
Amira pov
Ah, rasanya aneh kalau aku memakai baju ini. Cewek itu ada-ada saja. Saat ini aku di bus kota,perjalanan menuju sekolah baru. Aku memakai pakaian yang dikirim 'orang aneh'.Baju yang unik. Seperti seragam orang Asia Timur.
Oh,iya kalau diingat-ingat pertama kali aku berjumpa dengannya waktu aku dan Hanan habis foto di suatu studio,kemudian Hanan mengajakku ke perpustakaan daerah. Di perpustakaan itu kebetulan ada kunjungan dari SMP lain.
Tiba-tiba cewek itu mendekatiku sambil membentak,ia mengusirku,lalu terjadilah perkelahian di antara kami. Karena kami seri kami pun berkenalan. Gak nyangka ia malah memberiku hadiah baju. Kapan aku membalasnya ya?
"Mba' turun sini khan?"tanya kenek membuatku tersadar dari lamunanku.
"Ah,ya." Aku menyangklongkan tas punggungku ke pundak kanan.
"Kiri-kiri-kiri."
Ini hari pertama Amira sekolah di SMA,tepatnya SMA Kabupaten.
"Sekolahku...aku datang!"ucap Amira riang.
Hari pertama identik dengan perkenalan. Tapi Amira hanya mematung,mulutnya tak berhenti berdecak kagum. Sekolahnya kini tiga kali lipat lebih besar dari SMP-nya."Semoga aku betah di sini."
"Hei,kenalan,yuk."ajak seorang gadis memakai jilbab."Namaku Kersya Inaya. Kamu bisa memanggilku Karin."
"Karin,aku Amira Amana. Kamu bisa memanggilku Mira."
__ADS_1
"Sekarang kita teman."
"Kamu tahu di mana kelas kita?"
"Tahu,ayo ikut aku."
Teman baru Amira berkelakuan baik. Ia mengajak Amira belajar di perpustakaan setiap istirahat. Tentu saja Amira senang. Terlebih bacaan yang mereka baca adalah bacaan berbobot.
"Eh,dokter?" Karin terkejut setelah mendengar cita-cita Amira. Amira sudah lama memendam keinginannya untuk menjadi dokter. Karena dia dari keluarga tak berada,dan ia sendiri gak punya kemampuan apa-apa. Selain itu,setiap orang yang mendengar cita-cita Amira malah menertawakan. Termasuk Kak Avie-nya.
"Kenapa? Kamu mau tertawa silahkan saja."
Karin menggeleng,"Ngga...kamu hebat punya cita-cita gak kayak aku...aku malah gak punya cita-cita."
"Memang kelihatannya sesederhana itu. Aku sendiri gak tau apa yang harus kulakukan sekarang." Gadis berjilbab itu mengusap sudut matanya."Jadi Amira,selama kamu punya cita-cita teruslah maju."
Amira mengangguk. Ia sebenarnya penasaran dengan latar belakang keluarga temannya itu. Tapi tak pernah terealisasikan.
Suatu hari...
"Amira,aku dengar kamu mau pindah sekolah ya?"
Rupanya rencana pertukaran pelajar tempo hari diketahuinya. Padahal Amira gak mau membuat sahabatnya sedih.
"Astaga, mana mungkin aku meninggalkanmu,Karin."
__ADS_1
" Gak papa. Hidup itu ada pertemuan ada perpisahan."ucapnya tegar.
"Setelah berpisah pasti bisa bertemu khan?"
"Kamu benar."
****************
Lyon pov
Roy bilang tahun ini cewek itu masuk sekolahku. Tepatnya satu tahun sudah aku mengenyam pendidikan di SMA ini.
"Gawat!"Ayako membuka pintu dengan keras.
Kami satu kelas menoleh."Liona...Liona mau pindah."
"Apa.....?" Sekelas langsung heboh.
"Siapa bilang?"tanyaku sambil membusungkan dada. Aku sudah tahu kebenarannya."Liona hanya pertukaran pelajar guna study banding dengan sekolah kabupaten."paparku. Dan tentunya untuk menarik pelan-pelan murid berbakat dari sekolah kabupaten.
"Kamu khan pacarnya. Malah tenang-tenang saja."tegur Christina.
Aku terdiam.Aku sendiri tidak tahu. Bagiku Liona sudah kuanggap seperti keluarga,bukan kekasih.
BERSAMBUNG...
__ADS_1