
Jonathan dan Lily akhirnya melangsungkan pernikahan dengan sederhana di helipad sebuah gedung milik Jonathan. Pernikahan yang berlangsung dengan tertutup karena dihadiri oleh keluarga inti saja. Namun, itu tidak membuat kebahagiaan mereka berkurang.
Ini adalah permintaan Lily. Dua kali pernikahannya gagal padahal sudah disiapkan secara sempurna. Oleh karena tidak ingin mengulangi kejadian itu dan rasa malu karena selalu melihat kekecewaan di keluarga besarnya, Jonathan membuat pernikahan ini sesederhana mungkin tetapi berkesan.
Terlihat raut wajah bahagia dari kedua orang itu ketika menandatangani surat pernikahan. Setelah itu, mereka berdiri berhadapan dan Jonathan langsung mencium bibir Lily membuat wanita itu terkejut. Lily membalasnya.
"Akhirnya kau jadi milikku sepenuhnya,'' gumam Jonathan ketika melepaskan ciuman itu.
Bella mendorong kursi roda Melati mendekat ke arah pasangan yang baru menikah. Dia bisa melihat senyum Jonathan memang terlihat lebih lebar saat ini daripada ketika menikah bersamanya. Matanya pun berkilat memancarkan kebahagiaan tersendiri.
"Akhirnya kau jadi Ibuku...," seru Melati senang. "Aku jadi punya dua Ibu sekarang."
Lily memeluk Melati.
"Selamat, Sayang, keinginanmu terpenuhi sekarang," celetuk Ibu Aliya dari belakang Bella, berjalan mendekat seraya memeluk Ibu Sri yang sedari tadi menangis tanpa henti. Bukan karena sedih tetapi karena terharu akhirnya putrinya jadi juga menikah di usia yang akan menginjak tiga puluh lima tahun.
"Ya, Ibu benar yang harus diberikan selamat iru Melati bukannya kau Jo, karena dia yang berusaha dari awal agar kalian bersama," ungkap Bella. Lily yang mendengar menaikkkan alisnya.
"Itu bermula ketika Melati menemukan diary Lily di kamarmu, Jo."
"Ck... kau menggeledah kamar Ayah, dasar anak nakal. Kali ini kenakalanmu membuat Ayah senang."
"Namun, bagaimana pun kami mengucapkan selamat padamu Jo karena bisa mendapatkan cinta sejatimu," ujar Bella berbesar hati.
"Terimakasih Bel... walau kita bukan suami istri lagi tapi aku harap kita tetap berhubungan layaknya kakak dan adik."
"Tentu saja."
__ADS_1
Bella lalu bergantian memeluk Lily. "Aku kembalikan lagi Jo padamu. Jaga dia baik-baik. Dia orangnya rewel dan manja, aku tahu kau bisa mengatasi sifatnya yang menyebalkan itu."
Lily menoleh ke arah Jonathan bersama dengan Bella dan mereka tertawa. Dua-duanya tahu bagaimana cerewetnya Jonathan.
"Bro selamat akhirnya kau melepaskan masa dudamu," ucap Max memeluk Jonathan.
"Aku sudah dua kali menikah kapan giliranmu?" tanya Jonathan.
"Menunggu incaran ku mengatakan 'Ya'." Max melirik ke arah Bella sejenak tapi dia menatap Jonathan lagi, Bella sendiri memasukkan rambut ke belakang telinganya.
"Wah, siapa memang kekasihmu, apakah aku mengenalnya? Kau tidak pernah terlihat dekat dengan wanita manapun beberapa tahun lalu."
"Kau tidak tahu? Payah!" sela Roy mendekat ke arah Jonathan menyenggol Max.
"Siapa?"
"Kalau begitu kalian menikah saja sekalian di sini," saran Jonathan mendorong tubuh Max untuk duduk di kursi.
"Bella... kau mau kan menikah dengan Max? Dia sering bercerita jika mencintai wanita yang tidak bisa dia gapai tetapi aku tidak tahu jika wanita itu adalah kau. Aku tahu jika dia sangat mencintaimu. Aku akan melamarmu untuknya. Terimalah dia sebagai suamimu sekarang."
Bella nampak bingung tidak tahu harus berbuat apa.
''Pantas saja kau sering ke Swiss ternyata untuk menemui mantanku?" bisik Jonathan yang didengar oleh semua orang.
"Ayo jangan dipikirkan lagi, terima lamaran itu dan kalian menikah sekarang." Lily lalu mengajak Bella ke kursi yang tadi digunakannya untuk duduk.
Bella melihat ke semua otang, mereka sepertinya setuju dengan ide gila ini. Menikah tanpa persiapan sama sekali.
__ADS_1
Max lalu bangkit.
"Bella jika kau tidak menerimaku sekarang tidak apa-apa, aku akan menunggu hingga kau siap dan mengatakan, Ya."
"Ya, aku akan menikah denganmu," ucap Bella tiba-tiba membuat Max melonjak terkejut.
"Kau sungguh mau menikah denganku?" tanya Max menatap Bella.
Wanita itu mengangguk. Max lalu memeluk Bella.
Pernikahan kedua berlangsung dengan khidmat. Semua bahagia melihatnya. Ayah Bella hanya menyaksikan pernikahan ayahnya dari balik handphone karena tidak direncanakan sama sekali.
"Tunggu, aku selalu membawa cincin ini kemanapun pergi. Berharap kau akan memakainya suatu saat nanti."
Cincin yang diperuntukkan untuk melamar Bella akhirnya dijadikan cincin pernikahan. Di sini Melati yang dibuat paling bahagia karena kedua orang tuanya sudah menemukan pasangannya masing-masing. Dia tidak akan menjadi anak yang merana dan kesepian lagi.
Ibu Aliya dan Pak Kusuma merasa tenang karena anak semata wayangnya sudah menemukan kembali pelita hatinya. Berharap Jonathan akan hidup bersama Lily hingga tua seperti mereka.
Jonathan memeluk posesif Lily. Dia merasa lega akhirnya penantian dan kerinduannya terobati sudah. Kini dia mempunyai teman hidup yang pas dihatinya. Yang akan hidup bersama hingga akhir hayat..
Lily memandangi Jonathan dengan tatapan penuh cinta. Dia tidak pernah membayangkan bisa memiliki Jonathan. Namun, itu semua jadi kenyataan. Menjadi istri bosnya sendiri. Bosnya yang hot dan selalu membuatnya panas dingin ketika bersama.
"I love you," bisik Lily.
"Love you too," balas Jonathan mencium oucuk rambut Lily sambil menyaksikan pernikahan Bella dan Max.
***
__ADS_1
Akhirnya, janjiku terealisasi juga. Sudah ku selesaikan. Kalian tinggal kepoin 'Istri Untuk Presiden' ya. Ceritanya akan kubuat beda dari yang lain... jangan lupa kasih dukungan juga. Up setiap hari lho...