
masih flash back:
jadilah kami tinggal berdua di kota ini merasakan manis pahitnya kehidupan. oom trian kadang-kadang menengok kami, bayu ikut.
''bayu! jaga adikku baik-baik.''pesan kak avie.
''iya, mak avie.''jawab bayu sambil bercanda.
''jangan bikin mira nangis.''tambah kak avie.
bayu mengangkat tangan tak berani. bayu pun menemuiku, aku tengah asyik membaca komik laki-laki. bayu mencubit pipi gembulku.
''bayu...''jeritku.
''kamu imut, mira...''kata bayu. aku bersungut-sungut. bayu melihat aku membaca komik turut melihat.
''ih....apa itu? cewek kok bacaannya komik sih?''goda bayu.
''gak usah lihat-lihat. kamu nonton tv aja.''bentakku.
''hm...gak mau. aku mau lihat bukumu.''
aku dan bayu rebutan buku komik dan hasilnya sobek. bayu terpana, aku menangis ketakutan. bayu langsung teringat pesan kak avie.
''mira, maaf...aku gak bakal ngulangi lagi....sekarang kamu jangan nangis lagi. oke?''hibur bayu. ia berjanji akan membelikan komik lagi. ''sekarang kamu jangan nangis lagi...kalau terjadi apa-apa bilang ke aku. aku akan melindungimu.'' janji bayu. dia mengacungkan jari kelingkingnya.
''beneran?''tanyaku. bayu mengangguk.
tante—ibunya bayu–berdehem, ''sekarang sudah terikat hubungan khusus ya...''
kami bersemu malu.
''ini teh buat keponakan tante yang cantik.''tante menyodorkan teh kepadaku.
skiip....
"dan liontin ini pemberian lusi."lily menunjukkan kalung permata yang indah. aku menatapnya tak berkedip.
''mau kamu jual?''tanyaku.
lily menggeleng, ''akan kusimpan buat pernikahanku.''lily tersenyum bangga.
sementara di ruang tamu...
david mendesak sayla untuk bercerita. sayka masih tidsk menjawab pertanyaan david. ''sederhananya kamu ingat di peristiwa penting itu?''
''aku melihay pengkhianatan seorang koleganya. mereka itu body guard tian carlie.''sayla akhirnya buka mulut.
david terkejut,''toza!" sayla mengangguk lemah.
''terima kasih atas informasinya.'''
''sekarang bisakah kamu membalaskan dendamku kepada toza?''sayla memohon dengan penuh harapan.
kak david tersenyum licik,''boleh saja, syaratnya setelah selesai urusannya kamu menikah denganku.''
''baik.''sayla menyetujui persyaratan kak david. aku yang tak sengaja mendengar perjanjian ini kaget.
''kenapa wajahmu begitu pucat?''tanya lily.
''gak tahu, tiba-tiba aku pusing.''aku memberi alasan.
''baiklah, kamu istirahat dulu di kamarku.'' lily mempersilahkanku tidur di kamarnya. ''aku ke depan dulu, gak enak ninghalain mba' sayla sama tamu laki-laki.''
lily pun ke depan.
__ADS_1
''mana temanmu?''tanya mba' sayla
''istirahat.''jawab lily pendek.
''oh...oke.''kata sayla pendek. atmosfernya enggak enak.
''roy sekarang kerja apa?''tanya kak david.
''roy sekolah sambil bekerja. harusnya sebagai teman kamu bantuin roy buat menghidupi kami berempat.''kata lily pedas.
''lily, jangan berlebihan.''larang mba' sayla.
''lagipula yang menjadi teman roy adalah adikku lyon.''tambah kak david.
''kenapa? kenapa amira yang polos bersamamu?''tanya lily tak habis pikir.
''amira tunanganku.''kak david tersenyum licik.
''tunangan?''tanya lily dan mba' sayla kompak.
''gak percaya? tanya saja ke amira. lulus sma dia kuliah kedokteran.aku yakin amira gak sampai empat tahun dia udah menyandang gelar dokter.''kata kak david memanas-manasi.
''alah...masih lima tahun saja.''ejek lily.
''jangan salah. rencananya setahun lagi kami menikah.'' bohong.
''lalu bagaimana denganku?''protes mba' sayla.
''karena belum ada kepastian selesainya masalah ini kapan. kamu tunggu saja ya.''hibur kak david. mba' sayla mengangguk.
''mba' sayla...''lily menegur kakak iparnya roy.
''sudahlah...aku lama-lama bosan hidup sendiri.''tegas sayla.
''aku ingin amira kemari. malam ini kami menginap di hotel. besok kami ke sini lagi.''pinta kak david.
