
Bangun tidur sekitar pukul 23.59, aku kaget saat melihat TV masih menyala dan siarannya lebih membosankan. Aku mematikan TV.
''Amira.'' Robert muncul di sisi Amira
''Robert, sejak kapan kamu di sini? Mau ngapain?''
''Aku sejak tadi sore sudah di sini.''
''Jadi, mobil merah itu punyamu?''selidikku. Tampaknya dia serius ingin bicara denganku. Robert duduk di sebelahku. Aku bersandar di pundaknya.
''Oke, kamu mau curhat lagi?''
''Sebenarnya aku jatuh cinta kepada seseorang. Tapi orang itu selalu menolakku, dia gak peka., dia malah dekat sama orang yang gak kusuka. Sakit banget. Aku pengen banget bales rasa sakitku ini. Kamu tahu gak siapa orang yang kumaksud?'' Aku menggeleng.
''Kamu.''lanjut Robert.
Aku menggeleng-gelengkan kepala. Misiku sekolah di sini bukan mengejar cinta. Tetapi mengejar cita-cita. Bagaimana aku menjelaskan kepada Robert. ''Jangan marah, aku tetap kasih kesempatan buat kamu sebagai teman. Gak lebih.''
''Yang kayak gitu nyakitin tau,Mira!''bentaknya. ''Kamu pasti memilih Lyon karena dia lebih hebat dariku,khan?''
''Bukan, bagiku kalian semua kuanggap teman. Ga lebih. Oleh karena itu, kita tetap berteman ya?''
''Hmh.''Robert mendengus. ''Okelah nona penggila buku...Aku mengerti.''
''Karena itu tolong dukung Lyon ya?''tawarku.
''Kenapa?''tanya Robert tak mengerti.
''Karena aku fans berat Lyon. Kalau gak jangan harap bisa berteman denganku lagi.''gertakku.
''Oke.''ucap Robert cepat.
''Hanya fans berat ya?''Vera muncul dari balik pintu, sepertinya ia sudah lama bersembunyi di sana.
''Ayo kita main ular tangga!''ajakku tiba-tiba, aku mengambil mainan ular tangga yang tersimpan rapi di laci meja ruang tengah.
''Ayo...''sambut Vera dan Robert berbarengan. Vera san Ribert antusias. Sementara aku memikirkan hal lain, yaitu kakakku.
Vera berseru kecewa karena beberapa kali turun tangga dan nyaris menang.
Kini giliranku melempar dadu,''Enam!"seruku. Enam langkah menjadi pemenang. ''Win!''sorakku sambil menjulurkan lidah. Vera cemberut. Aku tertawa.
Aku terserang ngantuk dan langsung tepar di tempat hingga hari pun berganti.
🍃🍃🍃
pukul 02.30 am
aku terbangun secara spontan karena di rumah besar aku juga terbangun di jam ini, aku menatap sekeliling, kulihat vera dan robert masih mendengkur. vera tidur di pojok ruangan, robert tidur di sofa, aku yang paling ngenes...masih di posisi semalam. jahat!
aku membangunkan vera,''vera...bangun! persiapan ke rumah besar.'' aku mengguncang-guncang tubuh sahabatku. dia terbangun.
''ya ampun, mira. ngantuk tahu! kamu kok selalu bangun pagi sih...''
''aku tahajjud dulu geng sis.''
'oalah, taat bener.''
''ya udah ah...kamu cuci muka dulu terus manasin motor, aku sholat. ntar aku nyusul ke depan.'' vera menuruti ucapanku. aku menulis catatan di samping robert bahwa aku udah pergi pagi-pagi.
***
''amira, kok wajahmu sayu begitu?''tegur lyon. aku cuma tersenyum tipis.
''kurang tidur.''
''oh..''
__ADS_1
aku merapikan tempat tidur tuan muda yang sedang sisiran menghadap cermin. ''selesai...aku turun dulu ya, mir.''pamitnya. aku mengangguk.
'kayaknya ada yang beda dari Lyon.'
ruang makan rumah besar ramai dengan gelak tawa. aku terkejut saat mendengar suara yang sangat familiar. 'Liona.' entah kenapa hatiku terasa perih.
cklek...ada yang buka pintu. Liona. dia melotot saat melihatku di kamar lyon. aku bingung mau jelasin apa ke dia.
''eh, selamat pagi nona liona.''sapaku sambil mengangguk hormat.
''kamu bisa-bisanya ada di kamar lyon? apa yang kalian lakuin semalam?'' aku menunduk.''statusmu di sini pembantu.''
