My Hot Boss

My Hot Boss
Bab. 48 Kejutan


__ADS_3

"Kau pikir seberapa istimewanya kau sehingga Lily harus mempercayai apa yang kau lakukan?" ujar Jonathan. Membuat Albert terperanjat walau dia mabuk tapi otak dan hatinya masih sadar dengan semua yang terjadi.


"Dia wanita yang baik dan hebat tentu akan memaklumi semua yang kulakukan. Aku tidak akan mengkhianatinya. Dia mencintaiku."


Jonathan tertawa hambar. "Jika kau merasa Lily sebaik itu kenapa kau malah mengkhianatinya dengan pergi bersama wanita bayaran itu."


"Ini tidak semudah yang kau pikirkan, wanita itu hanya selingan, hanya untuk cuci mata saja tidak lebih."


"Apakah kau sadar, kau punya semua yang kuinginkan, maksudku, yang kau inginkan. Pekerjaan, wanita hebat dan mencintaimu dan kau akan menikah sebentar lagi. Apakah kau akan membiarkan dia lepastu hanya karena tingkah bodohmu ini?"


"Breng sek kau!" umpat Albert.


Albert berenang dengan canggung ke tangga kayu. Dia hendak naik tapi tubuhnya limbung dan jatuh terperosok ke dalam air. Tenggelam. Cukup lama Jonathan melihat Albert tidak segera naik ke atas. Rasa cemas mulai hadir di diri Jonathan dia hendak masuk ke danau itu ketika kepala Albert mulai naik ke atas. Tersedak.


"Sialan, bantu aku naik!" teriak Albert.


Begitu mengulurkan tangan Jonathan menyadari kekeliruannya. Albert langsung menariknya keras sehingga tubuhnya jatuh dan tenggelam. Air danau begitu dingin membuat nafasnya terhenti sejenak. Dia langsung menatap murka pada Albert.


Albert memiting tubuh Jonathan, menariknya ke bawah, tubuhnya yang lebih tinggi dan besar tetapi upayanya sia-sia. Jonathan yang terlatih berolah raga dari kecil lantas membalikkan keadaan. Pertarungan di air bukan masalah baginya.


"Pecundang, aku suka melakukan ini padamu. Sebenarnya sudah lama ingin ku lakukan tetapi ku tahan. Kau selalu ikut campur dalam masalah rumah tangga ku sekarang kau terima akibatnya." Kemudian Jonathan mengunci kedua lengan Albert ke belakang dan memaksa wajah pria itu masuk ke air. Lantas dia menariknya ke atas menatap Albert yang masih tersengal-sengal.


"Apakah kau sering mabuk-mabukkan seperti ini?" tanya Jonathan yang khawatir berapa kali Albert telah mengkhianati Lily.


"Itu bukan...." Wajah Albert kembali di tenggelamkan oleh Jonathan yang sedang kesal.


"Kau pria paling bodoh!"


"Itu bukan urusanmu!" Jonathan membenamkan kembali kepala Albert untuk ke tiga kalinya. Sebelum menyentak nya ke atas.


"Persetan denganmu!"


"Sebenarnya apa masalahmu hingga kau mengkhianati Lily? Dia berusaha untuk menjadi yang terbaik untukmu. Dia sempurna dan kau menyiakannya."


Jonathan kembali membenamkan Albar. sampai sempat terlintas di benaknya bahwa dia ingin mengakhiri semuanya di sini. pikiran itu hanya sekelebat, tetapi jiwa keji dalam dirinya membuat khawatir sehingga ia menarik Albert ke atas lagi.


"Tutup mulutmu dan dengar, " kata Jonathan, "kita bisa seperti ini seharian jika kau mau. Tetapi kalau kau mau berhenti, tutup mulutmu! Aku tidak peduli dengan urusanmu dan sejujurnya aku tidak peduli kalau kau mabuk sampai koma dan mati. Akan tetapi aku peduli pada Lily dan dia tidak pantas hidup bersama dengan pria pecundang sepertimu."

__ADS_1


"Brengsek! Siapa kau berani-beraninya menghakimiku."


Jonathan kembali membenamkan wajah Albar ke dalam air dia memuaskan dirinya dan melampiaskan kemarahan nya. setelah itu dia kembali mengangkat Alphard yang telah lemas ke daratan menyeretnya sampai ke mobil titik air mengalir dari pakaian dan sepatu mereka saat mereka melangkah. Jonathan mengitari mobil ke sisi pengemudi lalu menyalakan mesin.


"Pelapis joknya bisa rusak, Orang Pintar," sinis Albert


"Ya, aku sangat khawatir soal itu." Mobil ini baru dia beli 1 bulan yang lalu. Kini harus digunakan untuk berbasah-basah ria. Namun, itu tidak akan menyebabkan mobil ini rusak kan.


