
Perkenalkan,namaku Amira Amana. Aku anak ketiga dari lima bersaudara. Waktu aku kecil aku bercita-cita menjadi dokter. Orang-orang menertawakan keinginanku. Tapi aku tidak menyerah begitu saja. Aku belajar dan terus belajar sampai lupa berteman
Oh iya aku tinggal bersama seorang kakak perempuan. Namanya Kak Avia Auna, atau biasa disapa Avie.
Setelah Papa menikah lagi, keluarga kami menjadi terpecah belah. Kakak pertamaku bersama dua adikku ikut Papa. Sedangkan aku dan kakak bersikeras menetap di rumah lama dimana masa-masa indah bersama Mama.
Kami berdua bertahan hidup dengan uluran tangan Oom kami, Oom Trian namanya. Berkat beliau kami masih mengenyam pendidikan dan bisa makan dan minum.
Papa sendiri tak tahu kabarnya. Tali persaudaraan kami terputus. Kak Avie sendiri tak pernah menyinggung baik Papa maupun saudara-saudara kami. Aku pun tak berani bertanya-tanya pada kakak. Aku sebetulnya kesal,kenapa mereka tidak ada yang peduli pada kami, minimalnya bertanya kabar.
Saat ini aku duduk di bangku SMP kelas 9 di pertengahan semester dua. Sudah saatnya memutuskan jenjang selanjutnya. Aku mendapat surat undangan dari sekolah-sekolah bergengsi.
Masalahnya adalah transportasi. Sedangkan kami hanya memiliki satu unit sepeda onthel dan satu unit motor peninggalan mama-motornya malah kakak jual-.
Di hari ulang tahunku yang kelima belas, ada orang kaya yang berbaik hati menawarkan beasiswa ke sekolah orang-orang kaya. Setelah ditimbang-timbang secara matang, aku menolaknya. Karena beragam alasan. Alasan pertama adalah identitasku dan alasan kedua adalah aku tidak pandai bergaul.
Kakak sendiri memaklumi alasanku. Ia juga tidak setuju adik kesayangannya sendirian di lingkungan orang-orang yang belum tentu baik. Akhirnya aku memutuskan ke sekolah kabupaten. Memang jaraknya memakan waktu, tapi tak apalah demi terwujudnya impianku.
🌈🌈🌈
''Happy birthday to you. Happy birthday to you.. Happy birthday, Happy birhtday. Happy birthday to you.'' Teman-temanku menyanyikan lagu untukku pada pesta ulang tahunku yang kelima belas.
__ADS_1
''Terima kasih, semuanya.''kataku. Aku dan Bayu meniup lilin. Siapa Bayu?
Bayu adalah saudara sepupuku dari jalur Ibu. Orangnya suka nyubitin pipiku sampai aku nangis.
Kami lahir di tahun yang sama, bulan yang sama, dan hari yang sama. Bintang kami sama-sama Libra.
''Yok kita ke pasar malam.''ajak Lily sahabatku.
''Ayok.''sambut kawan-kawanku.
Kami berlima ke pasar malam beli macam-macam makanan. Ada jagung bakar, roti bakar, dan lain-lain. Kami juga nyobain semua macam mainan. Yang paling ngeri ke rumah hantu. Aku jerit-jerit sambil mengenggam tangan Bayu erat-erat dan nangis kejer. Hueeee.
''Eh, udah mau SMA malah nangis.''ledek Bayu pas kami keluar dari rumah hantu yang asli bikin deg-degan.
''Ngeledek terus. Belum pernah ditampol ya.'' Aku memukuli Bayu. Bayu mohon ampun.
''Bohong. Katanya paling jago bela diri.''kataku skak mat.
''Mira.''panggil Roy pacar Lily yang super guanteng.
Anak orang kaya raya. Sekolah di sekolahan swasta tapi elit.
''Apa?''
''Kamu mau khan sekolah di tempatku? Sayang lo otak encermu disia-siakan.''bujuk Roy.
__ADS_1
''Sayang iya! Duit kagak punya."kataku.
''Kalo beasiswa mau?''tanya Roy.
''Moh. Gaya hidup di sana pasti susah. Aku gak bisa ngikutin." aku tetap menolak bujukan Roy.
''Betul, Mir. Tolak terus.''kata Lily. Lily gak dukung Roy karena orangnya memang begitu. Suka seenaknya.
''Tenang, Mir. Semua biaya pendidikanmu gratis termasuk biaya acara-acara tahunan juga.''bujuk Roy mencuekkan pacarnya.
''Hm. Gimana ya? Aku pikirin deh.''kataku.
🌈🌈🌈
Sekolah Menengah Pertama Cendrawasih
"Lo terima tawaran Roy si ganteng gak ketulungan itu? Kalo gue sih, ogah Mir. Gue dah minder duluan.''kata Hanan anak kepala sekolah setelah mengusir para pembullyku.
''Iya. Aku juga moh. Mereka gaya hidupnya beda jauh sama aku.''ungkapku.
''Jadi? Kamu mau nerima yang mana?''tanya Hanan.
''SMA Kabupaten.''putusku.
''Bagus. Ini baru namanya Mira yang kukenal.''kata Hanan.
__ADS_1
Aku nyengir.😁
Suka ceritanya? Sumbang jempolmu biar aku semangat nulis.