My Dream Is Doctor

My Dream Is Doctor
Berbelanja


__ADS_3

Amira yang harusnya bebas tugas di hari minggu malah disuruh belanja oleh kepala pelayan yang bekerjasama dengan tuan muda kedua, padahal itu tugasnya kepala pelayan.


Vera teman sekamar Amira yang jarang ke mana-mana karena terus mengabdi di keluarga Akmarahulla ingin ikut Amira berbelanja.


''Aku pengen belanja...pokoknya belanja.''


''Iya-iya...''


Mereka pun berangkat berdua ke supermarket, bukan toko seberang jalan karena belanjaannya kebutuhan pokok. Mereka berangkat dengan sepeda onthel milik Amira.



''Yahuy...''Vera dengan postur tubuh lebih tinggi dan lebih gendut dari Amira malah membonceng.


''Asik, naik sepeda. Jadi kangen masa-masa kecil.''


''Kamu pernah naik sepeda?''tanya Amira dengan suara lantang. Karena suaranya beradu dengan deru kendaraan bermotor.


''Ya iyalah, masa aku langsung naik motor.''seloroh Vera.


''Kamu sepedaan sama siapa pas kecil?''


''Sama kakak. Kami sering jalan-jalan sore, dan kadang waktu minggu pagi.''cerita Vera lagi.


''Asik ya, punya masa kecil seperti itu.''Amira tersenyum tipis.


''Eh, kamu gak pernah?''


''Iya...masa kecilku tidak pernah naik kendaraan. Bukan berarti aku gak bahagia loh...''


''Iya-iya...''


Mereka tiba di supermarket yang sesuai dengan alamat di mana kepala pelayan langganan di situ.


''Keren.''decak Amira dan Vera bersamaan. Dua-duanya gak pernah ke tempat ini. Orang yang melihat tingkah mereka yang sedikit-sedikit kagum membuat mereka tertawa geli.


Pelayan super market menghampiri dua anak yang seperti bebas dari kandang tersebut, ''Halo mba-mba...ada yang bisa saya bantu?''tanya pelayan super market ramah.


''Kakak..kita mau belanja kebutuhan sehari-hari...tapi boleh khan lihat-lihat dulu..hehe.''Vera menanggapi sapaan pelayan super market.


''Boleh saja. Asal tidak mengganggu yang lain.''


''Beres, kak. Ayo Mir, kita ke tempat hewan laut dulu.''ajak Vera sambil menarik tangan Amira.


*****


Matahari berada tepat di atas kepala. Amira dan Vera baru selesai belanja. Amira membawa lima kresek besar, Vera membawa tiga kresek besar.

__ADS_1


''Vera...kamu jahat banget. Kamu tiga kresek, aku lima kresek.''protes Amira yang kepayahan membawa lima kresek itu.


''Ahh, harusnya kita tuh berangkat ga pake sepeda. Kalo kayak gini gimana kita pulangnya?" gerutu Vera.


''Iya ya, kenapa gak terpikirkan dari tadi. Ini salahnya nek Beti. Harusnya kita ke sini minimal naik motorlah.'' Amira mendukung ucapan Vera. Mereka berjalan di parkiran.


''Amira, awas!'' Mobil melaju mendekati Amira dan menyerempetnya. Amira mengerang. Mobil itu pun berhenti dan pengemudinya turun.



''Maaf nona...nona bisa berdiri?''Pengemudi itu mengulurkan tangan dan membantu Amira berdiri. Vera membantu mengambil belanjaan yang berhambur ke luar.



''Lo khan Robert?''tunding Vera, menyadari pengemudi yang memakai topi dengan lambang basket.


''Loh, elo bukannya Vera? Lah, ini siapa?''Robert menunjuk ke arah Amira.


''Aku Amira.''Amira berdiri,kaki kanannya keseleo.


Robert meminta maaf, karena ia terburu-buru ia jadi menyerempet Amira, sebagai tanda minta maafnya ia bersedia mengantar Amira dan Vera pulang.


''Lah, elu mau latihan, Bert?''tanya Vera.


''Iya...tadi sih gue dah ke sana. Terus temen-temen minta dibeliin minum, gue deh yang disuruh beliin.''


''Aku pengen lihat kepiting merah latihan basket.''pinta Amira dengan suara lirih.


