
Ketika aku terbangun, aku sudah di rumah sendiri.
Bagaimana bisa? Aku terhuyung-huyung ke KM, lalu muntah di toilet. Perut ini perih tak terkira. Selesai hajat, Lyon dan Vera menyambutku.
''Hei, orang sakit dilarang jalan-jalan.''larang Vera. Bahunya menjadi penopangku. Aku pun diantar ke kamarku.
''Vera...Tuan Lyon, kalian pulang ajalah...maaf bikin kalian repot...''
''Eeh...gak,gak. Gak bisa orang sakit ditinggal sendiri.''bantah Vera.
''Buat jalan saja terhuyung-huyung. Gimana kalau tiba-tiba kamu pingsan?''
''Ta-tapi...'' Aku tak bisa membantah lagi.
Tok,tok,tok, terdengar ketukan pintu. ''Itu pasti kakak Lime!''seru Vera. Vera berlari menyambut kehadiran kakaknya. Aku menatap Lyon lekat-lekat.
''Dia yang akan mengurusmu nanti,Mir. Yang penting kamu sembuh dulu. Calon dokter harus jaga kesehatan.''
''Loh,siapa yang bilang aku mau jadi dokter?''tanyaku terkejut.
''Kak David. Katanya kamu sering pinjam buku tentang kedokteran. Apa alasanmu selain pengen jadi dokter,hm?''
''Itu...gak bisa dijelaskan.''Aku tersenyum misterius.
''Mana Amira?'' Rupanya orang bernama Lime tiba di kamarku. Ia langsung menepuk-nepuk dahiku.''hei adik manis...kakak akan menjagamu. Dijamin kamu gak mati kebosanan.'' Tawa meramaikan suasana senja itu.
__ADS_1
''Kalau gitu aku sama Lyon cabut dulu ya!''pamit Vera.
''Mira cepet sembuh. Biar utangmu cepat lunas.''pesan Lyon.
Benarkah kakak Lime orangnya asik dan menyenangkan?
''Ini bubur instan yang kubeli tadi...kamu mau? Oh, aku membawa lukisan wanita pendekar China. Cantik, khan? Dia mirip kamu, Mir... Bedanya mata fia sipit, matamu bundar...ada lagi, samurai legendaris yang beredar di cerita kuno abad 19...lalu ini tokoh penggerak ekonomi dunia barat...''kakak Lime memamerkan semua barang bawaannya, rata-rata lukisan.
''Kak, bisakah kakak melukis seorang laki-laki paruh baya memakai kacamata, seorang perempuan hamil tua, dua anak laki-laki dan dua anak perempuan?''
''Bisa-bisa...''kakak Lime menyanggupi.
''Latarnya halaman rumah ini...''pintaku.
''Amira...'' Tiba-tiba suara kakak Lime serius. ''Aku tahu kamu pasti menyimpan masalahmu dan menurut perkiraanku masalah keluarga...''
''meski begitu...kamu tetap harus semangat!!! Bahagia itu datang dari mana-mana kok! Ayo...selagi sempat, kita senang-senang...''
''Kakak mau pergi?''
''Iya, aku mau ke Paris satu bulan lagi... Tapi tenang aja, di akhir-akhir waktu ini aku akan terus bersamamu Mira-chan!" kakak Lime mengedipkan mata. Sedikit lagi lukisan itu selesai...aku teroana. Kakak Lime benar-benar berbakat. Kenapa ya harus ke Paris segala? Air mataku menetes.🍃
Shubuh-shubuh aku diajak sepedaan sama kak Lime. ''Kak...kak...aku masih belum sembuh lo...''
''kamu sakit gara-gara kurang refreshing tahu!"
''kita mau kemana kak?''
__ADS_1
''ke pantai. Mau lihat matahari terbit.''
Kami tiba di pantai bertepatan saat matahari menaiki mega.Indah sekali.
''Lihat matahari itu, pada mulanya kegelapan menyelubunginya, tapi dia bangkit dan terus menuju puncak lalu menerangi apa saja yang dilaluinya. Kamu juga harus seperti itu, Mir...''
Benar! Aku menelan ludah. Aku harus percaya diri, aku pasti bisa menjadi dokter hebat. Bisa menolong dan menyelamatkan jiwa manusia.🍃
''Hei!" Datang-datang Vera menampakkan raut muka cemberut, ia meletakkan rantang makanan ke atas meja. ''Memangnya aku gak tahu apa tadi pagi kamu sama kakak Lime boncengan?!"bentaknya.
''Loh...ada masalah? Kak Lime khan kakakmu.''elakku. Aneh, deh...
''Yah, minimalnya gak kontak fisiklah. Kak Lime hanya untukku tahu.'' Vera egois sekali.
''Bukannya kamu suka Lyon,ya?''
''Sut..sut...orangnya datang tuh.'' Vera menyuruhku diam. Orang yang dimaksud habis menelpon.
''Eh? Siapa yang bilang suka sama aku? Amira ya?'' Duh, gagal paham. Vera makin cemberut. Lyon mencium keningku yang masih hangat.
''Mira, aku kesulitan mengurus kelas nih...ayo dong cepat sembuh.''rajuk Lyon.
''Tadi khan aku dibantuin aku sama Siori.''beber Vera.
Hp Lyon bunyi lagi. Pasti dari Liona. Lyon buru-buru pamit. Vera ikut-ikutan pamit.🍃
Besoknya aku benar-benar sembuh, aku kembali dalam aktivitas padat. Tapi kali ini ada waktu bersama kakak Lime. Kami sering membahas lukisan dan komik laki-laki. Sampai waktu keberangkatan kakak Lime tiba. Aku tak sempat mengantarnya. Yang bisa kulakukan mengirim surat.
__ADS_1
To be continue