My Dream Is Doctor

My Dream Is Doctor
eps 24 kawan lama


__ADS_3

rumah keluarga akmarahulla



''di mana lyon?''tanya liona kepada nyonya.


''tenang dulu liona...lyon sedang jalan-jalan ke jakarta.''


''sendirian?''tanya liona lagi.


''sama aman. nganter aman nemuin kakaknya, terus menginap di hotel.''


spontan liona menggebrak meja,''nyonya, kenapa anda tenag-tenang saja membiarkan mereka? nyonya belum tahu kalau mereka itu bukan antara tuan dengan asisten?''


''liona!''nyonya merasa gak terima dibentak anak ingusan yang baru lahir kemarin. ''kamu keluar dari sini dan jangan pernah kembali.''


''nyonya, tapi-''


''keluar!''


liona berlari keluar sambil nangis kejer, dia buru-buru naik motor ke rumah dengan perasaan hancur lebur. ''gadis perusak kebahagiaan!''umpatnya.


''aman!" aku terhenyak saat nyonya tiba-tiba memanggilku di balik pintu, aku segera membuka pintu kamar. ''kamu sekarang yang mengurus david.''


mengurus kak david? no, dia telah menghina mama ku.


''aman...''tegur nyonya.


''baik, nyonya.''kataku terpaksa.


''mommy.'' lyon tiba-tiba muncul dari belakang.


''ya!''


''hp rumahku kok banyak banget catatan panggilan tak terjawab.''


''itu dari tunanganmu. tadi dia bentak'bentak saya gara-gara nyari kamu.''terang nyonya.


liona bisa marah? setahuku dia adalah wanita yang tenang. gak nyangka sikapnya dengan ibu angkat begitu angkuh, dia pikir dia itu siapa?


''terus saya usir dia.''lanjut nyonya.


aku merasa serba salah.


''nyonya, vera khan pulang kampung, saya boleh liburan juga khan?''


sekarang memasuki akhir bulan romadhon, vera minta cuti dari awal ke kampung asalnya.


nyonya mendengus, ''kamu ini ya, sudah enak naik pesawat malah minta libur. gak! siapa yang mau mengurus dua pangeran kecil saya.''tolak nyonya mentah-mentah.


aku menunduk kecewa.


''singa kecil, kamu ngalah dulu ya sama kakakmu. aman sekarang jdi asisten sementara david. terus yang mengurusmu bi beti.''putus nyonya.


''mom...okelah.''kata lyon keberatan. aku tertawa dalam hati melihat wajah ketakutan lyon, nek beti khan galak.


🍃🍃🍃


sorenya aku ke kamar kak david...



''kak david.''aku membuka pintu kamar. kak david habis mandi. aku memalingkan wajah.


''panggil aku tuan muda.''pintanya.


aku mencuekkan permintaannya.


''kenapa diam?''


''aku lagi puasa. jadi gak mau banyak bicara, hat energi.''

__ADS_1


''oh, ya ini tanggal berapa ramadhan?''


''dua puluh. please. kak david...aku pengen cuti...please...please...''rengekku.


''gak ada cuti kecuali libur bersama! lagipula kamu mau ke mana sih setelah setengah bulan pergi jalan-jalan?''selidik kak david.


''mencari inspirasi buat nulis novel.''jawabku sembarang.


''apa gak cukup ketemu banyak orang di sekolah elite? ada banyak artis, bintang film, model, penyanyi. kurang apa sih?''


pria ini sombong sekali. sifatnya di rumah dengan di sekolah berbeda banget.


''aku ingin bertemu cucu xxxa, dia itu sahabatku.''kataku, aku sudah lama tidak bertemu dia.


''oh...cana lily rupanya, ia dikabarkan menghilang.''kak david mengenal temanku.


''apa?!"aku setengah berteriak mengatakannya. 'lily hilang...? dia hilang? ke mana kamu ly? kamu masih hidup atau sudah mati? roy juga gak ada kabarnya.'


''bagaimana dengan roy?''tanyaku kemudian.


''roy bangkrut.''


serasa mimpi buruk saat mendengarnya. lily hilang, roy bangkrut. kenapa roda berputar begitu cepat? aku teringat peristiwa tiga tahun yang lalu. ulang tahun di pasar malam, bakar-bakar jagung dengan roy, lily, bayu, rina, dan kak john.


''johnsoon tertembak oleh penjahat buronan.''lanjut kak david.


''cukup!"aku langsung menangis dan menangis. dada ini terasa sangat sesak. siapa...siapa yang tega menembak kak john.


''menurutmu cewek ini kaya gimana?''kak david menyodorkan sebuah foto gadis berkulit putih seperto bule, tapi bola matanya coklat. ''dia adalah dalang dari semuanya, dia sepupu lily sendiri.''


''candy murbel!" tiba-tiba nyonya datang membawa koper. ''amira amana, sekarang kutugaskan kamu untuk menani david ke tkp untuk menyelidiki kejadian ini.''


''ini apa?''tanyaku retorik, jelas-jelas koper masih nanya.


''ini baju penyamaranmu. kamu harus pura-pura menjadi tunangan david biar gak dicurigai. saya sudah memesan hotel buat kalian.''kata nyonya tegas.


''ta-tapi.'' tugas sari nyonya sangat mendadak.


''baik.''semua ini demi roy dan lily. aku pasti akan menolong kalian.


🍃🍃🍃


Kota surabaya


''Amira, kita langsung meluncur ke rumah Roy.''


''Oke, kak.''


Aku tertegun saat melihat kediaman Roy yang sekarang.


''Ini khan perumahan. Dia ngontrak?''simpulku. David mengangguk. ''Aduh, malu pakai baju setengah terbuka kaya gini. Aku gak pede.''