''Hah? Robert maksudmu? Kok lucu sih manggilnya kepiting merah.''Vera terkikik geli.


''Apa sih? Udah kubilang aku bukan kepiting.''bantah Robert.


Vera masih terkikik geli,''Aku juga mau lihat kamu latihan basket..mumpung hari libur.''


''Iya, tapi sebentar saja. Setelah itu kalian pulang.''putus Robert dengan wajah memerah.


''Oke...''


*****


Kedua anak itu baru pulang ketika jam makan siang. Lyon menghadang mereka dengan tatapan marah. Terlebih saat melihat Amira digandeng Robert.


''Senang ya..pergi lama dengan cowok. ''kata Lyon sambil melotot. Perutnya belum terisi sejak tadi pagi. Biasanya kalau kepala pelayan yang belanja jam sembilan pagi sarapan sudah siap. Lyon yang selalu makan di rumah-tidak seperti kakak dan mommy nya yang banyak kegiatan di luar- terpaksa berpuasa setengah hari.


''Mereka baik-baik saja ketika bersamaku.''jawab Robert sopan. Ia menurunkan Amira tepat di hadapan Lyon.


''Apa ini disebut baik-baik saja?''Lyon menunjuk kaki Amira yang terkilir.

__ADS_1


''Itu salahmu menyuruhku melakukan pekerjaan berat ini.''tunding Amira.


''Kamu tahu, aku belum makan setengah hari ini. Seandainya kalian lebih cepat.''omel Lyon.


Robert langsung kabur, dia melaju naik mobil dengan cepat. Anak cepat meninggalkan masalah.


''Maaf, tuan muda Lyon, kejadian ini kedepannya tidak terulang lagi.''kata Vera sopan. Ia takut ia dihukum lebih berat jika ia tidak meminta maaf pada Lyon.


''Aku gak sudi minta maaf sama kamu. Wek.'' Amira menjulurkan lidah. Menantang Lyon. Lyon menahan langkah Amira.


''Ingat, pekerjaan menantimu.''kata Lyon galak.


Vera menyeret Amira pergi, ia takut Amira mengatakan hal-hal yang bisa-bisa Vera terkena imbasnya. ''Amira, cepat balik.''


****


Selesai memasak siap saji, Amira ke ruang tengah menemui Lyon. Tuannya itu menunggu sambil menyetel TV.



''Tu-tuan?''sapa Amira.


''Duduk.''perintah Lyon tanpa menoleh sedikit pun ke arah Amira. Tangannya mengisyaratkan duduk di sampingnya. Amira menurut, ia melangkah dengan tertatih-tatih.


''Mana yang sakit?''tanya Lyon melirik ke arah Amira yang terus menunduk.


''Mau apa dengan kakiku?''selidik Amira.


''Cepat tunjukkan.''perintah Lyon kali ini suaranya meninggi.


''Oke tuan muda...''Amira menjulurkan kakinya. Di luar dugaan Lyon mengobati kaki Amira yang terkilir.


Tumben banget Lyon baik sama aku. Gimana hubungannya sama Liona ya?batin Amira.


"Lyon, kamu sama Liona sudah baikan?"tanya Amira yang membuat Lyon memalingkan muka."Ahaha...maaf telah menyinggungmu."


"Liona ga pernah peduli sama aku. Dia hanya memikirkan dirinya."kata Lyon lirih.


"Ga mungkin. Liona yang sesempurna itu dan jadi idola kalangan cewek?"Amira mengerutkan kening.


"Aku...aku ga suka cara dia memperlakukanku...aku ingin cepat-cepat mengakhiri hubungan ini...tapi aku gak bisa...aku harus gimana Mir? Harus gimana?" Lyon menangis. Menangis pertama kali di depan orang selain keluarganya.


Aku yakin ini pasti kesalah pahaman, Lyon dan Liona meskipun mereka sudah lama bersama tapi tidak mengenali satu sama lain. Pasti ada sesuatu yang gak beres. Aku harus mencari cara supaya mereka berbaikan lagi.tekad Amira.


Bersambung...


Terima kasih banyak sudah mampir ke novelku...jangan lupa beri komentar dan like...

__ADS_1


Maaf ya..belum bisa up teratur karena aku mau ujian...🤭🤭🤭


__ADS_2