My Dream Is Doctor

My Dream Is Doctor
Identitas Hampir Terbongkar


__ADS_3

Hari keempat...


Aku mengembalikan buku kedokteran yang tempo hari aku pinjam.''Selamat pagi, kak.'' Aku menyerahkan buku untuk distempel tanggal pengembalian. Tujuanku ke sini, ke sekolah ini adalah berburu buku yang bermanfaat untuk masa depanku.


''Kak, aku pinjam ini.'' Aku membawa setumpuk buku yang lain untuk kubaca di rumah. Kak David terperangah saat aku membawa buku-buku itu ke hadapannya.


''Kamu yakin?''tanyanya dengan nada keberatan.


''Ya!'' Baru jalan beberapa langkah buku-buku tersebut jatuh karena kesenggol orang di hadapanku.


''Maaf.'' Orang itu meminta maaf duluan. Kak Jack. Ia mengulurkan tangan padaku.


''Aku yang harusnya minta maaf, kak. Aku..''


''Sini aku bantu membawa ke kelas.''


Kak David memperingati kami supaya cepat pergi, karena menghalangi pintu masuk.


Kami melangkah menuju kelas dengan canggung. Ternyata Kak Jack cowo baik. Aku membenarkan kacamataku. Eh, kenapa gak ada? ''Sebentar, kak. Kacamataku ketinggalan.''


''Ketinggalan di mana?''


''Toilet.''


Aku langsung meletakkan buku ke lantai dan langsung berlari meninggalkannya. Bisa gawat penyamaranku terbongkar.



Di toilet aku bertemu teman kaki tangan Akmarahulla, Mia. Aku tergopoh-gopoh mendekatinya. ''Anu... maaf kak. Lihat kacamata gak?''


''Oh, kacamata gede ini? Nih.''


''Terima kasih kakak.''


''Ya.'' Mia mengangguk. Lalu tertawa kecil,' Dia memanggilku kakak. Btw itu kacamata lensanya datar.'


Aku kembali di mana bukuku kutinggal. Aku membawa setumpuk buku itu kembali.


''Mau kubantu?''Liona mengulurkan tangan kepadaku. Wajahnya cantik sekali bagaikan permata. Sedangkan aku seperti bongkahan batu.


''Nona Liona. Kau kembali!''pekik teman-teman.


''Ngga, cuma main. Sekolah di sana sangat membosankan.''Liona menggelengkan kepala.


''Jadi kamu yang bernama Liona ketua genk brengsek ABC itu?'' tundingku. Liona menepis tanganku sambil tertawa.


''Bukankah kita pernah bertemu, Amira?''


Aku tertegun, aku tak pernah ingat masa laluku. Kenanganku terkubur bersamaan dengan kematian Mama. ''Ngga tau.''


''Haha..masa sih? Aku ingat lo, kita main pasar-pasaran. Ah...mungkin aku salah orang.''cerita Liona.


''Nona Liona, jangan dekat² sama si kismin ini.. dia pernah mencoba menggoda Kak Jack.'' peringat Ayako.


Liona tergelak,''Masa sih? Apa yang terjadi antara mereka?''


''Kak Jack melihat kita...''desis Christina.


Kak Jack berjalan ke arah kami. Buku yang ia bawa sudah ditaruh ke bangkuku.


''Kak Jack, apa kabar?'' sapa Liona.

__ADS_1


''Cih.'' Kak Jack mengacuhkan Liona, ia berpaling ke arahku. ''Amira, dompetmu ketinggalan. Oh iya kamu itu...dari keluarga-''


''AAH...Iya terima kasih.'' Aku segera memotong ucapan kak Jack. Sial, bagaimana bisa dompetku ketinggalan? Aku memberi kode supaya Kak Jack tutup mulut. Kak Jack mengangguk.


*****


Sesampainya di rumah aku mencari kak Avi. Biasanya jam segini kak Avi masak.


''Kakak...''


Kak Avi yang tengah menggoreng telur mata sapi kelabakan.''Kenapa dek? Pulang sekolah teriak². Kaget tau gak..''


''Aku hampir ketauan kak. Hampir aja kebocoran.''


''Astaga, terus gimana dekl?''


''Untung aku menyuruh tutup mulut.''


''Huh...untung saja. Ya udah kamu jaga jarak ma orang itu.''


*****



Di sebuah rumah besar nan megah hiduplah dua bersaudara Akmarahulla. David dan Lyon. Mereka bersaudara tapi sifatnya bertolak belakang. Meski begitu orang tua mereka tak pernah membeda-bedakan.


''Kak baru pulang?''sapa Lyon selaku adik. Dia menghabiskan harinya dengan menonton televisi.


''Iyalah. Kegiatan organisasi bertumpuk-tumpuk.''


David duduk di sebelah adiknya yang tengah bersantai.''Hari ini kutu buku itu pinjam setumpuk buku. Gila gak sih?''


