
Amira pov
Aku menanti kabar Candy Marbel, ibu kandung Peter. Candy Marbel proses membersihkan nama baiknya.
''Halo?'' Aku mengangkat telepon dari nomer tak dikenal.
''Halo, aku Marbel. Aku selesai dari persidangan, nama baikku kembali.''
Baru pertama kali mendengar suara Candy Marbel. Suaranya beda tipis dengan Candy Arbei saudara kembarnya.
''Peter selalu menanyakan keberadaanmu, Marbel dan kapan kalian bisa bertemu.''
Candy Marbel tertawa. ''Senang mendengar niat baik Peter. Tapi, aku tidak bisa mengambil Peter dalam waktu dekat ini. Aku perlu membangun kembali usahaku yang dulu hilang.''
''Jadi?''
''Aku menitipkan Peter untukmu. Sampai hari itu tiba.''
Please, gak usah dramatis, mba.😑.
''Baiklah. Terima kasih atas penjelasanmu, Marbel. Aku akan menghibur Peter bahwa kamu akan menjemputnya dalan waktu dekat ini.''
''Terima kasih atas pengertianmu, dokter Amira.''
Hampir satu tahun aku mengadopsi Peter. Kami menjalani kehidupan dengan damai. Meskipun terkadang Peter menanyakan Ibunya atau aku yang masih jomblo. Anak itu lebih tahu masalah percintaan dari padaku. Gurunya pernah melapor Peter didekati banyak anak perempuan. Malah ada yang nekat mengirim surat cinta. Aku menahan tawa mendengarnya. Jangankan anak kecil, aku saja pengen jadi pacarnya Peter. ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤. Canda pacar.
Peter menemaniku di saat kami senggang, misalnya libur akhir tahun atau libur nasional. Seperti hari ini, cuacanya sangat cerah, angin berhembus pelan. Kami menghabiskan waktu memancing di kolam khusus memancing.
''Kapan Ibu menjemputku?''tanya Peter. Ia terlihat seperti anak yang putus asa.
''Tenang. Ibumu berjanji akan menjemputmu saat bisa menghidupi kalian berdua.'' Aku menghibur Peter, anak yang beranjak remaja ini. Aku mengalihkan topik agar dia melupakan masalah Ibunya.
''Wah, tangkapannya banyak. Ayo kita panggang ikannya.'' Kami beranjak ke rumah bambu sambil menenteng ember yang isinya ikan mengambil alat pemanggang dan pisau. Aku melumuri ikan dengan bumbu yang aku siapkan dari rumah. Wangi khas bebakaran ikan mengundang selera makan. Begitu semua ikan masak, kami melahapnya dengan rakus.
''Bu, berapa umur ibu?''
''Tahun ini dua puluh enam tahun.''jawabku dengan tenang.
''Ibu punya pacar?''
''Tidak.''
''Kapan Ibu menikah?''
''Ketika jodoh Ibu datang.''
''Semoga aku bisa bertemu dengan suami Ibu, ya.''kata Peter sambil mengukir senyum. Membuat jatuh cinta.
''Amin.''
Peter kalau bertanya tentang Ibunya ujung-ujungnya memojokkan ku yang jomblo dan perawan tua.😑😑.
...****************...
''Bayu, aku titipkan anak gadisku ...tahun dari sekarang.''kata Papa di senja itu.
''Baiiik, Om.''kata Bayu sambil mengacungkan jempol.
Berapa tahun dari waktu itu? Waktu aku duduk di kelas tiga SD. Saat aku pindah rumah.
__ADS_1
...****************...
Bayu sekarang bekerja di perhotelan. Kehidupannya sudah mapan. Ditambah lagi, ia anak tunggal Om Trian. Kenapa dia tidak menikahiku? Apakah ia lupa dengan perjanjian ini? Jangan-jangan dia bertemu wanita cantik dan baik hati, sehingga lupa sama aku. Ataukah perjanjian ini halusinasiku???
Aku menelpon Bayu
📞: Bayu, kapan kita menikah?
📞: Oh, dedek kecil Bayu mau menikah nih?
📞: Gak usah ngeledek.
📞:Maunya kapan? Malam ini? Siap! Aku datang ke rumahmu, Mira.😘😘😘.
📞:BAYU BAKA!!!
📞:Oke. Aku akan bilang sama Ayah dulu. Minta do'a restu. Khan ada yang bilang pernikahan di antara sepupu itu tabu, kayak gak ada cowok lain aja. De el el gitulah.
📞:Intinya kapan kita bisa bertemu?
📞: Malam minggu bisa? Sudah lama kita gak nge date bareng. Mau khan, Mir?
