
"Kak.." Geano memegang tangan linetta. Linetta pun bangun dan duduk di bantu geano.
"Apa kakak tidak apa-apa?"
"Aku tidak apa-apa. Kau lihatkan aku baik-baik saja."
"Kakak bohong liat kaki kakak, semuanya di perban."
Kaki linetta di perban karena dia menginjak beberapa kaca saat di kamarnya. "Ohh.. tadi kakak tidak sengaja memecahkan gelas lalu terinjak."
"Mengapa kau pulang lebih awal, apa ada barang yang ketinggalan?"
"Kak... aku di telepon kak grizella, aku tau semuanya kak.. Hikss." Geano tak bisa menahan air matanya lagi.
"Kakak.. tidak apa-apa geano.." Linetta memeluk geano dan meneteskan air matanya juga.
"Geano kakak mau minta sesuatu, apakah bisa kau memenuhinya?"
"Apa pun itu yang membuat kakak bahagia."
Beberapa saat kemudian geano pun keluar dari kamar, semua orang masih menunggu linetta keluar.
"Apa dia baik-baik saja geano?" tanya grizella.
"Iya sudah lebih baik, katanya kalian istirahat saja besok pagi dia akan berbicara kepada kalian. Hmm dokter park kau disuruh masuk sama kakak." Jelas geano lalu naik ke atas menuju kamarnya.
Dari wajahnya dia sangat sedih, tidak tau apa yang mereka bicarakan tadi hingga membuat geano terlihat seperti tidak ada kehidupan dalam dirinya.
"Apa aku boleh masuk?" Dokter park hanya memunculkan kepalanya di pintu.
"Tentunya. Masuklah ada yang harus ku beritahukan."
"Kau ingin membicarakan apa?" Dokter park duduk di samping linetta.
"Alu sudah membuat keputusan, aku akan pindah ke italia."
"Apa!!"
"Aku tau, tapi jika masih disini aku tidak akan bisa melupakannya dan aku juga tidak bisa memaafkannya kali ini."
"Tapi kau harus mendengarkan penjelasan miko terlebih dahulu."
__ADS_1
"Kumohon jangan sebut namanya di depan ku lagi."
"Baiklah aku tidak menyebutkannya lagi, tapi dia punya bukti kalo dia tidak bersalah line. Aku memang mencintaimu dan harusnya aku sudah mengambil kesempatan ini untuk mendapatkan mu, tapi semua ini bukan kesalahannya."
"Apapun alasannya aku tidak akan memaafkannya."
"Tapi line.."
Linetta menatap dokter park dengan tatapan lesu.
"Baiklah. Lalu apa rencana mu setelah pindah? apa semuanya akan pindah ke italia?"
"Tidak, hanya diriku saja. Aku ingin menenangkan diriku terlebih dahulu."
"Baiklah dan beristirahatlah lebih awal kau terlihat sangat lelah.
Dokter park menyelimuti linetta dan mengelus rambut linetta lalu dia keluar.
"Biarkan aku melihatnya kumohon." Miko tersujud menangis saat dokter park keluar.
"Maaf mik aku tidak bisa melakukannya."
"Kumohon biarkan aku melihatnya, hanya sebentar ku mohon." Miko sangat memohon.
"Baiklah. Terimakasih."
Dokter park pun membuka pintu, miko melihat linetta sembari menangis. Linetta tertidur sangat lelap selimut terbuka sedikit melihatkan kaki linetta yang di perban semua.
Beberapa saat kemudian dokter park langsung menutup pintu, miko hanya bisa terduduk dan menangis dia tidak tau harus melakukan apapun badannya tidak berdaya sama sekali.
"Lebih baik kau istirahat dahulu dan kita akan membicarakannya besok." Ujar dokter park.
"Kau saja. Aku masih ingin disini."
"Baiklah." Dokter park menepuk pundak miko.
*
Linetta terbangun oleh matahari yang menyinari wajahnya. Dia langsung terduduk teringat hal tadi malam dia merasa seperti sedang bermimpi. Saat linetta melihat kakinya dia sadar kejadian tadi malam bukan mimpi tetapi kenyataan.
Dia hanya bisa menghela napasnya dan memegang kepalanya, dia merasa sangat pusing memikirkan hal apa yang harus dia lakukan.
__ADS_1
Linetta pun memberanikan dirinya untuk keluar dan menyelesaikan semua masalah tersebut. Saat dia keluar dia melibat miko tertidur di samping pintu kamarnya.
"Apa yang harus kulakukan sekarang." Gumam linetta menatap miko. Kemudian miko membuka matanya perlahan, linetta pun bergegas menuju ke dapur.
"Kau sudah bangun? mengapa kau berjalan kaki mu masih luka." Ucap dokter park.
"Tidak apa-apa aku hanya sesak di dalam kamar, lagi pula kaki ku sudah tidak sakit lagi."
"Biar ku lihat dulu."
"Kau memang merasa tidak sakit tapi lihatlah darahnya masih keluar, ayo kembali ke kamar mu." Dokter park langsung mengangkat linetta.
"Hei.. aku bisa berjalan sendiri."
"Menurut saja."
Dokter park membawa linetta ke kamar lagi. Di depan pintu miko masih disitu dan ia sudah bangun.
"Line.." panggil miko.
Linetta langsung menyilangkan tangannya di leher dokter park dan memalingkan wajahnya ke dada dokter.
"Line.. dengarkan aku dulu."
"Aku sangat lapar." Ucap linetta menatap dokter park.
Dokter park langsung masuk kamar dan merebahkan linetta di kasur lalu dia langsung keluar lagi.
"Miko sebaiknya kau membersihkan dirimu terlebih dahulu dan memikirkan cara bagaimana kau memberitahukannya."
Miko pun menuruti kata-kata dokter park,miko berjalan dengan sangat lesu hidupnya sangat kacau.
*
*
*
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA.. MAMPIR JUGA DI KARYA SWEET GRILS YAA..
*
__ADS_1
*
*