My Dream Is Doctor

My Dream Is Doctor
Teror !!!


__ADS_3

Kilas balik


"Sudah malam." kataku (amira).


"Aku belum sholat tarowih...."pekikku. Lyon sudah berngkat ke masjid dari tadi. Sekarang pukul 8. Aku baru menutup klinikku. "Harusnya aku nambah asisten." tambahku lagi


Seseorang mengetuk pintu klinik. "Klinik sudah tutup! pulang sana!" omelku


" Kalau orang Islam tarowih sana!" omelku lagi.


"Buka...buka pintunya!" pintanya seperti orang merintih. Aku menoleh. Seorang berpakaian serba hitam, darahnya menetes netes. Insting dokterku membuatku bergerak cepat membukakan pintu.


"Mba', Mba' terlu-" JLEB,benda tajam menusuk lenganku. Darah segar mengalir. " Semoga tuhan membalasmu." kataku berulang-ulang. "kamu tidak menghormati bulan suci..." Lalu kesadaranku hilang.


Aku tersadar saat pagi menjelang. Aku menyentuh lenganku. Sudah di jahit. Aku meneliti ruangan, dengan sorotan mataku. Tidak ada siapapun. Di sampingku ada secarik kertas.


...isinya: Semoga lekas sembuh, dokter 😊...


^^^Asistenmu..^^^


"Dokter Ira rupanya" ternyata, saat aku kehilangan kesadaran, mantan asistenku itu datang mengantarkan nasi yang sudah menjadi jatahku di pertemuan dokter RS ku. Tak terasa, air mataku menetes di pipi. Mungkin karena kata-kata perpisahanku itu. Terima kasih Ira. Terima kasih, kawan.


"Sayang sekali, aku tidak bisa memakannya." gumamku. Aku memandangi baju dokterku yang berlumuran darah. Aku memasukkan baju dokterku ke mesin cuci.


Siapa yang menerorku semalam? Siapa yang pura-pura menjadi calon pasienku, lalu mengeluarkan benda tajam dan menusukkannya padaku? Ah, yang penting nyawaku masih terselamatkan.


Aku mendapat kabar dari mas Galang kalau adikku Galih koma. Astaghfirullahaln adzim...Puasa-puasa begini musibah berdatangan. Aku terpekur melihat kondisi adikku yang buruk itu. Saudara-saudaraku sibuk bergosip tentang Galih


"Dia kecelakaan setelah membegal orang. Tau rasa dia!"


'' Untung doternya baik, masih mau menolongnya.''


'' Dokter mah gak pernah pilih kasih.''


JLEB, aku masih kepikiran pasienku, Toza yang tengah sekarat.


''Amira.'' suara lembut mba' Novi hinggap di telingaku. Dia merangkulku dari belakang.


'' Sebentar lagi Adzan maghrib. Ayo kita keluar beli makanan.'' ajaknya. ''Biar yang lain nunggu di sini " lanjutnya


''Aku gak bisa mba', soalnya dia lumpuh total.'' Jawabku


''Iya...iya dokter. Tapi, kamu Jangan melupakan dirimu sendiri.'' Akhirnya. Kami membeli makanan di seberang. Kami kembali saat adzan manghrib berkumandang. Keluargaku menggelar karpet.


''Hore.....makanan datang!'' seru azam


''Cielah, udah jadi kakak adik beneran!''sorak Citra pada kami berdua. Hatiku mati. Mau dia soraki apapun cumaku balas senyum kecut.

__ADS_1


Selanjutnya. Keluargaku membicarakan tentang mereka dengan heboh. Sementara aku diam memikirkan kejadian akhir-akhir ini.


'' Kamu kok diam aja?''tanya kak Avie '' padahal biasanya cerewet.'' lanjutnya. Akumengeleng lemah, ''aku benyak pikiran'' jawabku


'' Bayu, kamu sudah siap menikah?'' tanya ayah. GLEK!! Aku langsung mengangkat pandangan. Yang lain bersorak-Sorak. Aku menundukkan kepala.


''kok diem, sih? kok diem, sih? Ngomong kek. Udah punya calon, belum?'' tanya salah seorang


'' Saya yang nanya kok kalian yang ribut.'' kata ayah


'' Biarin, sih. Om. kita khan kepo.''


'' Kalian berisik, deh. Kepo amat tentang aku.'' Balas Bayu.


'' Ya elah....umurmu dah berapa, Bay? buruan Nikah! kamu tu ganteng, lho. Udah berapa cewek naksir kamu? cewek Eropamu udah kamu patah hati-in.''


''Entarlah..kalau ada perkembangan aku bilang ke kalian.'' jawab Bayu enteng.


'' Beneran lho!!''


Bayu tertawa ngakak, '' Ya tetep rahasia, dong.''


kira-kira dia ingat gak ya, kata-kata ayah waktu itu?


''Amira, kamu masih nginep di klinik? Lukamu sudah mendingan!'' tanya Bayu. Aku mengangkat pandangan.


'' Oh jadi selama ini kamu di klinik. Dasar bikin orang bingung.''


'' Oooh....aku mau memberi pekerjaan,tp sekarang mana mungkin.'' Aku melirik adik laki-lakiku


'' Dia mencarimu seperti orang kesetanan. Padahal kami udah bilang kamu gak ada di rumah.'' mulai bergosip !!


''Istrinya yang memintaku untuk mencari pekerjaan?''


'' Istri? bukannya istrinya kaya raya?''


''Siapa bilang. Buktinya dia datang memelas kepadaku.'' Tiba-Tiba, ada WA masuk


Dokter Ira:


Dokter, apa sudah medingan?


^^^Anda:^^^


^^^^^^Masih nyeri^^^^^^


Dokter Ira:

__ADS_1


Dokter, apa tidak mau kembali ke


RS?


^^^Anda:^^^


^^^Kamu lihat aja^^^


Dokter Ira:


Dokter ada teman lama Dokter


mencari Dokter


^^^Anda:^^^


^^^Namanya siapa?^^^


Dokter Ira:


Namanya Vera. Saat mengantar


Lime berobat


^^^Anda:^^^


^^^Omg!^^^


Aku berdiri. ''Mau kemana?'' tanya kak Avie


'' Mau kerja.'' jawabku dengan senyum simpul. Aku menutup pintu pintu tapi tidak langsung pergi. Aku memikirkan kak Lime, Kakak Vera. Seorang pelukis hebat yang tidak cinta Indonesia.


''Kayaknya keceriaanya sudah balik.'' komentar Mas Galang.


'' Kayaknya mau ketemu orang special.'' Tambah kak Avie.


'' Emang siapa?'' tanya Bayu


'' Entahlah.'' Jawab kak Avie apa adanya


...Bersambung.......


Jangan lupa baca karya author yang lain...



__ADS_1



Baca yaaaa......


__ADS_2