
Lily terdiam. Bukan maksudnya mengatakan Melati bar-bar. Tetapi dia ingin agar Melati tahu mana yang mesti dia lakukan jika menghadapi suatu masalah.
"Kau tidak bar-bar Sayang hanya saja tidak baik jika kau bersikap seperti itu pada lawanmu. Mereka akan tambah melawan. Sebagai perempuan kau harus menggunakan otak dan hati bukannya otot dan kemarahan. Bersikaplah cantik dan elegan ketika berhadapan dengan pria."
Jonathan menatap takjub dengan semua perkataan Lily. "Kau luar biasa."
Nada suara Jonathan terdengar jelas pada lele bahwa dia senang mendengarnya. Senyum yang dilayangkan Jonathan membangkitkan kesadaran Lily bagai jarum-jarum kecil menutupi sekujur tubuhnya tetapi Lili tak menghiraukannya karena bodoh rasanya tertarik pada Jonathan. Jika dia terlibat dengan Jonathan, rasanya seperti masa-masa dulu lagi dan ia akan menjadi wanita yang menyedihkan.
Lalu, alih-alih memperoleh penghormatan yang ia harapkan lewat karirnya yang sedang melesat tinggi sebagai pemilik dari sebuah toko dan catering ternama di kota ini, ia malah akan menjadi gadis yang polos dan bodoh, sekretaris dari Jonathan di kantornya yang mencintai pria itu tetapi hanya bisa memendamnya dalam hati.
'Oh tidak dia tidak akan kembali ke masa itu.'
"Aku hanya suka caramu mengatasi Melati. Membuat hatiku merasa tenang."
__ADS_1
"Oh, apa kau mulai menggodaku?"
"Itu ciri khas ku menggoda wanita cantik," ungkap Jonathan tanpa tendeng aling-aling.
"Aku ingat," ujar Lily tertawa. kenangan tak terduga tentang Jonathan sebagai pria playboy penuh perhatian dan luar biasa lucu mengalir dalam benaknya. Mereka tak berada dalam lingkup sosial yang sama tetapi beberapa tahun keduanya pernah berpartner dalam waktu yang lama sebagai seorang bos dan sekretarisnya.
"Dan ciri khasmu adalah cuek dan dingin!"
"Kau benar, aku tidak peduli dengan sekitar karena aku tahu mereka tidak memperhatikan aku tetapi dirimu."
"Tapi kau telah tumbuh matang dengan baik," tegas Jonathan dengan mata nakalnya. Kalimat matang mendapat pikiran yang berbeda bagi Lily. Matang dalam arti apa? Apakah tubuh atau hal lainnya?
Menyadari itu Lily harus pergi sebelum Jonathan membuatnya marah tanpa disengaja, Sambil sedih, Lily berkata, "Terima kasih Tapi karena kau juga tumbuh menjadi pria matang yang dengan sangat baik berarti kita impas."
__ADS_1
"Tidak kau salah mengartikan maksudku. Transformasiku dalam hal fisik sikap dan tindakanku tetap sesuai dengan harapan orang di sekitarku. Sedangkan kau benar-benar mengubah arah hidupmu. Transformasimu bersifat pribadi, emosional. Aku yakin kau mencapainya dengan kerja keras." jelas Jonathan.
Lili terkejut karena Jonathan menyadari sesuatu yang tak terlihat oleh keluarganya, Tetapi dia tahu sebaiknya tak membesar besar kan masalah itu aku menentukan beberapa pilihan hidup yang baik job tak perlu memanggil paus untuk menghabis kan kok sebagai orang suci. aku tak berpikiran begitu titik
"Aku tidak mengatakan itu untuk membuatmu marah. Aku hanya ingin kau tahu jika kau hebat. Mungkin aku akan menawarimu sebuah bisnis."
Melati sendiri duduk sedikit menjauh, di pinggir jalan sebelah kedua orang yang sedang asik bicara dan mengingat masa lalu. Tidak mengingat dirinya lagi. Dia menjadi obat nyamuk bagi pertemuan mereka.
Dia lalu mengirim pesan pada neneknya. "Semua beres!"
"Kau memang terbaik."
"Bagaimana dengan teman-temanku?"
__ADS_1
"Mereka minta di traktir di restoran dengan wajah pria tua dan minta porsi double selain itu mereka ingin Nenek mengajak mereka nonton film Avenger terbaru," balas Aliya dalam chatnya.
Melati lalu mengirim stiker tertawa. Setelah itu dia terdiam memperlihatkan mode sedih dan bosan.