My Lady Is The Mafia 1&2

My Lady Is The Mafia 1&2
59


__ADS_3

"Nenek sangat senang melihat cucu-cucu dan anak-anak ku berkumpul lagi. Jadi aku sudah memutuskan kalian semuanya akan tinggal kembali di rumah ini, tidak ada penolakan," ucap mami.


"Tapi mam.."


"Tidak ada tapi-tapian Line." Mami memutuskan omongan Linetta.


"Mami sudah tua dan sakit-sakittan, Geano akan menikah tidak ada lagi yang mami pikirkan. Tidak tau besok mami sudah di jemput papi kalian."


"Mami!! Nenek!!" ucap mereka semua.


"Nenek tidak boleh berkata seperti itu, nenek akan sehat karena papa akan merawat nenek dengan baik. Iyakan pah?" ucap Yuki.


"Iya mami. Mami akan sehat-sehat saja," sahut Dokter Park.


"Baiklah. Kalian cucu-cucu nenek akan belajar di satu kampus nantinya."


"Tapi nenek sudah setuju Anna sekolah di luar negeri," bantah Anna.


"Anna!! Nenek sudah bilang kalian satu kampus dan tidak ada yang merubah keputusan nenek," Mami marah.


"Mam.. Tenanglah tekanan mami akan naik lagi," ucap Geano.


________________________


2 minggu kemudian pernikahan Geano pun dilaksanakan di aula hotel bintang 5. Yuki dan Anna masih di make up, Reno dan Arka menunggu di depan pintu ruang rias. Beberapa saat kemudian pintu ruang rias pun terbuka, Reno dan Arka tercengang melihat Yuki.


Yuki menggunakan gaun panjang berwarna biru malam sedangkan Anna menggunakan gaun di bawah lutut berwarna merah.


Saat Yuki dan Anna di depan pintu, Reno dan Arka mengulurkan tangannya kepada Yuki, Yuki bingung ingin memilih tangan siapa yang akan di pilihnya


Kemudian Dokter Park datang, Yuki tersenyum melihat Dokter Park. Yuki pun berjalan melewati mereka berdua lalu menghampiri Dokter Park.


"Putri papa sangat cantik hari ini," ucap Dokter Park.


Acara pun di mulai hari itu hari yang sangat membahagiakan bagi mereka semua. Senyuman di bibir Linetta tak pernah lepas, dia sangat bahagia melihat adik satu-satunya menikah dengan kekasih yang dia sukai.


"Aku akan menikahi mu lebih mewah dari pada ini," Bisik Reno, tiba-tiba muncul di belakang Yuki.


Yuki hanya tersenyum mendengar perkataan Reno tersebut.


"Apa kau mau menikah dengan ku Yuki?" sabung Reno sembari mengangkat gelas minumannya.


"Apa-apaan kau ini? Terlalu dramatis haha.. Aku tidak akan menikah dengan dirimu wlee..," Yuki menggoda Reno, Reno tersenyum dan mengelus rambut Yuki.


_________________________


Tak terasa 5 tahun sudah berlalu, semenjak kecelakaan yang di alami Reno 1 tahun yang lalu. Suasana di rumah menjadi sunyi dan sepi hanya terdengar suara tembakan dan tangisan Yuki setiap harinya.

__ADS_1


Reno masih terbaring di rumah sakit dan mengalami koma selama setahun, setiap pulang dari kampus Yuki selalu mendatangi Reno. Setiap hari Yuki berdoa agar Reno cepat sadar untuk menemani hari-harinya lagi.


"Hiks.. Hikss.. Apa yang harus ku lakukan agar kau bangun?" ucap Yuki di depan Reno yang sedang terbaring tak sadarkan diri.


Yuki mengambil baskom dan handuk kecil lalu membersihkan badan Reno. Yuki kembali menangis melihat bekas operasi yang ada di dada Reno.


"Bangun lah hiks.."


"Kumohon bangunlah.." Yuki tak berhenti menangis.


Dari pintu Linetta melihat Yuki, dia tidak bisa melarang anaknya dan juga tidak bisa melihat anaknya seperti itu setiap hari.


"Dia akan bangun. Reno anak yang kuat pasti dia bangun," ucap Dokter Park menenangkan Linetta.


"Aku harus berbuat apa? Aku tak tahan melihat dirinya seperti itu. Mengapa nasib Yuki seperti ini? Apa yang sudah ku perbuat sampai kemalangannya seperti ini?" Linetta meneteskan air mata.


"Tenanglah." Dokter Park memeluk Linetta.


Keesokan paginya Yuki melakukan joging sebelum menemui Reno dan berangkat ke kampus, Yuki melakukan joging ditemani oleh Sekertaris Jang.


