My Hot Boss

My Hot Boss
Bab. 54


__ADS_3

"Kenapa Ayah tidak bilang pada Tante Lily kalau ayah cinta dengannya?" cecar Melati marah.


"Sayang, Tante Lily sudah mau menikah dan Ayah tidak bisa melakukan itu. Akan ada banyak hati yang terluka nanti."


"Kenapa? Tidak boleh, bukankah Tante Lily belum menikah sekarang masih ada dua hari lagi Ayah. Ayo datang dan bujuk dia agar membatalkan pernikahannya dan menikah dengan Ayah."


"Ayah tidak bisa memaksanya Sayang, semua keputusan ada di tangan Tante Lily. Ini urusan orang dewasa, kau jangan ikut campur!" Jonathan lalu membalikkan tubuhnya tidak kuat melihat ekspresi kecewa Melati.


"Tapi aku ingin Tante Lily jadi ibuku," ujar Melati.


"Kau masih punya Ibu Bella dia juga sangat menyayangimu."


"Itu beda... aku bisa merasakan itu di sini," Melati menunjuk ke dadanya sendiri. Sambil menangis.


Jonathan lalu bersimpuh di depan Melati dan memegang bahu anak itu dan menatapnya. "Ibumu itu Bella, dia itu juga seorang ibu yang sangat menyayangi anaknya. Sedangkan Tante Lily, kau baru mengenalnya."


"Walau baru mengenalnya aku yakin dia sangat menyayangiku."

__ADS_1


"Tapi bukan berarti dia mau membatalkan pernikahannya hanya demi cintanya padamu Melati."


"Ayah salah, Tante Lily akan melakukan itu demi aku."


"Ingat Ayah Tante Lily akan jadi ibuku," seru Melati.


Melati lantas keluar dari kamar itu sambil membanting pintu kamar Jonathan. Dia mengusap matanya dan pergi ke kamarnya.


"Ayah juga ingin itu, tapi Ayah bisa apa? Tidak mungkin aku memaksa Lily untuk membatalkan pernikahan itu. Aku tidak sekejam itu!" Jonathan bangkit dan berjalan lunglai ke arah tempat tidurnya.


Ibu Aliya masuk ke dalam. kamar Jonathan. "Ada apa Jo, Ibu dengar Melati sangat marah padamu!"


"Melati marah karena aku tidak berusaha untuk mendekati Lily. Dia ingin Lily yang jadi Ibunya."


"Kenapa dia berpikir seperti itu, padahal ada Bella yang menemaninya akhir-akhir ini."


"Itu yang tidak kumengerti, Bu. Di saat aku sudah pasrah akan takdir, di saat itu pula Melati dengan kekeh ingin aku menikah dengan Lily padahal Lily telah menolakku beberapa kali. Aku harus melakukan apa, Bu?"

__ADS_1


"Memang berat masalahmu Nak, ini urusan hati dan ibu juga tidak tahu jawabannya." Ibu Aliya dan Jonathan sama-sama diam dan berpikir.


"Ibu pikir, Bella ingin kembali padamu dan itu baik bagi Lily, dia tidak akan merasa kesepian lagi. Nyatanya, anak itu malah ingin Ibu sambung daripada Ibu kandungnya. Apa yang kurang dari diri Bella, Ibu tidak tahu? Kau juga sama seperti Melati, Bella sudah menerimamu tetapi kau masih saja teringat akan Lily. Apakah dia punya ilmu pelet yang besar hingga bisa memikat hati kalian berdua." Kekeh Ibu Aliya.


Jonathan tertawa garing. "Ibu ada-ada saja."


"Lalu bagaimana bisa wanita itu memikat Ayah dan Anak di saat bersamaan?"


"Aku juga tidak tahu Ibu. Jika bagiku, hanya Lily yang mengerti aku, bahkan aku sendiri tidak tahu apa yang ku mau."


"Karena dia bisa membaca isi hatimu."


"Jika ada wanita seperti Lily akan ku nikahi, nyata tidak ada."


"Tidak ada orang yang sama persis di dunia ini." Ibu Aliya lantas berdiri.


"Lily belum menikah semua bisa saja terjadi. Jika dia jodohmu kalian pasti akan bersama jika tidak mau sebesar apapun kau berjuang dia tidak akan kembali padamu." Jonathan mendengarkan dengan seksama. Ibu Aliya mulai meninggalkan kamar. Ketika dia memegang knop pintu dia mulai mengatakan sesuatu.

__ADS_1


"Saran Ibu jika Lily jadi menikah dengan Albert maka kau harus menerima Bella kembali ke dalam hidupmu. Melati butuh seorang Ibu. Ingat itu!"


__ADS_2