sedikit menohok. Vina hampir saja menjawab sebelum Markus yang baru kembali dari toilet menengahi


"Aku yang mengatakannya" ucap Markus mendekat, dia tersenyum sinis pada Marcel dan langsung memeluk pinggang Vina dengan mesra, memamerkan kemesraan dengan mantan kekasih Marcel didepan pria itu sendiri


"Atas dasar apa kau berani mengatakan omong kosong itu, bajingan!" Marcel tersenyum sinis, dia benar-benar muak sama Markus


"Karena itu kenyataannya kan?" balas Markus tidak kalah sinisnya. Marcel semakinn dibuat mendidih, ingin sekali dirinya menghajar wajah Markus hingga tidak berbentuk


"Bagaimana jika ternyata aku memiliki kekasih dan kami akan segera melangsungkan pernikahan. Apa yang akan kalian katakan?" kata Marcel tidak lagi dapat berpikir jernih, dia sudah terlalu muak dengan pasangan ****** dan laki-laki sampah itu


Tiga pasang mata itu menatapnya tidak percaya, termasuk Vika. Gadis itu tidak percaya kalau pria pertamanya itu memiliki kekasih dan akan menikah, entah kenapa Vika merasakan hatinya terasa begitu ngilu, seakan tidak rela kalau Marcel ternyata mrmpunyai wanita lain


"Tidak mungkin" jawab Markus dan Vina bersamaan, Marcel mengangkat alis melihat ketidakpercayaan pasangan itu. Apa hubungan percintaannya segitu menariknya bagi pasangan itu hingga dua manusia sampah itu terus menerus mengusik hidupnya

__ADS_1


Vika yang tidak ingin mendengar lebih jauh pembicaraan itu bangkit berdiri hendak melangkah pergi dari tempat itu, dirinya merasa ingin menangis dengan keadaan itu, rasa tidak rela merasuk dalam relung jiwanya. Marcel mempunyai kekasih bahkan akan menikah tapi kenapa pria itu masih bertindak asusila kepadanya minggu lalu? Jawabanya karena kejadian itu hanyalah kecelakaan, bukankah dirinya sendiri yang mengatakannya begitu


Bergerak melangkah hendak menjauh, Vika terkesiap saat tangannya ditangkap tangan besar Marcel, dimana pria itu tampak menampilkan senyum sinis pada Markus, Marcel tersenyum penuh maksud pada Markus dan Vina


"Mungkin saja" jawab Marcel dengan lugas dan langsung menarik Vika mendekat kedalam dekapannya dan tanpa banyak basa-basi Marcel mempertemukan bibirnya dengan bibir Vika tepat didepan pasangan itu


Vika membulatkan matanya menerima serangan tiba-tiba itu, dia hendak menolaknya namun, Vika juga tidak bisa berbohong pada dirinya kalau dia juga merindukan pria ini apalagi kini dirinya mengandung bagian dari Marcel


Sedangkan si pelaku utama, Marcel Raveno. Dia sudah mulai lupa daratan mencecap kembali manisnya bibir itu. Hasrat primitifnya kembali membuncah ******* bibir itu dalam, tidak peduli tindakannya itu mengundang perhatian seluruh pengunjung restoran


Vika juga mulai mengalungkan lengannya pada leher Marcel dan membalas mesra setiap pagutan pria itu sedangkan Marcel bahkan semakin lancang menarik pinggang Vika sehingga menempel dengan tubuhnya dan menekan tengkuk gadis itu memperdalam ciumannya


Vika tersadar saat merasakan sesuatu mengeras dibawah Marcel, pria itu sedang sangat berhasrat. Vika masih ketakutan saat membayangkan bagaimana brutalnya pria mrnyetubuhinya dulu hingga dia merasakan pinggangnya seakan putus saat itu


Tidak, Vika tidak akan sanggup melakukannya lagi jika saja pria ini terpancing seperti ini apalagi saat ini dirinya sedang mengandung. Vika mendorong pelan dada Marcel hingga bibir keduanya terlepas dan Marcel menatap Vika penuh hasrat dan berbisik pelan ditelinga Vika


