
''Ciee...yang hari ini masuk sekolah baru.''sindir kak Avi saat aku mengeluarkan sepeda.''Baik-baik ya sama teman-temanmu.'' Aku mengangguk lemah. Aku memacu sepedaku menuju sekolah.
Sampai sekolah elite,jaraknya kurang lebih 2 km dari rumahku. Aku memarkirkan sepeda ke parkiran yang terisi penuh dengan jajaran mobil. Seketika harga diriku menurun.'Oh,ya ampun parkirnya penuh mobil.' gumamku'Kakak benar,sekolah ini khusus kalangan atas.'
Aku berjalan perlahan-lahan sambil memandangi sekeliling. Saat aku melewati koridor,aku menjadi pusat perhatian. Mungkin karena penampilanku yang kampungan.
Kelas 11 B. Aku menemukannya. Aku ketuk pintu kelas. Sesaat kemudian pintu terbuka lebar. Aku tersenyum kepada guru.
''Jadi ini murid pindahan dari SMA Kabupaten?'' sapa guru. Pakaian guru tersebut seperti seragam guru internasional. Aku mengangguk hormat.
''Sa-saya Amira Amana. Biasa dipanggil Mira.'' kataku dengan suara lantang di depan kelas. Mereka menatapku tapi tak merespon. Tak tertarik dengan penampilanku.
Karena tak ada yang bertanya guru mempersilakanku duduk di bangku orang yang bertukar pelajar denganku. Letaknya di tengah-tengah bangku perempuan. Aku berjalan menuju bangku yang dituju,lalu duduk dengan perasaan canggung.
Aroma parfum wanita merasuk ke hidungku,membuatku mual. Aku memasukkan tas ke laci meja. Tiga orang cewek berpenampilan norak menatapku tajam,bisik-bisik disusul cekikikan,saling menjawil,mungkin menertawakan penampilanku. Tidak masalah,karena aku tidak lama tinggal di sini.
Bahuku ditepuk oleh cewek di sampingku,rambutnya disemir kelabu.''Hei,lo. Beli di mana tas ini?''menunjuk tasku yang tak muat masuk laci.
''Dari kulit atau plastik?''tanya cewek satunya di belakangku,rambutnya dicat hijau.
''Merknya apa? Jangan-jangan beli di rongsokan.'' Cewek berambut merah tua terkekeh.
Mereka memberondongku dengan pertanyaan konyol. Aku harus membungkam mereka,''Dari kulit atau bukan yang penting bisa untuk menampung buku.''
Mereka mendengus,merasa gagal menghinaku,mereka mencari kesibukan lain. Aku rasa mereka ini adalah teman dekat Liona,mereka pasti gak suka temannya diganti dengan orang lain.
*****
Hujan!
Hari pertama di sekolah ini malah hujan. Bagaimana aku nanti pulang? Aku tidak membawa jas hujan. Makanya aku hanya mematung di teras sekolah,menunggu hujan berhenti. Anak-anak lain sudah pada pulang entah dijemput keluarganya atau pulang sendiri. Mereka enak naik mobil. Sedangkan aku hanya naik sepeda.
''Lo masih di sini?''sapa seorang cowok. Aku menoleh.
''Iya, nunggu hujan berhenti. Kenapa?''
''Dengar ya. Lo jangan dekat² sama Lyon. Awas klo lo berani deket² lo siap mati.''
Ha...? Aku melongo. Siapa Lyon? Kenapa aku gak boleh deket²? Tatapan cowok ini serius.Sepertinya sesosok Lyon adalah ancaman. Baiklah,aku setujui saja.''Tidak masalah.'' kataku lugas. Aku kembali menatap hujan yang semakin deras.
''Oh,iya kenalkan gue Robert. Kaki tangan Akmarahulla.''
__ADS_1
''Oh.''jawabku dingin. Sedingin cuaca ini.''Aku Amira.''
****
''Kok pulangnya telat,dek?''tanya kak Avi.
''Iya,soalnya kota hujan deras.'' Aku melepas jas hujan pemberian Robert setelah dia melarangku berteman dengan Lyon,dia bercerita tentang dirinya seorang kaki tangan Akmarahulla.
''Oh,padahal sini terang benderang.''
''Kak...''Aku duduk di samping kakakku yang sedang kipasan.Kakakku bergumam.''Tau gak kak masa' aku ketemu orang aneh banget,tiba-tiba ngancem aku gak boleh deket sama seseorang.Baiknya aku ngapain kak.''
''Eh....''Kakakku melotot.''Ada orang kayak gitu dek?''