''Merhatiin banget sih...memang ada anak gila buku kaya gitu?''


''Amira kak? Amira Trian?'' Lyon mengguncang-guncang kakaknya.


''Nah, lo sama anak kelas sendiri aja gak tahu.''sergah David.


''Aku tu dah nyari dia kemana-mana ternyata di perpus toh.''


''Emang kenapa? Mau kamu jadiin pacar? Kakak aja gak punya pacar.''


''Gak harus pacar juga kali'...''


''Terus apa? Memang sih facenya seperti anak SD...tapi kegilaannya sama buku membuat orang ilfeel.''


''Hahaha...justru itu. Sisi menariknya.''


''Tauk ah...aku gak tau jalan pikiranmu. Harusnya kamu tuh bersyukur sudah punya tunangan cantik..''


''Punya pacar jenius tuh untung tauk Kak. Kalo males ngerjain pe-er tinggal minta tolong dia.''


Hp David bergetar,ada panggilan masuk


''Halo?''


''David...gue kaget tau gak...kaget sekaget-kagetnya.''


''Kenapa sih Jack? Gak biasanya lo kaya gini? Lo ada masalah sama kutu buku?''


''Bener. Amira yang kita kenal gak sesederhana itu tauk David.''

__ADS_1


''Apanya? Dia khan gadis miskin pindahan dari SMA kabupaten. Apa coba sisi gak sederhananya?''


''Dia tuh anak dari keluarga Trian... Temen kerja Dadymu.''


''Serius Jack? Setahu gue Oom Trian punya anak cowo doang.''


''Klo lo gak percaya ntar gue kirimin foto kartu identitasnya.''


''Terus gue harus gimana? Gue khan gak mau berurusan sama penggila buku itu.''


''Yahh..pokoknya kamu cari cara gimana biar bisa mengorek kebenaran ini. Gue juga sependapat sama lo, pasti ada yang gak beres sama Oom Trian. Jangan-jangan Amira itu anak dari istri kedua...''


''Hahaha..masa sih? Setau gue Oom Trian orangnya gak selancang itu.''


''Makanya lo korek-korek latar belakang Amira...''


''Iya...klo mengorek kehidupannya gue mau² aja...tapi klo deket ogah lah. Merusak reputasi aja.''


''Adekmu coba mau gak?''


''Ah...dia mah sudah lama kepo sama Amira.''


''Kesempatan bagus...seret aja Amira ke keluarga lo. Misalnya jadi asisten kalian.''


''Enak aja...''


''Adik lo khan bisa.''


''Iya deh...gampang diaturnya.''


''Udah ya...lain kali gue hubungi lo lagi. Bye.''


''Oke.''


David mematikan hpnya, Lyon yang sedari tadi menyimak percakapan kakaknya tersenyum,


''Jadi kak...aku boleh khan punya pacar baru?''


''Ah...terserah kamulah. O iya..Amira biasanya mangkal di perpustakaan. Baca buku kedokteran apa novel-novel tebal... Ciri-cirinya rambut dikepang dua pake kacamata gede dan suka bersenandung...''


''Wah wah...keren juga penyamarannya. Tapi kali ini kamu gak bisa lolos dariku Amira.''Lyon terkekeh.


Bunyi deritan pintu. Mommy mereka pulang dari arisan mak-mak,''Eh...dua pangeran kecilku tumben bareng...''


Lyon menyambut Mommy-nya.''Hahaha...jelas dong. Sesama saudara haris ada waktu bersama.''


''Mommy habis kumpul gosip lagi?''sapa David.


''Arisan sama ibu-ibu konglomerat. Kalian sendiri ngobrolin apa di sini?''


''Mom, boleh khan aku merekrut pembantu lagi?''pinta Lyon.


''Pembantu yang seperti apa? Kita gak kekurangan orang kok.''


''Itu loh Mom, pembantu pribadi.''seloroh David.


''Aduh, permintaanmu macam-macam. Anak gadis yang kamu bawa waktu itu saja dianggurkan. Malah minta nambah lagi. Mom mau ngasih apa sama anak-anak yang gak ada niat bekerja?''Mom memijit dahinya.


''Lyon sudah ada kandidat pembantunya. Please mom...''pinta Lyon bertampang sok imut supaya hati batu Momnya luluh.


''Oke, dengan syarat pembantunya mau kerja keras dan dia gak nuntut macam-macam. Ingat, kamu sudah punya tunangan Lyon. Dan pembantu yang kamu anggurkan itu menjadi pembantu pribadi David, biar gak ada iri-irian.''ucap Mommy mereka tegas.

__ADS_1


''Siap,nyonya.''Lyon menyetujui persyaratan momnya. David mengangguk. Mereka saling melirik dan mengacungkan jempol.


__ADS_2