My Hot Boss

My Hot Boss
Rindu Terlarang


__ADS_3

"Hai, Bro lama tidak melihatmu," seru Alberth pada Jonathan ketika mereka bertemu di salah satu pesta relasi Jonathan.


Kedua pria itu lantas berjabat tangan dan berpelukan.


"Apa kau masih sendiri saja Bro?" tanya Alberth.


"Ya seperti inilah aku," ujar Jonathan.


"Kau dan Bella masih sama-sama sendiri mengapa kalian tidak bersama lagi saja? Turunkan ego kalian demi Melati."


"Melati akan tidak bahagia dan merasa tertekan jika selalu melihat pertengkaran diantara kami berdua."


Alberth terdiam. Bella sudah menceritakan semuanya. Namun, wanita itu tidak cerita jika sebenarnya Jonathan itu mencintai Lily. Itu akan melukai egonya sebagai wanita cantik dan sukses.


"Kau sendiri mengapa belum menikah?" tanya Jonathan.


Alberth memperlihatkan sebuah cincin yang melingkar di jari manisnya.


"Oh, siapa wanita yang beruntung itu?" tanya Jonathan.


"Aku yang beruntung karena memilikinya. Setelah, menunggu selama enam tahun akhirnya aku bisa meyakinkannya untuk menikah denganku."


"Berarti kau sangat mencintainya."


"Bagiku tidak ada yang lebih berarti selain dirinya. Dia wanita tersempurna yang pernah ku lihat dan cocok jadi ibu dari anak-anakku kelak."


Jonathan menepuk lengan Alberth dan tersenyum lebar. "Wah, aku jadi penasaran dengan wanitamu itu."


"Kau pasti akan terkejut jika melihatnya."


"Apakah aku mengenalnya?"


Belum juga Albert menjawab salah satu biduan terkenal datang memeluk lengan Jonathan.


"Kita sudah lama tidak menyanyi bersama Jo, bagaimana jika kita mengenang masa remaja dulu ketika menyanyi di panggung SMU."


"Eh Mbak Intan juga kenal sama Jo," tanya Albert.


"Kami teman satu panggung di SMU. Bukan begitu Jo." Jonathan hanya tersenyum menanggapi jawaban Intan.


"Aku sudah lama tidak bernyanyi di depan umum."


"Ayolah Jo..., kau pasti bisa," kata Intan menarik tangan Jonathan.


"Wah... aku juga belum pernah melihat Jonathan bernyanyi. Ayo Jo kau pasti bisa. Lagian tidak baik menolak ajakan pemilik acara.


Akhirnya setelah dibujuk, Jonathan bersedia naik ke atas panggung.

__ADS_1


"Aku akan bernyanyi dengan salah satu sahabatku di SMU dulu. Sekarang malah jadi relasi bisnis suamiku, Jonathan. Kalian pasti telah mengenalnya. Ya, dia pemilik dan pimpinan dari Hotel Sultan serta beberapa resort mewah yang tersebar di seluruh negeri."


Jonathan menggelengkan kepala dan tersenyum.


"Buat suamiku. Kau jangan cemburu karena kami hanya sebatas teman saja." Intan menatap ke arah suaminya, Rudi.


"Bagaimana aku akan cemburu jika aku saja kenal dengan cecunguk itu," seru Rudi dengan mengangkat gelasnya. Zayn yang melihat menepuk pundak saudaranya.


"Jo, kau ingin lagu apa?"


Jonathan menghela nafasnya melihat jauh ke depan.


"Rindu Terlarang," jawabnya.


"Wah, kau sedang jatuh cinta dengan siapa bukan istri orang kan?'' celetuk Intan membuat semua orang tertawa. "Kalian tahu kan dia itu duren berkelas, sayang belum ada wanita yang mampu membuat statusnya itu terlepas dari pundaknya."


"Kalau ada yang membuat jantungku yang lama mati berdetak lagi, aku akan mengejarnya seumur hidupku."


"Nah kalau dia sudah bersuami bagaimana?"


"Aku akan menunggu jandanya."


"Sekarang aku tahu, mengapa Sang Duren ini meminta membawakan lagu Rindu Terlarang karena saat ini dia sedang merindukan orang yang tidak bisa dia miliki. Begitulah Jo?" ujar Intan.