📞:Oke deh. Jam berapa?
📞:Jam enam sore.
📞: Kemaleman.
📞:Yahhh, dedek gimana sih? Namanya ngedate, malam mingguan dong.
📞:Iya iya... Sepakat!
📞:Nah, gitu dong, dek.
...----------------...
Malam minggu tiba, di sabtu sore, Bundanya Bayu memergoki Bayu yang memakai baju bagus, wangi-wangian, dan sisiran rapi.
"Ada tugas toh Bay?"
"Enggak Bun. Mau ketemu calon istri."
Bunda langsung ngeh siapa yang dimaksud putranya. "Bayu akhirnya suka sama Amira setelah bertahun-tahun galau memikirkan Amira."
Bunda tidak tinggal diam. Ia memanggil suaminya dan mengajaknya berkompromi mengawasi dan membuntuti Bayu diam-diam.
Bayu dan Mira bertemu di taman kota
''Bayu!''panggil Amira yang memakai baju dress selutut. Pakaian yang sangat dihindarinya sejak dulu.
''Tumben cantik hari ini.''Bayu menggoda Amira. Amira mencubit daun telinga Bayu.
''Baju pinjaman.''
''Oh, kamu bela-belain pakai baju ini demi aku,ya?''
Amira mengerucutkan bibir. Sikapnya yang kekanak-kanakan tidak sesuai dengan umurnya yang tante-tante. Amira bersikap manja seperti ini saat berduaan dengan Bayu. Sejak kecil. Makanya mereka dijuluki punya 'hubungan khusus yang tidak bisa dijelaskan'.
__ADS_1
Bayu mencium kening Amira dan mencubit pipi Amira yang menggemaskan. ''Kamu sama saja, Mir.''
''Aw!!! Jangan cubit pipiku!''
''Mira, aku mau menunjukkanmu ini.'' Bayu mengulurkan tangan yang menggenggam sekotak benda, isinya membuat mata Amira berkaca-kaca.
''Ini...''
''Cincin tunangan.''
Amira memeluk Bayu erat-erat. Sifat gengsinya ia buang jauh-jauh saat di hadapan Bayu.
Orang tua Bayu yang melihat mereka berdua kembali seperti dulu sangat senang.
''Anak kita normal, Yah.''kata Bunda terharu.
''Siapa yang bilang dia gak normal?''kata Ayah datar.
''Om, Tante kenapa di sini?''pergok Amira.
''Waduh, ketahuan.''
''Ayah, aku mohon do'a restunya-''
''Oke. Kita tunggu tanggal baik buat pernikahan kalian.'' Om Trian membalikkan badan. ''Ayo pulang.'' Menarik tangan istrinya yang sangat girang melihat putranya melamar keponakan suaminya.
''Terima kasih, Ayah, Bunda.''kata Bayu. Ia menggenggam tangan Amira dengan erat. ''Mau ku antar pulang?''
''Bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu? Sudah lama Amira tidak mendapatkan kebebasan ini.''kata Amira gugup.
''Tapi kamu terlihat kedinginan. Aku takut kamu mengompol di jalanan.''
Wajah Amira merah padam. ''Hentikan omong kosongmu!!!''
''Untung aku bawa jaket lebih. Nih, pakailah.''
...----------------...
Ah, waktu berlalu begitu cepat. Di tengah-tengah ngedate mendapat panggilan tugas. Menyebalkan!!!
Klontang! Amira menendang botol soda yang ada di depannya.
dr. Inul memanggil Amira, menceramahinya panjang sekaligus permintaan maaf atas sikap tidak profesionalnya kemarin lusa.
Brak! Amira menggebrak meja.
"Dokter kepala. Anda tidak tahu rasanya orang yang bertemu kembali pada cinta pertamanya dan jalan berdua. Seolah-olah di dunia ini hanya mereka berdua!!!"
"Lalu, Anda mau mengabaikan tugas sebagai seorang dokter kepala divisi bedah? Anda menginginkan nama baik rumah sakit tercemar atas lambatnya penanganan pasien gawat darurat?" Kepala rumah sakit terus mengomelinya.
Huhuhuhu... Amira menangis di trotoar. Jalanan tidak seramai tadi saat ia berangkat. Jam menunjukkan pukul dua belas tepat.
Tanpa Amira sadari, ada beberapa pasang mata yang memiliki niat jahat. "Ada mangsa nih."batin mereka.
Belum sempat mereka beraksi, mereka mendapat pelajaran dari kekasih wanita imut itu. Bayu, si jago bela diri!!!
"Bayu."
"Ayo kembali ke rumah. Jangan berjalan sendirian."
__ADS_1
Amira mengangguk.
Bersambung...