My Hot Boss

My Hot Boss
Bab.19 Berpaling


__ADS_3

Bella menghubungi Jonathan dengan perasaan khawatir karena sedari tadi pria itu tidak membalas pesan maupun mengangkat telepon dan ini sudah lewat tengah hari. Pria itu meninggalkannya demi mengejar seorang wanita yang dia anggap hanya sebagai sekretarisnya saja. Ini aneh. Pikir Bella.


"Bagaimana bisa atau tidak?" tanya Alberth berdiri di sebelah Bella. Wanita itu menggelengkan kepalanya.


"Aku kira sebaiknya kita pulang saja kembali ke rumah. Untuk apa kita di sini membicarakan tentang masalah pernikahan sedangkan mempelai pria nya malah pergi tanpa kabar hanya demi ... , kau tahulah... ," ucap Alberth kesal dan tidak terima jika sepupu yang dia sayangi diperlakukan seperti itu.


Apalagi dia tahu jika Lily nampak sedih dengan pernikahan ini. Dia jadi berpikir jangan-jangan dibelakang semua orang, mereka punya hubungan spesial yang dirahasiakan.


Dia seorang pria tahu bagaimana watak pria lainnya. Jika Jonathan tidak punya perasaan apapun pada Lily tidak mungkin dia nampak khawatir dan langsung mencari Lily. Buruk ya dia meninggalkan calon istrinya begitu saja. Jelas sekali jika Lily lebih penting dari pada Bella.


Akhirnya, ada panggilan masuk ke dalam handphone Bella. Dia menggeser tombol hijau ke samping. Sedangkan Alberth meminta Bella mengeraskan volumenya. Agar dia bisa mendengar percakapan mereka.


"Hallo, Sayang kau dimana?" tanya Bella dengan perasaan tidak karuan.


"Aku di apartemen Lily. Seperti yang sudah kuduga jika ada sesuatu yang tidak baik terjadi padanya. Ayahnya sedang sakit parah di rumah sakit dan Lily harus pulang sekarang ke kampung."


"Aku turut sedih mendengarnya," ujar Bella.

__ADS_1


"Aku akan mengantarkan Lily ke terminal bis."


"Tidak ke bandara?" tanya Bella.


"Di sana tidak ada bandara yang ada hanya kendaraan bus saja."


"Kereta api. Itu akan lebih nyaman," usul Bella.


"Tidak ada kereta api," terdengar suara Lily lirih dari balik telephon itu.


"Aku memang tinggal di daerah pegunungan, jauh dari hiruk pikuk kendaraan. Tapi yang namanya bakso itu selalu ada dimana pun," jawab Lily.


"Mall pasti tidak ada kan? Bagaimana bisa kau bisa hidup di daerah seperti itu?"


"Jo... kau masih di sana?" tanya Bella merasa dikacangi oleh Jonathan.


"Eh, ya Sayang. Aku sedang bertanya apakah ada kendaraan lain selain Bus pada Lily. Dia menjawab tidak ada. Hanya bus saja di sana. Aku jadi penasaran semenyedihkan apa tempat tinggal Lily nanti karena dia akan tinggal di daerah terpencil, mungkin di pinggir hutan."

__ADS_1


"Di sana itu sudah kota walau masih kota kecil, makanya main ke tempatku di sana kalian bisa menjadikan tempat itu sebagai tempat honeymoon nantinya," suara Lily terdengar kembali.


"Jo, bagaimana jika aku menyusul kalian ke sana?" tanya Bella tiba-tiba. Dia ingin tahu reaksi Jonathan apakah memperbolehkan atau menolaknya.


"Itu bagus, Sayang. Mungkin kau bisa membujuknya untuk jangan pergi lama. Pekerjaan di kantor sangat banyak dan kita juga sedang ada proyek baru. Dia pergi di saat yang tidak tepat."


"Memang berapa lama Lily akan pergi?"


"Dia mengatakan tidak tahu tergantung dari kondisi ayahnya," ujar Jonathan.


"Kita akan bicara nanti di terminal yang kalian tuju sekarang aku akan kesana." Bella lalu mematikan teleponnya.


"Apakah aku tersengat egois jika ingin Lily pergi dari hidup Jonathan selamanya?" tanya Bella pada Albert.


"Tidak karena kau sedang cemburu dan itu artinya kau mencintai Jonathan."


Bella memeluk Albert. "Aku sangat takut jika Jonathan berpaling dariku. Aku sangat mencintainya."

__ADS_1


__ADS_2