Yuki berhenti berlari. "Haa.. Haa.. Haa.." Yuki ngos-ngosan.


"Nona muda. Apa anda baik-baik saja?" tanya Sekertaris Jang.


"Aku.. Aku sudah tak tahan paman hikss.. Aku harus bagaimana paman? Katakan padaku.." Yuki memeluk Sekertaris Jang.


Yuki pulang di gendong Sekertaris Jang dia memeluk dan menangis tiada henti. Sekertaris Jang hanya bisa mengelus pundak Yuki untuk menenangkannya.


Sesampainya di rumah Yuki tertidur di gendongan Sekertaris Jang, Linetta langsung menghampiri mereka dan melihat keadaan Yuki.


"Lagi?" tanya Linetta.


"Iya ketua."


Semua orang sangat khawatir dengan dirinya, setiap hari memaksakan dirinya terlihat baik-baik saja di depan keluarganya.


"Yuki. Apa Yuki menginginkan sesuatu? Nenek akan membelikannya," tanya mami.


"Tidak nek. Aku sudah selesai makan, aku akan ke rumah sakit dahulu. Sampai jumpa," ucap Yuki.


Yuki membalikkan badannya. "Ohh.. iyaa.. Aku baik-baik saja kalian tidak perlu khawatir," sambung Yuki dengan senyuman lalu melanjutkan jalannya.


Mendengar perkataan Yuki tersebut Linetta meneteskan air matanya lagi. Grizella dan Quita langsung menenangkan Linetta.


"Pergi lah kalian bersamanya," suruh Grizella kepada si kembar.


"Kau juga, susul dia sana." Quita juga menyuruh Arka.

__ADS_1


"Aku tak tau lagi harus berkata apa dengan kalian!!" Linetta menatap Laura.


"Linetta kita sudah membahas ini, semuanya hanya salah paham," sahut Laura.


"Geano bawa istri mu keatas, suasana ini tidak bagus bagi kandungannya," suruh mami. Geano langsung mengantar istrinya yang sedang hamil tersebut ke kamar.


"Jika saja anak mu tidak berkata seperti itu, tidak akan terjadi seperti ini. Tapi aku tidak bisa menyalahkan Anna, dia tidak akan seperti itu kalau saja kau bukan orang tuanya," ucap ketus Linetta.


"Linetta!!" bentak Miko. "Kau sudah kelewatan batas."


Linetta berdiri lalu menunjuk-nunjuk Miko. "Kau.. Kau akan menyesal selalu membela dia dan anak mu."


Linetta meninggalkan meja makan, Grizella dan Quita langsung menyusul. Cenzo menatap Miko dengan tatapan penyesalan.


"Aku kecewa padamu Miko," ucap Cenzo.


Miko memegang kepalanya dia merasa sangat pusing dengan semua masalah ini. Laura memegang tangan Miko untuk menenangkannya, Miko menatap Laura yang tersenyum padanya. Dengan cepat Miko menarik tangannya dan menghela napas dengan kasar.


"Aku tidak tau harus berbicara apa? Dan harus membela siapa? Tapi Miko kau terlalu kasar kepada Linetta tadi," ucap mami.


"Maaf mami. Tapi.. Aku tidak sengaja, aku tidak bisa berpikir jernih untuk saat ini," sahut Miko.


"Baiklah. Tenangkan lah diri mu dahulu." Mami meninggalkan meja makan.


Yuki dengan Anna berangkat ke kampus dengan mobil berbeda. Sesampainya di rumah sakit Yuki segera turun.


"Kalian tunggu di mobil saja. Aku hanya mengantarkan buah-buahan untuk papa dan Reno," ucap Yuki kepada Arka dan si kembar.


Yuki pun masuk ke dalam, seperti biasa Yuki selalu menyapa atau di sapa para suster dan karyawan lainnya karena rumah sakit tersebut milik Dokter Park.


Saat berjalan di lorong yang menuju ruangan Reno. Yuki berpapasan dengan seorang pria yang sedang duduk di kursi roda lalu di bawa oleh seorang wanita, mereka seperti sepasangan kekasih.


Saat berpapasan dan sudah jarak lumayan jauh mereka berdua tiba-tiba berhenti begitu pula dengan Yuki


"Stop." ucap pria tersebut.


"Ada apa?" tanya wanita yang mendorong kursi roda tersebut.


Pria tersebut tidak menjawab pertanyaan wanita tersebut. Yuki terdiam terpaku badannya tiba-tiba berhenti dan saat bersamaan pria tadi dan Yuki menengok ke belakang bersamaan.


*


*


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA KAK😊🙏


*

__ADS_1


*


__ADS_2