MY HUSBAND CEO IS MAFIA

MY HUSBAND CEO IS MAFIA
MHM 2.9: DRUNK


__ADS_3

Brian dengan kesal membuka pintu ruangan Arthur, pria itu menggeram melihat Arthur tanpa wajah bersalahnya dengan tenang mengotak-atik laptop dihadapannya. Brian mendekati Arthur dan berdiri disamping pria itu.


" Arthur aku perlu bicara"


" Katakan" ucap Arthur tanpa memperdulikan keberadaan Brian.


" Apa yang terjadi?"


" Maksudmu?" Ucap Arthur tenang seraya menatap Brian.


" Dengan mu dan Tabitha apa yang terjadi?"


" Kau tak perlu tau" ucap Arthur lalu kembali pada pekerjaannya.


" Aku tak bisa diam saja Arthur, selama ini kau tidak pernah bermain wanita dan tadi Tabitha bilang kau bersama jalangmu disini!" Sentak Brian karena Arthur mengabaikannya.


" Oh, jadi wanita itu sudah mengadu padamu?"


" Arthur!"


" Sudah kuduga"


" Apa maksudmu Arthur?"


" Pergilah Brian, ini urusan rumah tanggaku kau hanyalah seorang asisten"


" Jangan pandang aku sebagai asisten sekarang Arthur, pandang aku sebagai sahabatmu!"


" Tidak sekarang Brian"


" Kau bertengkar dengan Tabitha right?"


" Aku bilang aku tak ingin membicarakanya!"


" Aku tau kau pria seperti apa"


" Terserah"


" Apa ini ada hubunganya dengan pesan yang kau dapat setelah memberikan disk kepada wakil presiden?"


"Aku bilang, aku sedang tak ingin membahasnya Brian!" Sentak Arthur bahkan pria itu telah berdiri dari duduknya dan mengepalkan kedua telapak tangannya.


" Kau marah?"


" Tidak!"


" Kau menyentakku berarti kau marah. Dan itu artinya dugaanku benar, ini ada sangkut pautnya dengan pesan itu" ucap Brian berasumsi.


" Bagaimana jika ku katakan dugaanmu salah"


" Itu tidak mungkin, setelah kau menerima pesan itu mimik wajahmu berubah, kau tampak berbeda dari sebelum kita bertemu wakil presiden"


" Enough Brian!"


" Jika memang kau bertengkar dengan istrimu, seharusnya kau bicarakan baik-baik. Tidak membentak, mengatainya sebagai wanita murahan lalu kau mempertontonkan hal yang tidak semestinya dihadapan wanita itu!" Ujar Brian.


" Kau tak usah memikirkan masalah rumah tanggaku"


" Kau sangat keras kepala dan arogan Arthur, ingat ini ego mu akan membunuhmu sendiri!" Desis Brian lalu melenggang dari hadapan Arthur.


Arthur menggeram ia sangat kesal dengan semua hal yang menyangkut dengan masalah yang sedang ia hadapi, Arthur membalikkan badannya dan melepas dua tembakan kearah pot bunga disudut ruangan.


🔫🔫🔫


1 minggu kemudian.


Tabitha masih merenungi nasibnya, Arthur berubah 180 derajat, pria itu tidak lagi menjadi pria yang dicintainya. Arthur selalu pulang larut seakan memang menjauhinya. Arthur seakan mengabaikan keberadaan Tabitha di mansion. Pria itu selalu saja ingin dilayani Madam Rose, bahkan Arthur tidur terpisah di kamar tamu.


Tabitha selalu menangis setiap malam, ia memikirkan apakah hal ini ada kaitannya dengan Clark? Apa Alexander mengatakan sesuatu pada Arthur?


Semua pertanyaan berkecamuk dipikirannya, dengan tergesa Tabitha menuruni ranjangnya bergegas ke lantai dasar untuk menemui Alexander, namun saat ia tengah sibuk membenahi pakaiannya yang memang berantakan karena sehabis bangun tidur, tubuhnya menabrak dada bidang seseorang. Tabitha mengigit bibir bawahnya gugup, saat ia menengadahkan wajahnya bertemu dengan wajah yang selama ini ia rindukan, Arthur.


" Kau keluar dari kamar dengan menggunakan pakaian seperti ini?" Tanya Arthur melirik Tabitha dari atas sampai bawah yang langsung diikuti oleh Tabitha.


" Maaf"


" Kau ingin menggoda seluruh penghuni mansion, dengan menggunakan kimono tidur sependek itu, dan jangan lupakan kau hanya memakai hotpants yang sangat pendek?" Tabitha menggeleng dengan ucapan Arthur, ia sama sekali tidak kepikiran untuk menggoda siapapun.


