
Para maha siswa baru berkerumun sambil bersorak-sorak menyambut kehadiran maha siswa baru. Siapa lagi kalau bukan Lyon Akmarahulla. Lyon turun bersama tunangannya, Liona Burmanista dan dua asisten muda berpakaian kembar, Amira dan Vera.
"Lihat itu, Lyon Akmarahulla. Tampan banget seperti malaikat."ucap seorang mahasiswi. Pipinya bersemu merah.
"Itu adik kandung David teman kita. Mirip yah..."sambung kawan di sebelahnya. Mereka melihat dari jendela kelas mereka.
"Ah...Liona Burmanista itu merangkul Lyon."ungkap seorang pria yang terpikat dengan kecantikan Liona yang melegenda. Ada sedikit guratan kekecewaan padanya.
"Mereka pacaran,ya?"tanya seorang senior berwajah kotak.
"Liona terlihat sangat anggun dan romantis."puji pria satunya dan mendapat persetujuan dari teman di sebelah kananya.
Setelah mereka beekomentar tentang pasangan itu, mata mereka menangkap dua sosok gadis berpakaian kembar, siapa lagi kalau bukan Amira dan Vera. Dua gadis itu memakai jaket tipis dan membawakan tas mereka sendiri juga tas Lyon dan Liona. Mereka berdua sama-sama tersenyum.
"Mirip banget ya. Apa mereka kembar?"tebak wanita tomboy yang suka melihat gadis-gadis seimut mereka.
"Mungkin saja."sambungnya.
"IQ mereka dikabarkan sama. Di atas rata-rata."lapor seorang senior si pembawa berita.
"Pasti mereka satu sekolah dengan Lyon."kata pembawa berita satunya yang merupakan adik dari senior dengan yakin.
"Kenapa mereka berpisah?"tanya maha siswa kompak.
"mereka beda jurusan?"gumam wanita tomboy.
Seorang perempuan muda bertampang lugu memperhatikan para mahasiswa yang berkerumun di halaman universitas dari lantai dua.
"mereka sangat berisik."
Ia berbalik badan. Dilihatnya ada seorang pemuda tampan memanggil nama gadis lugu itu.
"Hasna...Hasna...lu dicari temanku."
Gadis itu menjadi gugup, dengan suara terbata-bata ia bertanya. "Al...bert. Kau mencariku?"
"Hanan mencari lu."ucap Albert, nama pria tampan itu tegas. Albert kemudian menunjukkan ruangan tempat Hanan berada. Setelah itu ia berpamitan. "Dadah, Hasna.." Albert berlalu.
Hasna menyapa Hanan dengan gugup, "Ha...hanan."ucap Hasna terbata.
Hanan, nama gadis teman smp Amira itu sedang duduk manis di depan meja sambil membaca buku tebal. "Hasna, lama tak berjumpa!"sapa Hanan.
Hasna menatap sekeliling, ia melihat banyak rak di segala sudut ruangan, "Ini...perpustakaan khan?"tanya Hasna masih gugup.
Hanan menyeret kursi di sampingnya dan mendekatkan kepada Hasna,"duduklah."
Hasna mengucapkan terima kasih sambil tersenyum malu-malu. Ia bercerita bahwa tadi di halaman universitas ada kerumunan yang menyambut Lyon,dan kawan-kawannya. Menurut Hasna hal itu sangat aneh.
"Jelaslah...Mereka itu dari keluarga tajir."jelas Hanan sambil tersenyum tipis. "Kita gak ada apa-apanya sama mereka. Kasihan banget khan?"
Hasna mengingat-ingat sesuatu yang ketinggalan,"Tadi kamu bilang kamu punya teman yang sekolah di SMU elite swasta."
"iya, amira namanya."tegas Hanan.
"Dia itu Mira, si asisten pribadi Lyon bukan,sih?"
Hanan tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Mantan saingan beratnya yang terkenal lugu dan pendiam itu kini jadi asisten pribadi tuan muda Lyon? Kenapa takdir memihaknya? Hanan menggeram dalam hati.
__ADS_1
"Sekarang di mana dia?"
"Hanan...aku di sini."sapaku dengan wajah PD. Aku bukan seseorang yang dulu yang mau-maunya dimanfaatkan oleh teman-temanku dan tidak berani melawan. Sekarang aku punya keluarga yang membelaku jika terjadi apa-apa.
Hanan tersenyum menantang. "Aku sudah menunggumu, Mira." Hanan menjabat tanganku. Dingin sekali. Belum pernah ia menatapku seperti ini.
"Aku kuliah kedokteran."laporku.
"Berarti kita saingan lagi."kata Hanan kemudian. Apa dia tidak senang bersaing denganku?
"Santai aja kawan..."Aku terbahak melihat wajah seriusnya.
"Sejak kapan kamu mau jadi asisten pribadinya Lyon?"selidik Hanan.Tatapannya serius.
"Kamu tahu si perfectsionis itu tang menyeretku ke rumah mewahnya."jawabku santai.
"Lantas kenapa kamu mau?"
"Mengapa tidak? Itu kesempatan untuk mendapat popularitas." Dulu aku adalah orang yang terlupakan. Sekarang aku mendapat kesempatan untuk menjadi diri sendiri.Siapa yang tidak senang mendapat kebebasan sendiri?
