My Hot Boss

My Hot Boss
Bab.15 Masalalu


__ADS_3

Bella mencari Jonathan di belakang rumah. Tepatnya di pinggir kolam renang. Pria itu sedang berenang dengan asiknya, tidak sadar dengan kedatangan Bella. Air melewati tubuhnya yang kokoh dan berotot membuat Bella tidak bosan memandangnya dan merasa beruntung memiliki Jonathan sebagai calon suaminya.


Dengan pelan Bella duduk di kursi kayu panjang tempat berjemur orang sehabis berenang. Dia menunggu pria itu selesai berenang.


Jonathan ke pinggir kolam, melihat Bella sedang memperhatikannya, menyangga kepala dengan tangan.


"Aku tahu jika aku tampan, kau tidak perlu terpana seperti itu," ujar Jonathan narsis seperti biasa.


Bella tertawa, "Apakah kau selalu sepercaya diri seperti itu?"


Jonathan sendiri memercikan air ke arah Bella membuat wanita itu menghindar.


"Tentu saja, aku selalu percaya diri. Coba kau lihat adakah yang kurang dariku? Tidak ada!" ujar Jonathan lalu keluar dari kolam renang. Mengambil jubah dan memakainya.


"Kau suka berenang di malam hari?"


"Aku hanya tidak punya waktu untuk melakukannya di siang hari," ujar Jonathan.


"Kau sepertinya sangat suka olah raga. Di apartemenmu ada berbagai alat gym begitu juga di rumah ini."


"Aku dan Ayah serta Ibu suka berolahraga. Ayah dulu adalah atlet tenis sedangkan aku adalah seorang pembalap. Lebih tepatnya aku adalah pembalap jalanan," ujar Jonathan tertawa garing. Dia menghela nafasnya.


"Oh, ya kau tidak menceritakan hal itu."


"Belum... itu bagian dari masa lalu yang kelam."


"Mengapa kelam?"

__ADS_1


"Aku pernah mengalami kecelakaan karena hobiku itu, untung saja Tuhan masih memberi waktu padaku untuk bertaubat sehingga aku masih bisa hidup hingga saat ini."


"Bolehkah aku tahu tentang masa lalumu itu?" Bella sudah mendengar hal ini dari Ibu Aliya tetapi dia ingin mendengar kisah ini dari bibir Jonathan sendiri. Dia ingin mengerti tentang Jonathan lebih dari semua orang kira.


Mereka baru bertemu dalam waktu dua bulan ini dan langsung memutuskan untuk menikah jadi mereka tidak belum saling mengenal lebih dalam. Dia berpikir jika Jonathan punya masalalu yang menarik.


"Kau tidak akan tertarik padaku lagi jika tahu aku tentang masa laluku."


"Setidaknya biarkan aku tahu tentang dirimu lebih dalam. Aku ingin mengerti dirimu dengan baik."


"Kenapa?" Jonathan mendekatkan wajahnya pada Bella.


"Karena aku akan menjadi istrimu," ujar Bella.


"Apakah dengan menjadi istri harus membuka masa lalu yang tidak enak didengar?"


"Apa kau siap mendengarkannya?" tanya Jonathan.


Bella menganggukkan kepalanya.


Satu jam kemudian mereka berdua duduk di Gasebo dengan kopi panas serta camilan yang menemani.


"Aku punya kekasih, namanya Raina. Waktu itu aku begitu mencintainya hingga tiba-tiba tanpa kabar dan angin dia meminta putus lalu menjauhiku. Kami putus kontak. Aku terpukul saat itu sehingga melampiaskannya dengan bersenang-senang. Untuk melupakannya dan mengeluarkan semua emosi aku selalu melakukan berbagai lomba balap motor. Untuk membuktikan diriku jika aku adalah pria yang menarik aku selalu bermain wanita. Mereka adalah tempat pelampiasan kekecewaanku pada Raina. Namun, itu tidak bisa membuat aku bahagia dan melupakan Raina."


"Lalu beberapa tahun kemudian kecelakaan hebat terjadi padaku. Motor yang kunaiki menabrak sebuah truk. Aku lumpuh dan hidupku hancur seketika. Aku merasa tidak punya semangat untuk hidup, ingin mati saja. Aku hidup namun seperti mayat berjalan. Tanpa tujuan dan arah. Aku menjadi orang yang pemarah dan sensitif."