" Aku tak seperti itu"


" Lalu kau seperti apa? Jangan bilang dibalik kimono itu kau memakai lingerie lalu kau keluar ke taman dan membuka kimono itu. Membiarkan bodyguard ku menonton tubuhmu, itu yang kau mau hm?


Tabitha merasa hatinya tercubit saat Arthur mengatakan semua itu, ia tak memakai lingerie didalam kimono tidurnya.


" Arthur cukup!"


" Kau belaga lugu tapi ternyata sangat picik! Silahkan pergilah buka saja sekalian kimono mu di depan pagar mansion. Biarkan semua dunia tau bentuk tubuhmu!" Desis Arthur.

__ADS_1


Plak


" Sudah cukup! Aku sama sekali tidak pernah berpikir untuk memperlihatkan bentuk tubuhku pada pria lain selain kau! Dan asal kau tau aku tidak memakai lingerie! Dan dari mana kau berpikir aku akan mempertontonkan bentuk tubuhku!" Sentak Tabitha berapi-api dan jangan lupakan air matanya yang kembali tumpah.


" Oh ya? Bisa kau tunjukkan Mrs. Smith?" Ujar Arthur.


Tabitha menatap manik biru terang Arthur, ia menelan salivanya saat Arthur tidak lagi memanggilnya dengan nama belakang Arthur tapi berganti menjadi nama belakang nya sebelum ia menikah, yang ia dapat dari ayahnya Jonathan Smith.


" Arthur!" Tabitha menggeram dan menatap tidak percaya pada Arthur.


" Kau berkata kau tidak berpikir begitu kan? Maka tunjukkan! Jika benar di balik kimono itu adalah lingerie aku sendiri yang akan menyuruh seluruh bodyguard untuk menonton tubuhmu!" Desis Arthur tanpa sadar, Arthur menelan salivanya setelah menyadari apa yang telah ia ucapkan. God! Semoga Tabitha memang benar tidak memakai lingerie, batin Arthur.


" Kau ingin bukti?"


" Ya, dan sekarang ikut aku" ujar Arthur menarik pergelangan tangan Tabitha lalu mengumpulkan seluruh bodyguardnya.


Setelah semua bodyguard Arthur berkumpul, Arthur menyesap vodka untuk menghilangkan rasa cemasnya, jujur saja sebenarnya ia sendiri takut jika Tabitha memang menggunakan lingerie otomatis seluruh bodyguardnya tau, dan ia tak menerima itu. Namun ego nya berkata tidak. Sedangkan disisi lain Tabitha menangis mendapat perlakuan tidak senonoh dari Arthur. Pria macam apa dia sampai rela mempertontonkan tubuh istrinya pada anak buahnya.


" Buka kimonon nya" titah Arthur serat akan kekejaman.


" Tidak!" Tolak Tabitha mentah-mentah.


" Kau ingin membuktikannya kan? Maka lakukan lah"


" ARTHUR!" Teriak Tabitha meraung.


" Berarti kau bohong!"


" Aku tak bohong"


" Kalau begitu aku sendiri yang akan membukannya" ucap Arthur berjalan kearah Tabitha dan berdiri dihadapannya.


Tabitha menengadahkan wajahnya meminta belas kasihan pada Arthur tapi Arthur hanya berdecih menanggapinya. Tabitha menutup matanya saat Arthur dengan perlahan membuka kimono tidurnya, lalu perlahan tapi pasti kimono itu muluruh ke lantai bersama dengan jatuhnya air mata wanita itu.


Arthur tersenyum simpul, saat dugaanya benar. Tapi saat melihat wajah Tabitha yang ketakutan dengan air mata yang menggenang membuat Arthur sedikit nyeri. Menunduk menatap tubuh istrinya dari atas sampai bawah, memang yang dikatakan istrinya benar, ia hanya memakai hotpants dan tank top hitam, tapi tetap saja itu terbuka pikir Arthur.


Tabitha semakin terisak saat merasa dingin di bahunya yang terbuka, ia tak ingin membuka matanya, ia sangat malu sekarang.


Arthur sedikit merasa bersalah, akhirnya ia menghela napasnya dan membawa Tabitha dalam dekapannya, lalu menggendong tubuh mungil itu ala bridal style menuju kamar utama. Tabitha sama sekali tidak membuka matanya ia sangat kecewa pada Arthur, ia sangat marah. Ia menumpahkan ke kecewaannya lewat air mata yang tumpah ruah membasahi kemeja Arthur.