David menggandengku,''Roy udah biasa lihat cewek kaya gitu.''


Kami berjalan ke halaman yang muat untuk satu unit mobil dan tiga unit motor. Aku mengebel pintu rumah.Pintu dibuka tapi tidak ada siapa-siapa.



''Masuk.''kata suatu suara lembut dari balik pintu. Kami pun masuk rumah kontrakan Roy.


Orang yang menemui kami adalah seorang wanita masih muda, ia terlihat murung, wajahnya mirip sekali dengan tunangan kak John.


''Mba' tunangan kak John?''tanyaku.


''Iya, benar. Ada perlu apa kemari?''tanya wanita itu balik.


David merangkulku,''Tunangan saya ini temannya adiknya John.'' Aku mengiyakan.


''Roy ya? Maaf, tapi Roy tidak ada di rumah. Apa anda ingin bertemu wanita yang dibawanya beberapa hari yang lalu?''kata tunangan kak John. Namanya Sayla.


''Boleh.''aku mengangguk. Aku menduga Lily.

__ADS_1


Dugaanku benar...!



''Lily.''air mataku tumpah. Aku pikir kita tak pernah bertemu lagi. Lily juga menangis.


''Bisa kau ceritakan bagaimana keluarga Carlie diserang?''tanya kak david kepada mba' sayla.


''Aku tidak begitu ingat....aku sangat depresi mengingatnya...''kata mba' Sayla dengan tubuh gemetar. Lily menepuk-nepuk mba' Sayla.


''Eh, lo datang-datang malah nanya yang gak-gak.''sindir Lily.


''Nona Lily, bisa kau ceritakan kejadiannya? Aku sebagai teman Roy tentu saja harus mengetahuinya.''


''Tanya aja sendjri aja ke Roy.''jawab Lily ketus. Iaberpaling ke arahku. ''Kamu tambah besar, Mir''


Aku bersemu malu,''kamu tambah gendut, makan coklat terus sih.''sindirku. Lily cuman ketawa.


''Amira, ada sesuatu yang pengen aku omongin sama kamu. Kita ke belakang yuk.''ajak Lily. Aku menurut.


Aku bisa melihat bekas-bekas kekayaan Roy.


Di belakang ada satu kamar kecil di sampingnya ada kamar mandi.


''Aku tidur di kamar itu.''kata Lily sambil tersenyjm tipis. ''Hidup itu kayak roda ya, kadang di atas kadang di bawah.''kata Lily kemudian. Aku membisu.


''Kamu masih ingat Luki? Ternyata dia punya kembaran perempuan, namanya Lusi. Aku pernah bertemu dengannya dan mendengar kisah penderitaannya. Dia benar-bemar dianak tirikan. Mereka tak peduli dengan Lusi. Samapai mati pun mereka tak ada yang ziarah kubur ke makam Lusi.''


Aku terdiam.Aku teringat bahwa dua tahun terakhir aku belum ziarah kubur makam bunda melan. pasti itu yang membiat saudara kandungku membenciku.


kubiarkan lily bercerita, sementara aku sibuk memikirkan kenangan indah bersama mama. saat itu keluarga kami adalah keluarga bahagia.


FLASH BACK


''mama!"panggilku versi sd. waktu itu mama sedang mengandung yang kelima kalinya.


''amira, kamu habis bertengkar dengan bayu lagi?''tebak mama saat melihat wajahku penuh dengan cakaran. aku tambah nangis kejer.


''sstt...''kak avie versi sd berusaha menenangkanku. dia membawakan p3k untuk mengobati lukaku.


mama tersenyum senang melihat rasa tanggung jawab yang dimiliki kak avie. kak avie membersihkan lukaku pelan-pelan.


aku menangis lagi saat mama mau melahirkan,''ma, jangan pergi!!''tangisku saat mama merintih kesakitan.


''mira...jangan nakal ya...yang rajin belajar, biar jadi anak yang pintar...mama bangga melihat prestasimu...mama pergi dulu..''.mama masuk mobil yang siap mengamgarnya ke rumah sakit terdekat.


tidak, mama kali ini benar-benar pergi...


kak galang dan kak avie meneteskan air mata.


''kak, kenapa kak? adikku sudah lahir khan? aku ingin ketemu mama!"rengekku.


''bunda, bunda melan-''kak avie tidak melanjutkan ucapannya, ia memberi pesan lewat tangisannya.


kak galang memelukku erat, wajahnya murung,''dek, bunda meninggal.''bisiknya.


''mama!!!"


suatu malam...


''ayah yakin mau menikah lagi? dengan wanita itu?''tanya kak galang pada ayah saat ayah menyampaikan rencana ingin menikah lagi.


''galang, ini semua demi kebaikan mu dan adik-adikmu.''argumen ayah.


''gak, ayah.meskipun aku tahu dia adalah teman lama bunda melan, dia itu tampangnya licik. di depan ayah saja dia bersikap manis. aku percaya bunda melahirkan setelah melahirkan, tapi karena apa? bunda tidak mengalami pendarahan.''galang tidak mau mengalah.


''galang, ayah yang lihat sendiri. bundamu kehilangan napas saat adikmu berhasil keluar ke dunia. nurut sama ayah saja ya. avie bagaimana menurutmu?''ayah meminta pendapat putrinya.


''aku gak setuju! ayah terserah mau ngapain, tapi avie dan amira gak bakal ikut ayah. ayah gampang percaya sama orang. aku khan selalu di sisi ayah. aku tahu banyak tentang ayah.'' kak avie tidak menyetujui keinginan ayahnya.


kak galang tersenyum saat melihat adiknya menghiba, ''Avie benar.''

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2