
Lyon pov
Hari ini adalah hari pertama aku masuk jenjang baru,SMA. Aku mengikat tali sepatuku dengan cermat. Saat itulah Mom meneriakiku dari ruang makan.
''Lyon,lama sekali kau! Kami semua menunggumu!''
''Bentar Mom. Sebentar lagi.''
Aku menuju ruang makan. Di sana ada mommy,kakak,dan...
''Good morning,sayang.''
''Morning,Liona.''Aku duduk di samping dewiku.
''Nyonya,sebaiknya kita mulai saja.''kata Liona formal. Semenjak kedua orang tua Liona meninggal, oleh mommy Liona diangkat menjadi anaknya.
Mommy berdehem,''David, Lyon. Kalian adalah anak-anak kebanggan saya. Saya harap kalian bisa menerima keputusan saya. Mulai hari ini David bertunangan dengan Murbel dan Lyon bertunangan dengan Liona.''
Bagaikan petir di siang bolong,aku menelan ludah,keputusan Mommy membuatku kehilangan selera makan.
Kak David mendahuluiku protes,''Tunggu, Mommy masa aku tunangan sama Tante-tante.''
''Kamu sendiri suka sama dia.''balas Mommy.
Kakak suka sama hartanya,bukan orangnya.
Aku benci pagi ini,aku menoleh Liona yang senyum-senyum sendiri,''Liona, tolong rahasiakan ini.''
Elite High School
Jeritan histeris nan heboh di kelas junior,hari pertama kelas 10 B diawali dengan alunan piano yang dimainkan oleh seseorang-tokoh dari cerita ini-
''Siapa namanya?''tanya siswa-siswi kelas itu.
''Lyon Akmarahulla.''jawabnya.
__ADS_1
Di kelas sebelah,kelas junior juga merasa terganggu dengan kehebohan kelas lain,''Kelas sebelah heboh apaan sih?'' Ia bangkit dari tempat duduknya. Niatnya ingin menengok kelas B.
''Robert, lo mau ke mana?'' tegur Mia,teman Robert,-nama orang yang kepo sama kelas sebelah-ia adalah teman satu SMP Robert.
''Kelas sebelah. Dari tadi ribut terus.''
''Gue ikut.''
Mereka berdua diam-diam mengintip kelas B.
Tak sadar bahwa ada yang memelototi mereka.
''Kalian ngapain?"bentak Liona.
Mereka gelagapan.
''Mengintip kelas lain adalah pelanggaran.''Liona menatap mereka galak.
''Ampuni kami sunbae.''Mereka menunduk ketakutan.
''Aku ketua kelas C, Mia Saraswati. Maaf,atas kelancangan kami.'' ucap Mia tegas.
''Sejak kapan ada pembentukan organisasi kelas.''gumam Robert.
Lyon pov
Hari pertama membosankan sekali. Mengawali dengan memainkan piano kesayangan Dady. Aku bersandar ke bangku,sendirian di kelas. Anak-anak lain ikut kegiatan MOS.
''Lyon!''panggil seseorang dari belakang.
''Mendekatlah.''Aku membalikkan badan.
Deg!
Cewek waktu itu...Roy menepati janjinya.
"A..aku Vera Isyana,sayang." Nama salah seorang pacarku.
__ADS_1
"Oh, Vera. Kenapa kamu ber-style seperti itu?"selidikku. PHP!
"Aku kembaran sama orang."cerita Vera dengan wajah riang.
"Mana orangnya?"
"Di sekolah lain."
PLAK...tanpa sadar aku menampar pipi Vera. Ya tuhan,sejak kapan aku kasar pada perempuan.Aku merasa bersalah.
"Kenapa kamu menamparku?"
"Maaf,kamu mengingatkanku pada orang yang harus kujaga."jelasku.
"Hoo...orang itu pastinya sangat berharga ya,Lyon?"
"Liona..kenapa kamu muncul di saat yang tidak tepat?"
"Liona,kenapa ke sini? Tidak ikutan MOS?"tanya Vera segan.
"Urus saja dirimu sendiri."ucap Liona disusul dengan senyum sinis.
"Aku hanya menyapa pacarku. Aku khawatir dia kenapa-kenapa."ungkap Vera sedikit berkerut karena aura Liona bak ratu kerajaan.
"Hanya pacar saja bangga. Kau tahu kau jauh dari harapan itu. Karena aku adalah tunangan Lyon."
Tubuh Vera bergemetar,seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan. Liona meninggalkan kami."Tak mungkin....Lyon...Lyon yang aku kenal tak pernah berbohong..."
"Vera,maaf,memang benar apa yang dia ucapkan. Tapi hubungan kami tak lebih dari keluarga. Karena itu usaplah air matamu."
"Lyon...apakah aku masih ada kesempatan untuk selalu bersamamu?" tanya Vera sungguh-sungguh.
"Ya,tinggallah di rumahku. Kamu bisa melihatku setiap saat." Aku mengulurkan tangan.
''Lyon.''Vera mengangguk,menggapai tanganku.
Suka sama ceritanya? Kasih jempol biar aku sangat nulis
__ADS_1