Saat telah sampai di kamar, Arthur menurunkan tubuh istrinya ke ranjang perlahan, dengan cepat Tabitha meraih selimut dan menutupi tubuhnya.


" Pergi!" Ucap Tabitha dingin.


" Kau mengusirku?"


" Pergi!"


" Pergi Arthur!"


" Kau sang_"


Plak


Ucapan Arthur terhenti kala tangan kecil menampar pipi kirinya, Arthur memegang pipi kirinya lalu menatap Tabitha lekat.


" Kau sangat kejam Arthur! Aku sangat membencimu! Kau membiarkan seluruh anak buahmu melihat tubuhku! Sadarkah kau, kau telah mempertontonkan milikmu sendiri!"


" Lalu bagaimana denganmu dan kekasih gelapmu!" Sentak Arthur balik.


" Aku sama sekali tidak memiliki pria lain selain kau!"


" Pembohong!"


" Aku tidak bohong!"


" Memakai kemeja transparan didepan pria lain kau kira itu tidak mempertontonkan milik ku?"


" Maksudmu?"


" Kau sangat mengecewakan ku Tabitha Valerie Smith!" Ujar Arthur lalu melenggang pergi meninggalkan Tabitha dengan lamunannya, benarkah Arthur mengetahui masalahnya dengan Clark.


Arthur dengan cepat meraih kunci mobilnya mengambil coat miliknya lalu meninggalkan pekarangan De Lavega untuk menenangkan pikirannya. Arthur selama seminggu ini selalu bolak balik ke club bintang lima hanya untuk melepas semua masalah yang bila esok datang kembali menyapanya. Tapi Arthur menyukai semua itu.


🔫🔫🔫


Mansion De Lavega 11.00 PM


Tabitha berjalan mondar mandir untuk kesekian kalinya setiap malam, wanita itu menunggu kedatangan suaminya meski perlakuan yang sudah ia dapat dari Arthur tetap saja ia cemas, ia tak bisa membohongi diri sendiri kalau ia masih mengkhawatirkan suaminya. Tabitha sesekali menyibakkan gorden mansion berharap mobil Ferrari F60 America milik Arthur memasuki pekarangan mansion. Ia sesekali menguap dan ia pun akhirnya memutuskan untuk duduk dan menahan kantuknya, tak berselang lama terdengar deru suara mobil. Tabitha yakin itu suaminya.


Tabitha membelakakan matanya saat pintu mansion dibuka dan memperlihatkan Arthur berdiri sempoyongan bahkan ia dibantu oleh dua bodyguad yang menjaga pintu mansion. Tabitha dengan cepat mengambil alih, ia menuntun Arthur ke kamarnya. Ia mendudukan Arthur dan melepas jas yang masih menempel di tubuh pria itu, Tabitha membalikkan badanya untuk menaruh jas nya namun sebuah lengan besar merengkuh perut dan dadanya.


" Arthur" lirih Tabitha.


" Biarkan begini saja, biarkan aku melupakan masalah antara kau dan aku."


" Apa yang sebenarnya terjadi Arthur?"

__ADS_1


" Kau tau, aku sangat sangat mencintaimu tapi kau menghianatiku" Ucap Arthur parau, Tabitha menggeleng menanggapi ucapan Arthur.


" Dan masalah tadi siang, aku percaya kau tak mungkin memakai pakaian terkutuk itu, sebab itu lah aku membawamu ke depan dan mengumpulkan anak buahku"


" Tapi tetap saja mereka melihat tubuhku"


" Tidak!" Sentak Arthur lalu menggeleng, ia berdiri sempoyongan akhirnya Tabitha mendudukan tubuh itu ke sisi ranjang.


" Aku langsung menutup tubuhmu dengan tubuhku bagaimana mereka bisa melihat lekuk tubuhmu dengan jelas, dan hanya aku yang berhak melihat seluruh tubuhmu!" Ucap Arthur dengan suara yang parau.


" Ya hanya kau yang berhak" ujar Tabitha menyakinkan.


" Tidak! Kau menghiantiku, kau bersamanya di dalam apartemen, dan bersenang-senang right?"


" Siapa?"


" Bedebah itu siapa lagi! Itu lah masalahnya. Dan kau sendiri yang menciptakan tembok besar diantara kita."


" Apa masalahnya Arthur, mari kita bicara. Selesaikan baik- baik"


" Dia mengi_" ucapan Arthur terhenti kala pria itu menjatuhkan tubuhnya ke ranjang dan mulai tertidur walau masih bergumam sedikit.


" Apa ini berkaitan dengan Clark?" Tanya Tabitha berusaha mengembalikan fokus Arthur. Tapi nihil pria itu tampaknya sudah tertidur.