''Kak,tolongin aku gimana caranya jauhin orang aneh kayak dia.''pintaku dengan wajah memelas.
''Tumben nanya ke kakak. Biasanya kamu tahu segalanya.'' Kak Avi tersenyum geli.
''Kak, aku serius.'' bentakku sambil mengangakat tangan hendak memukul.
''Oke-oke...tapi ada syaratnya.''
''Apa?''
''Kamu yang masak malam ini.''
''Oke,jadi caranya...''
*****
Hari kedua di SMA El****ite
Sesuai saran Kak Avi,aku berangkat pagi-pagi. Di tengah perjalanan menuju kelas aku dihadang kakak kelas,"Hei, anak kelas 11 B."
"Ya?" Aku berbalik badan menghadap orang yang memanggilku. Seorang pria yang tampan,dia memakai kacamata. Dia tampak berwibawa, apalagi saat kulirik seragamnya jabatannya adalah ketua keamanan OSIS!
"Tolong berikan ini kepada ketua dan wakil ketua kelasmu." sambil menyodorkan surat undangan.
"Baik,kak."
"Ngomong-ngomong gayamu kampungan." Pria tak berperasaan.
"Iya, aku orang miskin tapi jangan bilang aku kampungan!" Aku berlari ke kelas dengan perasaan kesal. Air mataku hampir tumpah. Cowok tadi benar-benar melukai perasaanku.
__ADS_1
"Gadis yang unik."gumam pria itu sambil tersenyum manis.
Cklek,aku membuka pintu kelas. Ternyata baru satu orang yang datang. Mudah-mudahan orang baik. Kalau dilihat-lihat lebih detail orang itu mirip dengan,"Siori sie kebersihan." Ia adalah seorang gadis dengan perangai lembut,menyukai kebersihan,dan tanggap pada lingkungan. Ternyata ia berangkat pagi juga. Dan sekarang ia meletakkan vas bunga ke atas meja guru.
Siori menoleh,ia melempar senyum,"Amira, selamat pagi! Kau datang pagi-pagi sekali." Ia berjalan menghampiriku. Wajahnya memang tidak cantik,ia cukup manis dengan sikap santunnya.
"Iya, setelah ini aku ada urusan penting. Oh iya titip ini buat ketua dan wakil ketua. Bye-bye!"
''Lyon dan Liona? Tumben banget dapat undangan.''komentar Siori.
Sekarang aku melaju menuju misi kedua, ke perpustakaan sekolah. Letaknya cukup jauh dari kelasku. Aku mengelap keringat begitu sampai di tempat yang kutuju.
''Tumben ada yang datang sepagi ini.'' Cowok tadi. Alamak,aku harus ngomong apa.
''Ya...Anda sendiri juga khan?''
''Aku penjaga perpustakaan.'' Hah...? Seorang pelajar direkrut menjadi penjaga perpustakaan. Ada apa dengan sekolah ini?
''Bukannya Anda bagian keamanan?''tanyaku hati-hati.
''Akhir-akhir ini terjadi kekacauan di perpustakaan.''Dia berdehem sebentar.''Seperti hilangnya koleksi buku kami.''
Aneh,sekolah sebagus ini juga terjadi kasus kehilangan buku.''Ada yang tertarik mencuri buku?'' Setahuku anak-anak zaman sekarang gak doyan baca buku.
''Bukan. Mereka suka meminjam buku tapi lupa mengembalikan dan jadi hilang deh.''
Aku menggeleng-gelengkan kepala keheranan.
Aku menyusuri rak-rak buku untuk mencari buku incaran,setelah ketemu aku kembali kepada kakak kelas,''Aku boleh pinjam buku ini?''
''Kedokteran?''
''Yap! Aku ingin menjadi dokter yang hebat.''
''Otak kecilmu bisa pecah membaca buku ini.''peringatnya.
''Memang ada yang melarang orang sepertiku membaca buku ini?''
Dia tersenyum tipis,''Tidak.'' Dia menulis catatan di buku daftar pengunjung dan peminjaman buku. ''Sini bukunya.''
''Mau kakak apakan?''selidikku. Jangan-jangan beneran dilarang meminjam buku. ''Saya gak pernah lupa mengembalikan buku. Sumpah!''
Dia terkekeh,''Memangnya aku menuduhmu pelupa?'' Tangannya masih terulur ke arahku. Baiklah,aku menyerahkan buku kepadanya.
__ADS_1
Ternyata bukunya dicap tanggal peminjaman. Aku sudah berburuk sangka. ''Terima kasih,kakak.''
BERSAMBUNG...