''nona liona, seperti yang kamu lihat, aku lagi pegang pembersih debu, aku baru datang oagi ini, memakai seragam sekolah, masa sih aku tidur di tempat tuan muda?''
liona geleng-geleng,''asal lo tahu ya, lo gak bisa ngerebut lyon dari sisi gua!!''
brak...liona sudah tersulut emosi membanting pintu.
liona kembali ke ruang makan.
nyonya menegurnya,''aduh...wajahnya kok ditekuk gitu sih. kenapa?''
liona menatap lyon marah.
''sayang, kenapa kamu kok tampaknya marah?''tanya lyon lembut.
''amira tuh asistenmu khan? kenapa dia bisa di kamarmu?''liona menangis.
nyonya berdehem,'' tenang putriku...hubungan lyon dan aman hanya tuan dan pembantu.''
liona tersenyum kecut.
''bagaimana kabar adik-adikmu?''tanya lyon setelah suasana kembali normal.
''mereka sehat, sayang.''
''ya, aku gak sabar lihat kak david wisuda.''
david berangkat lebih awal. ia masuk anggota osisi di sekolah elite.
''aman!"panggil nyonya.
''ada apa nyonya?''aku mendekat.
''panggil semua pembantu, suruh mereka habiskan sarapan ini.''titah nyonya.
''baik, nyonya.''aku ke sapur memanggil pelayan lainnya.
''nyonya ngajak kalian sarapan! ada tamu special."
''nona liona, ya?''tebak kepala pembantu.
''asik...''para pelayan berbondong-bondong ke ruang makan.
''kamu gak ikut mir?''pergok vera saat melihatku mengendap-ngendap keluar.
''aku mau makan di luar.''jawabku sambil tersenyum.
aku menuju garasi, mengambil sepedaku dan menuntunnya keluar rumah,''selamat tinggal rumah besar.''
***
''bu!"sapaku pada bu kantin yang sedang memasukkan barang-barang ke gerobak.
__ADS_1
''amira? pagi banget datangnya.''pujinya. aku tersenyum.
''biar rizkinya gak dipatuk ayam.''jawabku.
aku turut membantu menyiapkan makanan kantin. menata gorengan, membuat kuah, de el el. aku menyeka keringat uang bercicuran di daahiku. pekerjaan selesai.
bu kantin memberiku bonus berupa semangkuk sito. aku memakannya dengan lahap.
matahari mulai meninghi, aku bergegas menuju kamar mandi, cuci muka dan bedakan. kemudian masuk kelas.
vera menyambutku,''wakil, anda khan piket.''seru vera. aku membenahi poniku.
''oh hampir lupa.''aku merebut pel-pelan yang dipegangnya.
***
istirahat aku stand by di kantin.
siori memesan makanan, ia kaget aku yang melayani,''mir, sejak kapan kamu ikut jualan?''
''baru kemarin kok.''jawabku pendek.
''dua mangkok,ya.''pesannya.
''siap.''
dengan bekal bekerja di rumah lyon, aku lumayan cekatan menyiapkan pesanan pembeli. sie kebersihan menunggu sambil main hp.
lima menit kemudian...
''ini.''pesanan sudah siap.
''thank you.''siori menerima makanan yang dipesannya.
datanglah gerombolan lyon dan liona.
''cie....barengan!"sorak siswa-siswi di kantin sambil melempar balas candaan.
lyon menatapku,''pesan semua menu!"katanya datar.
aku mondar-mandir mengantarkan makanan.
''amira, sini!''ajak liona tiba-tiba. ''aku tahu asisten rumah tuan lyon yang cekatan ini lapar.''lanjut liona.
''asisten lyon? sejak kapan?''
''oh, pantas mereka dekat.''
''jadi asisten aja doang aja udah diperhatiin. beruntung banget.''
dan komentar-komentar miring lainnya. aku pun dipaksa cerita sama mereka. aku cerita dengan menutup-nutupi kejadian yang mencoreng nama baik fans mereka.
''jadi bukan karena hukuman,ya?''tanya vera kecewa. aku tersenyum misterius.
''hidup lyon!"seru robert tiba-tiba. semua ikut-ikutan. beres, urusanku selesai.
***
saat di rumah besar, aku meluruskan penafsiran vera.
''gue kira itu beneran.''
aku tertawa ringan. ''gak 100% nya sih. yang penting tugasku sudah selesai dan tinggal menunggu pesta tiba.''kataku senang. aku memutuskan tetap membantu bu kantin samlai pesta tiba.
''ver, kak Lime gimana?''
''fine. kamu jangan sampe suka sama kakakku ya....kak lime hanya untukku seorang.''
__ADS_1
''iya...siapa juga yang mau iparan sama kamu.''
Bersambung....