My Dream Is Doctor

My Dream Is Doctor
rahasia besar vera


__ADS_3

rumah amira amana



"ini rumahmu?"tanya vera seolah tak percaya karena meskipun aku jarang pulang rumah masih tetap asri, gak tau dalamnya gimana.


''wuih...kuncinya masih mencling-mencling.''sorak vera.


aku ketawa. ''khan aku di rumah besar.''


aku membuka pintu rumah peninggalan orang tua, masih terbayang peristiwa menyakitkan sehingga kami ditinggal di sini tanpa sanak saudara. andai bunda melan tahu...ah, semoga bunda bahagia di alamnya sekarang.


bunda telah meninggalkan kami sembilan tahun silam. bunda wafat di jogja, namun dikebumikan di semarang.


''rumahmu lumayan besar, tapi buat sendiri.''komentar vera begitu kami masuk ke ruang tamu.


''iya, dulunya sih berenam di aini. tapi karena ada suatu peristiwa, aku dan kakakku yang tinggal di sini. yang lain tinggal di rumah nenek.''ceritaku.


''oh, terus kamu tinggal sendirian karena kakakmu ke jakarta ya?''tebak vera.


aku mengangguk. kemudian aku mengajak vera ke kamarku dan kakakku.



''sebentar...aku bersihin dulu, di sini berdebu banget.''


lima menit kemudian kamarku sudah bersih. ''nah, ini nih yang bikin aku gak bosan.''aku menunjukkan koleksi bukuku yang tertata rapi di rak buku.


vera terpukau,''aku gak nyangka kamu kutu buku mir. kupikir itu cuma buat jaim doang.''


vera memilih-milih buku yang ia sukai.''aihhh...koleksimu terlalu banyak, sampai aku bingung memilihnya.''


''pilih saja bacaan yang kamu suka.''aku tertawa kecil.


''mir, ngomong-ngomong kamu bosan gak sih jadi bulan-bulanan tuan muda?kalau dilihat-lihat kamu enjoy aja.''tanya vera sembari duduk di kursi belajarku dulu.


''bosan? gak juga. mereka tuh asik walupun nyebelin. aku senang sudah dianggap bagian dari mereka.''


''maksudmu?''


''aku resmi jadi anak angkat nyonya akmarahulla.''senyumku mengembang.

__ADS_1


''what? beneran nih?''vera kelihatan shock.


''iya, kamu kok shock banget kelihatannya.''


''ya jelaslah. aku gak bisa membayangkan sikap liona nantinya.''vera memanyunkan bibirnya.


''lihat saja nanti.''aku tersenyum simpul.


🍃🍃🍃


aku bahagia bisa kembali bebas dari kekangan orang. aku bahagiakembali ke tempatku dan kak avie menabur kenangan. aku menatap foto keluarga yang ada di atas meja belajar. ayah, bunda, kak galang, kak avie, aku dan galih.


waktu itu bunda melan sedang hamil tua. latar dalam foto itu di taman depan rumah kami. kami sedang tertawa bahagia. aku mengamati masingomasing mimik wajah yang terpampang di bingkai foto. bola mata bunda yang paling teduh saat kupandang. ah, mungkin ini hanya perasaanku saja.


''mama,semoga kau bahagia di alammi sekarang.''bisikku. ''aku janji ma. aku bakal menjadi dokter yang bisa menyelamatkan jiwa manusia. aku...aku ingin membalas orang yang telah membunuhmu.''tekadku.


''wah, ini foto keluargamu, mir?''tanya vera tiba-tiba.


aku mengusap air mata. ''iya, foto lama sih. tapi cukup bermakna.''


vera terlihat serius memperhatikan foto keluargaku. ''kamu foto copynya ibumu ya.''komentarnya.


''mungkin.''simpul vera cepat. ''orang yang punya wajah kembar biasanya punya sifat yang sama.''


''pffft...'aku terkikik geli. ''emang aku hasil kloning?''


''aaah...''sergah vera. dia keliahatannya seeius dalam urusan ini. ''mungkin ibumu punya sesuatu yang bikin gak suka keluarga besarmu.''


DEG! Pertanda apa ini? aku ingat kata-kata menyakitkan yang dilontarkan kak david kepadaku. play girl.masa sih... masa sih bunda orangnya play girl...yang lebih penting aku play girl? enggaklah...


aku menelan ludah. bodoh, bunda orang baik-baik. aku yakin itu . aku gak pernah lihat atau dengar bunda punya hubungan dengan pria lain selain ayah atau saudara.


''aaagh..''aku mengerang larena sulit berpikir.vera panik melihatkubyang tiba-tiba terkulai lemas. dia terdengar memanggil-manggilku.


🍃🍃


aku membuka mataku. ini dimana? kenapa semuanya putih begini?



''kamu sudah sadar?''tanya suara yang sangat familiar, lyon. aku mencoba duduk, namun lyonelarangku. aku mencari vera, sahabatku. kenapa di sisiku hanya lyon?

__ADS_1


''mira...hello...kamu ruh dah bikin orang serumah panik,lho.''vera datang. dia tampak berbinar, wajahnya berseri-seri. dia menenteng kresek hitam isinya roti tawar dan susu kental manis.


'''makan dulu,gih.''katanya sambil menyodorkan kresek hitam kepadaku.aku tersenyum. ''dimakan, biar ada tenaga lagi.''


aku mengangguk. lyon bangkit dan keluar ruangan.


''vera...aku...apa aku itu terlihat seperti play girl?''tanyaku lemah.


vera terperangah,''nggak kok.''


kami membisu beberapa saat lama.


''kakak lime sudah balik ke indonesia. dia ingin menjengukmu..''kata vera lirih.''kenapa kakak begitu perhatian sama kamu?''


aku menggigit bibir bawahku.


''aku gak punya maksud apa-apa ke kakakmu kok.''


''masa?''vera menyangsikan ucapanku. dia menyandatkan tubuhnya ke tembok rumah sakit.


''beneran!"tegasku.


''kamu tahu. kak lime adalah saudara angkatku. hanya aku yang boleh mendapat perhatiannya.''kata vera tegas. aku tersenyum pahit.


''lyon pun saudara angkatku. so, aku boleh song mencintainya lebih dari siapapun.''kalimat vera membuat aku terhenyak.


''begitu,ya...''aku tersenyum tipis.


''mira...tolong jangan bilang siapa-siapa ya...''mohon vera sambil menggenggam tanganku.


''tentang?''aku mengerutkan kening.


''kalau aku bukan anak dari keluarga kaya. aku hanya anak panti asuhan.''beber vera. aku makin membelalakkan mata.


''iya, tenang saja.''aku menyetujui permintaan vera. kali ini vera tersenyum tulus.


''jangan dipikirin terus keluargamu yang dulu...nikmati yang sekarang. sekarang kita bukan hanya sahabat,tapi saudara.''kata vera dengan mata berkaca-kaca.


''iya, kita saudara.''mataku juga berkaca-kaca. kemudian kami menangis haru.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2