My Hot Boss

My Hot Boss
Bab. 40 Bertengkar


__ADS_3

Tidak kau salah mengartikan maksudku. Transformasiku dalam hal fisik sikap dan tindakanku tetap sesuai dengan harapan orang di sekitarku. Sedangkan kau benar-benar mengubah arah hidupmu. Transformasimu bersifat pribadi, emosional. Aku yakin kau mencapainya dengan kerja keras." jelas Jonathan.


Lili terkejut karena Jonathan menyadari sesuatu yang tak terlihat oleh keluarganya, Tetapi dia tahu sebaiknya tak membesar besar kan masalah itu aku menentukan beberapa pilihan hidup yang baik job tak perlu memanggil paus untuk menghabis kan kok sebagai orang suci. aku tak berpikiran begitu titik


"Aku tidak mengatakan itu untuk membuatmu marah. Aku hanya ingin kau tahu jika kau hebat. Mungkin aku akan menawarimu sebuah bisnis."


Melati sendiri duduk sedikit menjauh, di pinggir jalan sebelah kedua orang yang sedang asik bicara dan mengingat masa lalu. Tidak mengingat dirinya lagi. Dia menjadi obat nyamuk bagi pertemuan mereka.


Dia lalu mengirim pesan pada neneknya. "Semua beres!"


"Kau memang terbaik."


"Bagaimana dengan teman-temanku?"


"Mereka minta di traktir di restoran dengan wajah pria tua dan minta porsi double selain itu mereka ingin Nenek mengajak mereka nonton film Avenger terbaru," balas Aliya dalam chatnya.


Melati lalu mengirim stiker tertawa. Setelah itu dia terdiam memperlihatkan mode sedih dan bosan.


"Kau mau menawariku bisnis apa?"


"Kau bisa memasukkan cateringmu ke dalam perusahaan untuk menghandle semua makanan dan snack untuk setiap acara yang perusahaan lakukan. Kau juga bisa mempromosikan untuk para pegawai makan siang untuk mereka yang menginginkannya."

__ADS_1


"Kau itu lucu, bukankah perusahaanmu bergerak di bidang perhotelan tentu saja makan yang akan dibuat dari hotel milikmu."


Karena cinta membuat orang bodoh. Seperti Jonathan yang tiba-tiba lupa jika perusahaannya juga bergerak di bidang konsumsi.


"Kita kan sering ada event atau ada pernikahan atau apapun di sana. Kita bisa bekerjasama untuk membuat kau masuk ke dalam list catering yang kita rekomendasikan. Bagaimana?"


"Bagaimana jika kita bicara masalah ini di rumahku saja. Dekat dari sini."


"Apa tidak menganggumu serta ibumu?"


"Tentu saja tidak. Lagipula Ibu sedang ada di kampung selama sebulan ini. Aku sendiri di rumah."


"Boleh, Tante," seru Melati antusias. Jonathan menatap ke arah Lily.


"Tapi kita ke sana sambil joging."


"Biar pakai mobilku saja. Aku memarkirkannya di sana."


"Jadi kita tidak jadi joging nih?" tanya Lily.


"Jika kita joging malah akan sulit pulangnya nanti. Aku dan Melati harus ke sini lagi untuk mengambil mobil."

__ADS_1


"Katakan saja kau malas karena perutmu sudah bertambah besar jadi tidak bisa joging seperti dulu," ejek Lily.


" eh Mana mungkin bisa Aku ini masih muda dan sehat untuk berlari 10 km dari sini.


" kalau begitu ayo kita buktikan!"


"Wah kalian akan tanding?" tanya melati.


"Dari dulu pun kau suka kalah jadi untuk apa kita tanding?" ujar Jonathan.


"Mana bisa? Kau yang bermain curang. Aku yang selalu menang. Kau lihat jam ini bayaran atas kekalahanmu."


"Hey kalau itu aku yang mengalah karena ingin memberikan bonus padamu!" ungkap Jonathan.


"Itu tidak benar!"


"Ya, itu kebenarannya!" ucap Jonathan meragukan.


"Daripada kalian bertengkar sebaiknya kalian bertanding saja buktikan siapa yang menang." Melati menengahi keduanya.


"Orang tua jika bertengkar malah lebih ramai dari pertengkaran anak kecil." lanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2