''kamu pikir aku tertarik sama babu? udah cepat suruh kemari.''perintah kak david. lily berpikir.
''lily, nurut aja. biar hidup kita lebih tenang. kamu gak mau khan kalau nyawa sahabatmu ikut terancam?''desak mba' sayla.
''mba' sayla.''wajah lily menjadi murung. ia menuruti perkataan mba' sayla.
''kamu tuh yang benar tunangannya apa babu sih?''tanya lily padaku.
''dua-duanya benar.''kataku sambil tersenyum. lily menepuk dahinya. ''udah ya, bye-bye.''pamitku.
🍃🍃🍃
hotel bintang lima...
''kak informasi apa yang kamu dapat?''tanyaku saat keluar dari kamar mandi, rambutku masih basah, hanya saja aku sudah berganti pakaian.
''seperti yang aku bilang, roy diserang body guard ayahnya sendiri. namanya toza. dia bersekongkol dengan candy murbel.''jelas kak david, pandangannya tak teralih dari laptop,kadang-kadang membenarkan kacamata anti radiasinya.
''lalu kakak seriusan mau menikahi mantan tunangan kak john? atau ada motif lainnya.''tanyaku lebih lanjut. aku mengambilkan kopi hangat untuk tuan muda pertama akmarahulla.
''tidak ada motif...dia cantik.''jawab kak david.
''akhirnya kakak jatuh cinta pada wanita juga.''sindirku.
''apa?''kak david tersedak. aku tertawa lalu menyodorkan tisu kepada kak david.
''yah...kakak khan mantan kedisiplinan, sebenarnya banyak yang naksir kakak dalam diam.''kataku. aku beberapa kali mendengar selentingan cewek menggosipkan ketampanan kak david.
__ADS_1
''huh...kamu itu ya, kupikir isi otaknya hanya buku...ternyata sempat mendengarkan gosip.''kak david memukul kepalaku.
''haha...aku menggunakan kesempatan ke sma elite untuk berburu ilmu dong.''kataku.
''tidak ada hal lain?''tanya kak david heran.
''tidak.''jawabku.
'rupanya aku sudah salah paham sama dia. aku sudah berpikir hal-hal negatif tentang dia.'pikir kak david.
''kak, kita mau makan apa?''tanya amira memasang tampang imut.
''di dalam hotel ini ada restoran, kamu belilah makanan di sana.''kak david memberiku kartu ATM khusus orang kalangan atas.
''kakak tidak makan?''tanyaku karena melihat kak david tak beranjak dari tempat duduknya.
''aku sudah biasa tidak makan malam.''jawab david engggan.
''kak, apa kakak tega membiarkanku sendirian? kita khan selama di sini berpura-pura menjadi tunangan. apa kata orang nanti?''rajukku.
''oke...tapi sekali ini saja.''kak david menuruti kata-kataku.
🍃🍃🍃
selesai makan malam dan jalan-jalan di luar, waktunya tidur malam. sayangnya kasurnya satu doang.
''apa-apaan ini?''protesku. aku kira kamar yang dipesan nyonya dua kasur. ini keterlaluan. ''kak...bagaimana ini?''tanyaku, aku cemberut.
''kamu tidur duluan saja.''kata kak david pasrah.
''kakak sendiri?''tanyaku gak enakan.
''aku tidur di sofa.''jawab kak david.
''jangan kak...nanti kakak kedinginan.''larangku.
''terus gimana? mau tidur berdua?''tanya kak david, aku menggeleng.
''kakak tidur duluan atau aku tidur duluan aja gimana?''saranku.
kak david tertawa, ''konyol...nih, aku bawa kasur lantai. kalo kamu gak mau tidur di kasur, tidurlah di kasur lantai.''
''o..oke. begini lebih baik.''aku menyetujuinya.
''mom, bener khan kamar dua belas?''tanya david lewat telepon.
''iya benar, pangeran kecilku. ada masalah?''
''kasurnya cuma satu,mom.''kata david kesal.
''yah...kamu ini selalu dingin sama wanita. kapan kamu belajar mencintai orang,david?''kata momnya dari seberang.
''hah.''david mendengus.''aku gak level sama bocah,mom.''
''sekarang gimana?''tanya momnya.
''gimana apa?''tanya david balik.
''kamu dapat informasi apa seharian ini?''yanya mom lagi.
''sedikit sekali, besok akan diadakan penelitian lebih lanjut.''kata david sambil melihat laptopnya.
''cari terus, david....cari jejak candy murbel...''perintah momnya tegas.
__ADS_1
berrsambung....