"Kita harus mencari kamar kosong, sekarang juga" bisik Marcel pelan dan dalam, kata-katanya penuh penekanan, pandangannya berkabut hasrat. Marcel bahkan harus merasa heran dengan tubuhnya yang begitu mudah bereaksi saat dekat dengan Vika padahal dirinya termasuk pria yang bahkan tidak akan mudah teransang pada wanita telanjang sekalipun


Begitu juga dengan Markus, dia kembali salah langkah untuk mempermalukan Marcel, dia lupa kalau Vika ada bersama mereka dan Markus tidak akan menolak lupa pada kejadian yang tentu sudah pernah terjadi antara Marcel dan Vika karena rencananya yang gagal


Melepaskan pandangannya pada Vika lalu kembali menjatuhkan tatapan pada Markus dan Vina


"Apakah sekarang mungkin kalau aku mempunyai kekasih?" ujar Marcel. Keduanya terdiam tidak mampu menjawab akan pertanyaan itu, mereka terlalu terkejut dengan tindakan Marcel, terlebih Markus maupun Vina dapat melihat bagaimana tadi Vika membalas setiap pagutan Marcel yang membuktikan kalau gadis itu tidak dipaksa


Vika masih membeku saat mendengar bisikan Marcel tadi saat tiba-tiba Vika merasakan tangannya ditarik pergi dari restoran tersebut. Vika meringis menyeimbangi langkah lebar Marcel


"pelan-pelan" cicitnya menghentikan langkah Marcel. Oh Tuhan! Dia sedang mengandung dan pria ini menariknya dengan seenak hatinya. Begitu sampai di mobil, Marcel memandang Vika yang menunduk

__ADS_1


"Masuklah" ucap Marcel singkat. Dia sudah hampir kehilangan kendali untuk menyerang gadis didepannya


"Tidak! Lepaskan tanganku. Aku tidak mau ikut denganmu" jawab Vika menarik tangannya dari cekalan tangan Marcel namun pria itu tidak bergeming. Dengan sekali hentakan Vika langsung berhambur menabrak dada bidang Marcell


"Aoww" ringis Vika pelan


"Kamu masuk kedalam mobil sekarang atau kamu akan tahu akibatnya!" ancam Marcel sembari menekan tubuh Vika pada mobilnya. Ingatan Vika kembali pada pertemuan pertama mereka dimana Marcel juga menekan tubuhnya ke mobil pria itu seperti ini dan mengklaim ciuman pertamanya. Vika memberanikan diri membalas tatapan tajam Marcel


"Apa hakmu menyuruh-nyuruh diriku?" bantah Vika dengan berani dan tanpa disadari Marcel, Vika terkadang menyentuh perutnya berharap tindakan kasar Marcel tidak berimbas pada kandungannya


Wajah Marcel mengeras, dia benci dibantah apalagi oleh wanita yang diinginkan tubuhnya ini


"Jangan memancingku. Aku tidak suka main-main, jadi pilih salah satu! Masuk ke mobil atau kau telanjang disini" Vika tertegun. Pria ini tidak pernah main-main dengan perkataannya. Jika dia salah mengambil langkah maka dirinya sendiri yang akan merasakan kerugiannya


"Oke, baiklah" ucap Vika akhirnya dengan nada ketus


"Dasar pemaksa, akan jadi apa nanti anaknya jika ayahnya sekejam ini. Kamu jangan sampai menuruni sifat ayahmu ya nak!" batin Vika mengelus pelan perut datarnya sedangkan Marcel sudah melajukan mobilnya menuju ke suatu tempat




.


.


.

__ADS_1


tenang saja vika, anakmu akan lebih parah dari ayahnya kurasa😂🤭 masih terlalu dini mikirin anak kan ya😂


Kritik dan saran diharapkan🙏🙏


__ADS_2