Tabitha membenarkan letak tubuh Arthur, menaikan selimut sampai dadanya dan ia pun membalikkan tubuhnya, tangannya dicekal oleh Arthur.


" Arthur?"


" Kau sangat cantik malam ini" ujar Arthur langsung saja berdampak pada semburat merah diwajah Tabitha, namun.


" Myra"


Deg! Tabitha langsung membalikkan tubuhnya, ia meneteskan kembali air matanya. Myra! Siapa dia?


Tabitha segera mengambil ponsel Arthur, mencari nama Myra disana dan benar saja tertera nama Myra paling atas di aplikasi chat itu. Tabitha menggeram ia sangat kecewa pada Arthur, wanita itu berjalan menuju balkon dan menghubungi Myra sialan itu!


" Ya, Mr. De Lavega? Kau sudah sampai di mansion mu? Senang sekali akhirnya aku bisa berpesta bersamamu" ucap Wanita diseberang sana dengan nada yang terdengar menjijikan.


" Sayang sekali, bodyguardmu datang. Jika tidak mungkin kita akan berakhir di pagi hari dalam ranjang yang sama" ucap wanita itu, Tabitha menggeram tertahan, sekali murahan tetap muruhan.


" Benarkah? Ku kira suamiku tidak menyukai untuk tidur seranjang dengan wanita seperti dirimu!" Ujar Tabitha sinis.


" Wow nyonya besar De Lavega"


" Diam *****! Kau sangat menjijikan, beraninya kau berbicara seperti itu pada pria yang sudah tidak lagi lajang! Apa kau tidak diminati anak muda hingga kau mencari suami orang! Jawab aku sialan!"


" Bagaimana ya" ujar si Myra, Tabitha yang akan tau bahwa wanita itu akan mengatakan hal penting langsung menekan tombol rekam suara.


" Suamimu itu kaya raya, banyak mansion dan berbagai relasi dengan banyak petinggi negara, ia tiba-tiba datang ke club mencari pasangan jadi aku bersedia. Tapi itu semua hanyalah kamuflase ku, aku tidak menginginkannya. Aku menginginkan uangnya dan juga jangan lupakan berbagai barang mewah yang kau miliki. Segera aku miliki juga"


" Begitukah?"


" Ya, karna ku tau, kau ada masalah right? Dan aku siap jadi malaikat suamimu walau jadi iblis diakhirnya!"


" Em, asal kau tau selama kau membongkar kebusukanmu sendiri aku sudah merekam semua omonganmu, dan akan kupastikan besok kau akan segera didepak keluar dari hidup suamiku."


" Argh, sialan kau Tabitha!"


" Mengumpatlah semaumu ******!"


Tabitha mematikan sambungan teleponnya membalikkan tubuhnya menatap Arthur yang damai dalam tidurnya. Ia berjalan mendekati Arthur membelai pelan rahang tegas pria itu. Lalu mengambil kertas note da menuliskan sesuatu disana dan meletakkannya di atas ponsel Arthur.


Tabitha sadar Arthur pasti marah saat mengetahui ia bangun dengan Tabitha disekitarnya akhirnya wanita itu berjalan kearah kamar tamu dan menidurkan dirinya disana.


🔫🔫🔫


Pagi hari yang cerah dengan matahari yang menyilaukan mata menyambut bangunnya tuan besar De Lavega Group. Pria itu menggeliat menurunkan kedua kakinya dari ranjang. Lalu mengulurkan tanganya meraih segelas air putih diatas nakas namun matanya melihat hal lain, sebuah note.


Aku tau kau masih marah padaku, tapi coba kau dengarkan rekaman suara yang paling atas, kau akan sadar betapa busuknya wanita yang semalam menemanimu dipesta itu


-Tabitha-


Arthur segera membuka rekaman yang dimaksud istrinya, pria itu menggeram ia sangat kesal dengan apa yang ia dengar. Segera ia menghubungi snipernya.


" Tembakkan peluru tepat ke otak Myra Vanders pastikan dia mati dengan sekali tembakan!"


" Baik tuan"


Arthur mematikan sambungan teleponnya pria itu memang baru dalam bermain ******, mungkin ini lah sebabnya ia bisa di manipulasi oleh wanita sialan itu. Arthur menggeram ia sangat kesal, tapi setengah hatinya berterimakasih pada istrinya karena berkat Tabitha ia jadi tau kebusukan wanita itu.


To Be Continue..


Vote Please...



Tabitha De Lavega

__ADS_1



Arthur De Lavega


__ADS_2