
*****...*****... bunyi jam menunjukan kan pukul 07.00.
pagi pun tiba.linetta pun bangun dan terkejut melihatnya tidak menggunankan baju.
"linetta apa kau sudah gila.. aishhhh..." memukul-mukul kepalanya. tiba-tiba miko masuk hanya menggunakan handuk saja. "apa kau ingin gegar otak?" tanya miko. "astaga.. kau sudah gila?" linetta terkejut lalu menutup matanya. "apa kau malu? bukannya tadi malam kau.." tiba-tiba linetta memotong pembicaraannya.
"YAAKKK...STOP.. kumohon keluarlah sekarang." bentak dan pinta linetta. miko pun keluar dari kamarnya tak lama kemudian linetta keluar juga lalu ia langsung pulang tanpa berkata apa-apa.
saat sampai apartemennya quita dan cenzo belum bangun tetapi linetta masuk ke kamar quita dan menangis. quita dan cenzo pun terkejut lalu bangun.
"kenapa ada apa?" tanya panik quita. "apa kau dipukuli atau disiksa miko?" tanya cenzo juga. linetta menatap mereka lalu menangis kembali. "baiklah.. cup.. cup.." quita memeluk dan mengelus kepala linetta. "pulanglah sana dan tanya apa yg terjadi kepadanya" pinta quita kepada cenzo.
* * *
"heiii.... kamu apakan dia sampai nangis begitu?" tanya cenzo. "siapa menangis? linetta?." tanya kembali miko. " memangnya siapa lagi kalau bukan dia." jawab cenzo. "mengapa dia menangis? tadi dia baik-baik aja kok." ucap miko. "tidak tau tiba-tiba ia masuk kamar quita lalu menangis tanpa berkata apa-apa." kata cenzo. "mengapa dia menangis? apa karena melihatku memakai handuk saja tadi? tapi mengapa ia menangis?" gumam cenzo dalam hati.
hikss... hikss hikss. tangisan linetta tiada henti. "dasar pria BRENGSEKK... ARGHHH..akan ku bunuh dia hari ini." amukkan linetta. "tenanglah.. tenang" quita memeluk linetta sembari menepuk-nepuk pundaknya.
"ceritalah ada apa sebenarnya hmm..jika kau marah-marah begini bagaimana aku membantumu." tanya quita.
"hiks.. permata ku hikss.. udah pecahh hiks.. hikss... hikss..." tangis linetta tambah menjadi-jadi.
"kau kan banyak pertama dirumah dan berlian,mengapa harus menangis seperti kehilangan jiwa saja."
__ADS_1
"ini sama saja dengan kehilangan jiwa hikss... bukan permata itu tapi permata yg ada di tubuhku yg sangat berharga." menatap kebawah ke mahkota wanita.
"APA!!" quita terkejut. "SIAPA? SIAPA YANG MELAKUKANNYA KEPADA MU? AKAN KU BUNUH DIA HARI INI!!." kemarahan quita.
"hiks.. hiks.. hiks.. siapa lagi kalau bukan pria gila, dingin dan aneh itu hiks hiks hiks.." jelas linetta.
quita pun langsung menuju ke apartemen miko untuk memberinya pelajaran.
DING DONG.. DING DONG..
BUKK..BUKK..BUKK.. quita menggedor pintu apartemen miko.saat cenzo membuka pintu quita langsung masuk lalu menghampiri miko tiba-tiba.PARRR... quita menampar miko.
"KAU SUDAH GILA? MASUK KE APARTEMEN ORANG LALU MENAMPAR." bentak miko.
tiba-tiba... DORR.... suara tembakan. quita yg terkejut mendengar suara itu pun langsung berlari menunju apartemennya, miko dan cenzo pun mengikutinya. cenzo melengok melihat semua barang hancur dan berantakan, ia juga terkejut saat quita membuka pintu kamar linetta, melihat linetta memegang pistol dengan tangan bercucuran darah. cenzo yg melengok melihat itu langsung ditarik keluar oleh quita.
"apa yg kau lakukan? mengapa kau menarik ku keluar? bagaimana kalau terjadi sesuatu? biarkan aku masuk." ucap panik cenzo.
"hei hei.. liatlah aku.. tenanglah.. tidak akan terjadi sesuatu kepada mereka oke." yakin quita. "walaupun terjadi sesuatu itu adalah hukuman mu miko." gumam kesal quita dalam hati. "ayo kita tinggal mereka, biarkan mereka mengurus masalah mereka sendiri,hmmm.." ucap quita sembari menarik cenzo keluar.
tak lama kemudian suara tembakan lagi. DORR.... tembakan yg hampir mengenai miko.
"INI HARI TERAKHIRMU BRENGSEK..." teriak linetta
__ADS_1
"yaaa.. yaa.. kita bisa berbicara baik-baik singkirkan pistol mu dulu, hmmm," ucap miko sembari mendekati linetta.
"MENJAUHLAH DARI KU.. jika kau melangkah sekali lagi akan ku tembak kau BRENGSEK.." menatap tajam miko. quita pun kembali ia takut linetta betulan menembak miko walaupun ia tau linetta tak akan menembak sembarangan orang tetapi mereka pikir karena miko mengambil harta terpenting tubuh linetta pasti linetta marah dan akan membunuhnya.
"linetta... liat aku linettaa.." ucap quita. "jika kau membununya itu tak akan merubah apa pun". DORR.. linetta menembak lagi.
"diam lah quita.. aku tau ini tidak akan merubah apa pun setidaknya aku tidak melihat wajahnya lagi di DUNIAAAA... INI..." ucap linetta.
"oke.. oke.. baiklah jika ini memang salah ku, beri tau dimana aku melakukan kesalahan sampai kau seperti ini? jika memang ini salahku ,tembak saja aku seperti yang kau inginkan." ucap tegas miko dengan wajah dinginnya itu.
"biar ku perjelas supaya KAU MENGINGATNYA!!" ucap linetta sembari mendekati miko dan menodongkan pistol di kepalanya. "kemarin malam saat aku mabuk kau mengambil PERAWANKU... apa otakmu mengingatnya sekarang HAH!! PRIA BRENGSEK..??" perjelas linetta. miko tertawa mendengar perkataan linetta seakan-akan linetta sedang melawak.
"kau tertawa dasar pria BRENG..." miko langsung memegang tangan linetta yang memegang pistol lalu ia memasang wajah dingin datarnya sehabis ia tertawa tadi.
"kau pikir aku pria seperti itu hah? kau pikir aku akan tertarik dengan mu hah? biar ku perjelas AKU TIDAK PERNAH MENYENTUH MU SEDIKIT PUN!!"
"jika kau tak menyentuh sedikit pun bagaimana aku tidur tidak mengenakan baju hanya memakai bra saja HAH..?".
saat miko ingin menjawab,quita langsung menjawab pertanyaan linetta.
"netaa... saat kau mabuk.. kau memang melepaskan baju mu, itu kebiasaan mu saat mabuk..." ucap quita dengan suara keras lalu mengecil.
"APA...!!!"...
__ADS_1
jangan lupa like,komen,dan votenya😉