My Lady Is The Mafia 1&2

My Lady Is The Mafia 1&2
Penjelasan mami


__ADS_3

Sesampainnya dirumah linetta yang baru saja sampai depan pintu langsung dipeluk miko yang sangat khawatir.


"Kau kenapa?" Ucap linetta mendorong miko agar telepas dari pelukan miko.


"Apa kau baik-baik saja?" Ucap miko meremas tangan linetta.


"Aku tidak apa-apa. Kau bisa melihatnya sendirikan." Linetta bersikao dingin dan menepis tangan miko.


"Apa kalian sudah menyiapkan jawabannya?" Sambung linetta sembari duduk dan memakan buah yang ada dihadapannya.


"Kak begini..." Ucap geano terhenti karena mami memegang tangan geano.


"Biar mami saja yang menjelaskannya." Ucap mami kepada geano.


"Sayang laura sudah menjelaskan semuanya dan dia tidak seperti yang kau pikirkan. Dia tidak memiliki siapa-siapa lagi selain kita jadi biarkan saja dia tinggal disini ya." Jelas mami.


"Tergantung sikapnya terhadapku. Aku akan terus memantaunya." Ucap linetta yang menatap tajam laura.


"Terimakasih sudah mengijinkanku tinggal disini. Selain kalian aku tidak memiliki siapa-siapa lagi." Mata laura berkaca-kaca.


Linetta hanya menatapnya sembari memakan buah.


"Ayo kita makan malam dulu." Ujar quita yang berada di meja makan.


"Kalian makan saja aku lelah ingin istirahat saja." Ucap dingin linetta.


"Tapi aku memasak makanan kesukaanmu." Sahut quita.


"Makan saja." Jawab linetta hendak menaiki tangga. "Miko habis makan datanglah kekamarku." Sambung linetta lalu menaiki tangga.


Beberapa saat kemudian miko pergi ke kamar linetta. Linetta baru saja selesai mandi ia hanya memakai handuk dan duduk di tepi kasurnya.


"Mengapa kau mandi malam nanti bisa kena flu." Ucap miko membabtu mengerikan rambut linetta.


"Dimana barang-barangmu? Bukankah tadi pagi kau mengamambilnya?" Tanya linetta.


"Aku taruh dikamar sebelah." Jawab miko mengambil hairdryer agar rambut linetta cepat kering.

__ADS_1


"Mengapa tidak ditaruh disini?" Linetta bertanya dengan nada marah.


"Aku di suruh tidur disana." Jawab miko.


"Ambil barangmu dan taruh dikamarku."


"Baiklah nanti ku ambil selesai mengeringkan rambutmu. Oke." Miko menari kepala linetta lalu mengecup keningnya. Linetta berbalik dan menatap miko. Lalu linetta tiba-tiba berdiri.


"Keluarlah ambil barangmu." Muka linetta memerah.


"Kenapa wajahmu memerah. Apakah kau deman?" Miko memeriksa nara dengan memegang pipi dan kening linetta.


"Ambillah barangmu. Cepat..." Linetta mendorong-dorong miko agar keluar. Mikopun keluar.


"Kenapa denganku? Mengapa panas sekali? padahal aku sudah mandi." Nara mengipas mukanya dengan tangannya.


Saat miko kembali ia sudah melihat linetta tertidur. Miko mendekati nara dan menatap linetta.


"Mengapa kau seperti ini? Apa kau baik-baik saja? Atau kau memendamnya sendiri." Gumam miko dalam hati karena melihat linetta yang bersikap dingin tetapi hatinya sedang terluka parah.


Linetta membuka matanya. "Miko menikahlah denganku." Ucap linetta tiba-tiba.


"Tidurlah..." Miko berbaring lalu memeluk linetta dan mengelus rambut linetta agar tetidur.


P****agi hari


Miko bangun lalu memeluk erat linetta dan mengecup keningnya dan bibir linetta beberapa kali.


"Biarkan beberapa menit seperti ini hmm.. Tidak usah pergi berkerja ya." Ucap linetta dengan matanya tertutup sebelah karena baru bangun.


"Baiklah kita tidur lagi."


"Hmm.. Jangan tidur tetap seperti ini." Linetta menutup matanya lalu tersenyum.


"Baiklah." Miko memeluk erat linetta lagi. Linetta membuka matanya lalu menatap miko dengan memegang wajah miki dan bibir miko.


Mikopun langsung mengecup kening,pipi dan bibir linetta. Linetta tersenyum riang.

__ADS_1


"Lagi." Pinta linetta. Mikopun mencium linetta lagi dan lagi. Sampai dengan bibir linetta miko berhenti di bibir linetta.


Linetta berhenti tersenyum dan membuka matanya mereka bertatapan lalu miko mulai mendekati linetta, linettapun mendekati miko. Saat hampir bibir mereka menyentuh tiba-tiba.


Kreekk.. "Kak kau sudah..." Geano membuka pintu tanpa mengetok. Ia teridiam dan langsung membalikkan badannya.


"Sorry.." Sambung geano. Linetta dan miko terkejut hingga keduanya kening mereka terhantup lumayan keras.


"Yakkkk... Geano apa aku tidak tau cara mengetok pintu." Ucap marah linetta sembari mengelus keningnya.


"Kukira kak miko tidak ada bersamamu. Sorry." Ucap geano lalu pergi.


"Yakkk..... GEANOO...!!!!" Linetta teriak.


"Akh.." Sambung linetta yang memegang kepalanya.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya miko.


"Kepalamu terbuat dari besikah? Akh.. Sakitnya."


"Hehehe.. Maafkan aku ya.. Fuuuhhhh.." Ucap miko sembari meniup kepala linetta.


"Kau pikir kepalaku sedang panas apa. Ishh kau ini." Cetus linetta menatap sinis miko.


"Hehehe... Baiklah.. Cups... Bagaimana sudah tak sakit." Miko mengecup kepala linetta yang terhantup tadi. Linetta mengangguk dan tersenyum malu.


Di ruang tamu


Semua orang sedang berkumpul.


"Miko dan cenzo tinggallah disini saja. Bukankah perusahaan kalian lebih dekat dari sini daripada apartemen kalian." Ucap mami.


"Apakah tidak apa-apa?" Tanya miko dengan muka polos.


"Hahaha... Hei... Apa yang kau takutkan? Mengapa kau polos sekali hah? Bukankah kita sudah tidur berdua?" Ucap spontan linetta dengan tertawa tetapi seluruh keluarganya hanya terdiam mendengar perkataannya.


"Linetta kau sudah pernah tidur dengan miko?" Tanya mami serius. Lalu linetta berhenti tertawa dan melihat suasana sangat sunyi.

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan votenya😊


__ADS_2