"Sombong banget kamu. Padahal kamu orang biasa aja kayak aku. Kamu habis oplas ya, sampai mukamu cakep banget kayak gitu?" Hanan melunjak.
"Eeh, ini asli,ya. Aku dari dulu emang cakep kayak emakku. Dulu aku kelihatan jelek karena aku terlarut dalam kesunyian. Kamu aja yang sirik sma aku. Ketahuan busuknya.''balasku tak kalah menohok.
''Mira, aku gak suka gayamu yang sekarang. Ganti gak!''jerit Hanan karena kalah berdebat. ''Hasna! Pangkas tuh rambut gembelnya.''perintah Hanan pada teman wanitanya yang sedari tadi menonton. Hanan memegangi tanganku supaya aku tidak kabur.
Hasna dengan gugup mengambil gunting dari dalam tas Hanan, ''Ba...baik Hanan.''
Rambut panjangku yang kurawat sedemikian ruapa dipangkas sampai pendek, gak rata lagi. Untuk melawan Hanan aku gak sanggup. Tubuhku kalah besar dari Hanan. Begitu pula tenagaku.
''Orang sirik bakal kena batunya.''kataku. Aku meneteskan air mata.
''Anak kepsek gak tahu malu.''
Hasna dan Hanan mendorongku keluar dari perpustakaan. Aku menutup rambutku dengan kupluk. Hanan terlihat sangat bahagia.Padahal dulu ia yang pertama kali membelaku saat aku dibully genknya Keti. Sekarang? Ia malah membullyku.
🍃🍃🍃
Salon Cantik Cantika
"nah, Anda kelihatan lebih cool nona."kata penata rambut seusai merapikan rambutku.
''terima kasih. aku bakal sering-sering ke sini karena kinerja Anda yang memuaskan pelanggan.'' Aku mengambil uang yang ada di dompet dan menyodorkannya pada penata rambut.
🍃🍃🍃
Vera geleng-geleng kepala saat kuceritakan tragedi yang kualami tadi pagi.
''Hanan,ya. Kamu bakal bentrok terus kalo gitu dong.''
''Iya. Kali ini aku gak boleh kalah!"
''Masih mending rambut. Coba kalo muka kamu yang kena bisa berabe.''
''Vera mah keterlaluan nakut-nakutinnya.''
__ADS_1
''Oke..oke..be slowly.''hibur Vera.
Sayup-sayup-sayup terdengar suara Kak David memanggil namaku.
''Mengapa aku yang dipanggil bukan Vera.''
''Mungkin masalah keluarga triple xa dan candy murbel.''
''iya juga. mungkin aja. kalau gak?''
''mira, jangan negthink dulu say.''
''iya..iya...'' aku bergegas menuju ruang tengah. ''ada apa ya kak david memanggil saya?''tanyaku.
Kak david menunjukkan foto seorang wanita seperti bule tapi bola matanya warna cokelat. Candy Murbel, kakak sepupu Lily-chan. Aku pernah bertemu waktu kecil. Aku mengamati latar foto yang ditunjukkan.
''Ini..penjara.''gumamku.
''Candy Murbel kini mendekam di penjara bawah tanah.''
''so?''
''Aku pastikan saat kamu lulus kedokteran masalah ini usai.''janji kak David kepadaku.
''Baik...apa tugasku?''
''Cari dana buat membebaskan Candy Murbel.''
''Hah...emang duit kamu kagak nyukup? Kamu khan bisa membebaskam dia demi cinta. Apa sih susahnya?''
''Nurut kataku!''bentak Kak David. "Aku hanya menginginkan hartanya bukan dia!''lanjut Kak David. ''Aku...aku benci dengan kelahiran putranya.''
Rupanya Mba' Candy melahirkan di bawah tanah. Siapa suaminya? Mungkin menikah sirri.
''Toza keparat itu yang menghalangi ambisiku.''umpat Kak David.
Sekarang aku menemukan jawabannya. Tozalah suami Mba' Candy(34 tahun). Kurasa mereka cocok, karena selisih umur mereka tidak jauh, dibandingkan dengan Kak David(19 tahun) yang umurnya jauh lebih muda.
Aku kembali ke kamar pembantu. Lelah hari ini mengurus kepentingan pribadi Kak David. Aku memikirkan cara supaya dana bisa terkumpul tanpa mengemis. Beberapa menit kemudian, aku terlelap dalam mimpi.
Mimpi Amira
"Mi...Mira...help me! Help me, Mira!"
"Siapa?"tanyaku. Aku mencium bau tanah. Bumi bergetar di bawahku. Aku menoleh. Wajah suram itu muncul di hadapanku.
''Bunuh orang yang hampir membunuhku.''pintanya dengan nada memelas.
Aku mengerutkan kening. Bunuh? Dikira menghabisi nyawa orang itu gampang? Bisa berurusan dengan hukum.
''Amira...dengarkan ibu..bunuh orang yang hampir membunuhku.'' Orang yang mengaku menjadi ibuku mendekat ke arahku, wajahnya mulai memutih. Dan tampak jelaslah wajah ibu yang cantik.
''Si-siapa yang melakukannya Ma?''
''Elena Xympony.''kata Mama seraya menyerahkan selembar foto gadis cantik. Gadis yang ada dalam potongan kecil dalam hidupku.
''Masa sih...masa sih...''gumamku.
__ADS_1
BERSAMBUNG......