"Mungkin seperti itu karena kita tidak bisa memilih kepada siapa kita akan jatuh cinta. Buat seseorang yang jauh di sana semoga kau tahu bahwa aku sangat merindukanmu."


Ku rasa kini kau tak sendiri lagi.


Lily yang sedang masuk ke dalam ruang pesta dibuat terkejut dengan suara yang tidak asing. Hatinya bergetar dan berdebar. Dia lalu maju cepat untuk melihat apakah yang dipikirkan itu benar.


Namun andai kau dengar syair lagu ini


Jujur saja aku sangat merindukan mu


Memang tak pantas menghayal tentang diri mu


Sebab kau tak lagi seperti yang dulu


Kendati berat rasa rindu ku pada mu


Biarkan ku hadang rindu ku terlarang


Lily melihat Jonathan sedang menyanyikan lagu itu dengan salah satu penyanyi ternama. Dia menyanyikannya dengan sepenuh hati. Hal itu sangat terasa menyentuh sanubari Lily. Semua orang yang berada di sana bahkan ikut terhanyut dan terdiam.


Hingga tanpa sengaja pandangan mata mereka bertemu. Nampak ekspresi terkejut dari Jonathan tetapi dia tetap melantunkan lagu itu hingga selesai tanpa memutuskan tatapannya pada Lily.


Tak perlu engkau tahu rasa rindu ini

__ADS_1


Dan lagi mungkin kini kau telah bahagia


Namun andai kau dengar syair lagu ini


Jujur saja aku sangat merindukan mu


Mata Jonathan nampak merebak dan memerah menatap Lily. Pria itu seperti menyanyikan lagu lawas itu untuk dirinya. Lily membalikkan tubuhnya dan menyeka air mata. Dadanya terasa sesak dan panas. Bibirnya pun ikut bergetar. Dia masih mencintai Jonathan hingga saat ini. Namun, kerinduan itu tidak bisa lagi dia simpan.


Memang tak pantas menghayal tentang diri mu


Sebab kau tak lagi seperti yang dulu


Kendati berat rasa rindu ku pada mu


Biar ku hadang rindu ku terlarang


Tiba-tiba seseorang memeluk Lily dari belakang. Tangan besarnya melingkar di pinggang wanita itu dan kepalanya berapa di pucuk kepala Lily.


"Kau terlambat," kata Alberth.


"Ada urusan penting di toko jadi aku menyelesaikannya terlebih dahulu."


"Tidak apa-apa yang penting kau sudah ada di sini."


Ku isi kan rindu di hati ku


Ku harap tiada seorang pun tahu


Mata Jonathan nampak nanar melihat pandangan di depannya. Lily berpelukan dengan seorang pria. Tempat para penonton berada gelap sehingga dia tidak bisa melihat dengan jelas siapa pria itu.


Apakah itu Lily dan suaminya, mengapa mereka disini. Hatinya merasa luluh dan hancur seketika seperti sebuah bangunan yang diledakkan dan puingnya bertebaran menjadi debu


Biar ku simpan saja


Biar ku pendam sudah


Oh terlarang sudah rindu ku pada mu


Terlarang sudah rindu ku pada mu


Sorak sorai penontonnya dan tepuk tangan bergema di auditorium ruangan itu. Jonatan menghela nafas berat. Jantungnya yang lama tidak berdetak kencang kini kembali merasakan hal yang sama.


Namun, sakit melihat Lily dipeluk oleh pria lain di depannya. Dia memegang dadanya dan menyeka air matanya yang sempat keluar walau setitik. Sebuah senyum lebar pada semua orang dan memeluk artis itu dan turun dari panggung.


Tatapan matanya tidak lepas dari dua sejoli yang berjalan berpelukan ke arah tempat yang sedikit sunyi. Kaki Jonathan terasa lemas memaksakan diri berjalan mengikuti arah kedua orang itu.


Sebenarnya tadi dia sedang meyakinkan diri apakah wanita cantik yang di depannya itu memang Lily bukan hanya khayalan atau bayangan semata. Ketika dia sadar Lily pun sedang menatapnya dan yakin bahwa apa yang dia lihat itu nyata, Lily dipeluk oleh pria lain. Seketika hatinya merasa hancur luluh tidak berkeping.

__ADS_1


Apakah berdosa jika merindukan orang yang sudah menjadi milik orang lain?


__ADS_2