Jonathan melajukan kendaraannya dan berhenti di salah satu pedagang angkringan yang masih berjualan. Dia mau memesan dua kopi panas untuk diminum.


"Hati-hati nanti terbakar lidahmu." Jonathan menyerahkan secangkir kopi pada Albert.


"Sialan!" Albert menyruput kopinya sambil menatap lurus ke depan dengan jengkel. Dia lalu merogoh kantung celananya dan mengeluarkan I-phone miliknya. "Rusak, kau merusaknya!"


"Apa kau mau menelfon seseorang?" Jonathan mengatakan itu tanpa rasa bersalah.


"Aku butuh menghubungi seseorang."


"Kau tidak boleh menghubungi Lily sekarang Bodoh!"


"Aku akan menghubungi klien ku, kau menghancurkan semuanya. Sponsorku... dia ku tinggal di bar sendiri." Dia lalu menghabiskan kopinya. Albert menyandarkan kepala di sandaran jok.


Jonathan lalu mengantarkan Albert ke rumahnya. Dia lalu masuk ke halaman rumah dan terkejut melihat Bella keluar dari rumah itu.


"Kau mengapa ada di sini bukankah kau ada di Swiss?"


"Aku baru kembali tiga hari yang lalu," jawab Bella mendekat ke arah Jonathan.


"Kalian kenapa?" lanjutnya.


"Dia mabuk dan aku memasukkannya ke danau buatan," jawab Jonathan santai memasukkan tangan ke dalam saku.


"Mantan suamimu itu sungguh bar-bar," gerutu Albert.


"Kau yang brengsek! Sudah mau menikah malah mabuk berat bersama wanita!" debat Jonathan tidak mau kalah.


"Itu urusanku, tidak ada hubungannya denganmu!"

__ADS_1


"Ada jika itu berkaitan dengan Lily. Dia wanita baik-baik tidak pantas kau permainkan." Tegas Jonathan membuat Bella terkejut.


Dia baru mengerti akar permasalahan pertengkaran mereka ternyata berkaitan dengan Lily. Bella menatap wajah Jonathan yang menegang karena mendengar jawaban Albert. Pria itu ternyata masih punya hati pada Lily setelah sekian lama mereka berpisah.


Bagaimana bisa cinta begitu dalam seperti itu? Bella iri dengan rasa yang Jonathan berikan untuk Lily. Mengapa bukan dia yang memilikinya malah wanita lain? Jonathan bahkan tidak merindukannya seperti dia merindukan Lily.


Keputusannya memang sudah tepat untuk meninggalkan Jonathan. Pria itu memang tidak pernah mencintainya hanya mengagumi saja rasa kagum itu sedikit demi sedikit sirna setelah mereka bersama.


"Sudah, sudah kalian bertengkar seperti anak kecil saja." Bella menengahi pertengkaran itu.


"Jo, sebaiknya kau pulang dan kau masuk ke dalam dan bersihkan diri. Kau bau ikan, anyir!"


Dengan wajah ditekuk dan langkah kaki yang masih sempoyongan, Albert masuk ke dalam tetapi sampai di pintu langkahnya terhenti.


"Jo, aku harap kau tidak mendekati Lily lagi!" kata Albert lalu masuk ke dalam.


Jonathan ingin mengatakan sesuatu tapi dimasukkan kembali ke kerongkongan nya.


Dia hendak membalikkan tubuh ketika Bella memanggilnya.


"Jo, aku ingin kau dan Melati datang ke acara keluargaku akhir Minggu besok."


"Jika Melati mau ikut," jawab Jonathan.


"Jo... kumohon bawa dia, aku sangat merindukannya."


"Setelah empat tahun kau baru merindukannya? C'mon Bella, itu tidak lucu!"


"Jo! Aku tahu aku salah, tapi aku punya alasan tersendiri."


"Kau bisa saja kecewa dan membenciku tetapi tidak putri kita! Kau seperti membuangnya begitu saja!"


"Bukankah kau yang meminta hak asuh Melati, ketika sudah kuserahkan kau menyalahkan aku?"


"Sulit berbicara denganmu!'' Jonathan masuk ke dalam mobilnya.


" Jo, kumohon bawa Melati ke rumah Ayah," pinta Bella di depan jendela mobil Jonathan.

__ADS_1


"Aku akan melakukannya tapi jangan paksa dia untuk menerimamu, terakhir kali kau menolaknya dia sangat kecewa padamu!"


Jonathan mulai menyalakan mobil dan meninggalkan tempat itu


__ADS_2