"Hingga aku bertemu Lily. Awalnya dia adalah assisten sekretarisku. Dia masih polos ketika kami bertemu. Dia selalu bertindak konyol dan menentangku. Tidak pernah takut melihatku marah padanya. Dia malah mengeluarkan berbagai argumen yang masuk akal."

__ADS_1


"Dia membuatku pergi ke Jerman untuk berobat. Di sana aku kembali bertemu dengan cinta pertamaku. Aku sempat mengejarnya kembali walau dia sudah punya suami namun kembali patah hati ketika dia lebih memilih suaminya daripada aku yang menawarkannya cinta dan kesetiaan."


"Lily lalu mengatakan jika nanti akan ada seorang wanita yang menggantikan posisi Raina dalam hatiku. Dia meyakinkan aku dengan semua argumennya serta membuatku bersemangat untuk melakukan terapi dan pengobatan untuk memulihkan kembali kondisiku seperti semula."


"Semenjak itu hubungan kami dekat. Dia membantuku mencari wanita yang tepat untukku dan mengusir wanita yang menggodaku tentunya atas perintahku. Semua wanita yang pernah dekat denganku mengira dia adalah pacar atau tunanganku padahal, dia hanya sahabat dekat."


"Hubungan kalian pasti sangat dekat sampai ke hati."


"Ya." Jonathan menatap Bella yang duduk di sampingnya. "Tapi bukan hubungan wanita dan pria. Berbeda ketika denganmu. Aku merasakan dadaku berdebar keras dan aku selalu terpesona ketika menatapmu."


Jonathan lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain. "Sedangkan pada Lily, aku tidak merasakan apapun. Jika kau pikir aku dan Lily pernah memiliki hubungan itu, tidak pernah dan tidak mungkin. Berdekatan dengannya saja aku tidak pernah punya keinginan untuk mencium atau sejenisnya, lain dengan dirimu. Bukan karena dia tidak menarik hanya saja aku menganggapnya sebagai sahabat tidak lebih."


"Kau yakin tidak menyukainya?'' tanya Bella menegaskan sesuatu. Dia takut apa yang dia pikirkan itu adalah sebuah kenyataan yang tidak disadari oleh Jonathan, jika dia mencintai Lily.


"Kau aneh saja, tentu saja tidak. Dia adalah sahabat dan selamanya akan tetap seperti itu. Aku tidak ingin karena sebuah cinta yang konyol persahabatan yang kami bangun selama ini akan hancur. Kehilangan sahabat itu lebih menyakitkan daripada kehilangan cinta karena sulit untuk mencari sahabat sejati yang bisa seiiring dengan kita dalam suka maupun duka."


Dia pernah punya pengalaman seperti itu dengan Raina. Mereka dulu bersahabat lalu memutuskan berpacaran dan akhirnya berpisah karena cinta. Jika waktu itu, dia masih bersahabat dengan Raina mungkin wanita itu mau menceritakan masalahnya dan dia bisa membantu. Namun tidak, hubungan mereka membuat Raina menjauh ketika wanita itu punya masalah. Dia merasa telah mengkhianati Jonathan.


Dia tidak ingin menjadikan Lily seperti Raina. Dia ingin persahabatan yang terus menerus dan abadi di mana mereka bisa terus saling berhubungan dan bercerita dengan bebas satu sama lain. Serta tidak ada batasan untuk bercerita pada keduanya. Mereka bebas melakukan apapun kecuali dalam hal cinta.


Sedangkan tanpa mereka sadari, Lily mendengar pembicaraan mereka dari balik tembok. Dia memegang dadanya yang terasa sesak.


Dia lalu berjalan setengah berlari pergi dari ruangan itu menuju ke luar rumah. Dia tidak bisa tinggal di tempat itu lebih lama lagi. Melihat semuanya.


Alberth keluar dari tempat persembunyian setelah melihat semuanya.


"Yang bercinta tidak sadar kemana cinta itu berlabuh. Sedangkan yang memendam cinta telah hancur hatinya, begitu pelik masalah percintaan setiap orang sehingga aku pun takut untuk jatuh cinta," gumamnya menatap kepergian Lily.

__ADS_1


__ADS_2