
Pagi pun tiba. Matahari menyinari wajah linetta yang sedang tidur pulas.
"Argggg... Kepalaku sakit sekali." ucap linetta. Lalu miko memeluk linetta.
"Kau sudah bangun." tanya miko.
"Ssstttt iyaa. Kenapa kepalaku sakit sekali?" tanya balik linetta.
"Kau tak ingat tadi malam." ucap miko yang menempel di tangan linetta.
"Sstthhh.." linetta mengingat-ingat lalu ia melihat kebawah lantai ada pakaiannya, kemudian dia melihat ke dalam selimutnya ternyata ia tidak menggunakan baju.
Linetta sangat terkejut lalu ia mengingat beberapa hal tadi malam, seperti ia mabuk,mengecup miko, lalu kekamar, kemudian melepaskan baju dan terjadilah.
Linetta langsung masuk kekamar mandi dan berteriak sebentar lalu mandi. Miko yang mendengarkan itu terkejut dan heran.
Saat linetta selesai mandi dan miko menunggu di depan pintu kamar mandi hanya menggunakan handuk saja. Muka linetta menjadi merah dan sangat gugup.
Linetta pun turun untik sarapan tak lama kemudian mikopun menyusul.
Di meja makan
"Nanti aku akan pulang,aku mau mengenalkan cenzo dengan papi. Kau mau ikut pulang?" tanya quita sembari menuangkan sup pereda mabuk ke mangkuk linetta.
"Deluan saja nanti aku menyusul. Jika papi dan mami menanyakan aku katakan saja aku sedang ada urusan sebentar." jawab linetta.
"Baiklah."
"Kau mau ikut denganku pulang kerumah?" tanya linetta tanpa menatap miko.
"Bisa saja. Aku akan ke kantor sebentar jika kau sudah siap nanti ku jemput." jawab miko.
"Hmm.. Baiklah."
Merekapun selesai makan. Quita dan cenzo langsung bersiap-siap,sedangkan miko langsung berangkat ke kantor begitu juga linetta pergi entah kemana.
Di rumah Cosa.
"Ahhhh.. Quita ku sayang sudah sampai." ucap cebry lalu memeluk quita.
"Silahkan masuk anggap saja rumah sendiri ya." ucap tersenyum nyonya Cosa.
__ADS_1
"I.. i... yaa.." jawab gugup cenzo karna melihat semua penjaga rumah Cosa memagang pistol dan berbadan kekar.
Merekapun masuk dan berbincang sembari tertawa riang,menceritakan masa kecil quita dan linetta lalu memperlihatkan beberapa koleksi keluarga cosa.
📞: "Kau sudah selesai kerja." linetta menelpon miko.
📞: "Sebentar lagi selesai. Kau mau ku jemput dimana?"
📞: "Aku menunggumu di jalan XXX.
📞 : "Baiklah."
Setelah 20 menit mikopun datang.
"Darimana kau?" tanya miko sembari membukakan pintu mobil.
"Tidak ada aku hanya membeli beberapa hadia buat mami dan papi."
"Kau tak memberikan ku hadiah?"
"Kau ingin hadiah?"
"Hadia apa yang kau inginkan? Nanti pulang dari rumahku akan ku belikan."
"Aku inginkan sekarang." miko menunjuk pipinya.
"Hahaha apa-apaan kau ini menyetir lah dengan baik." linetta tersipu malu.
"Ayolah isilah daya ku ini."
"Hahahaha... Cups." linetta mencium pipi miko. Lalu linetta mengingat hal tadi malam ia menjadi diam setika.
Beberapa saat kemudian merekapun sampai di rumah keluarga Cosa.
"Lagi-lagi sepi. Sudah ku katak...." linetta terdiam melihat semua orang sudah berdarah dan berdarah.
Muka linetta menjadi sangat tajam dan serius malihat hal tersebut. Lalu ia segera mengeluarkan pistolnya.
"Pegang ini. Kau tau cara menembakkan? Dan tetap lah di belakangku." linetta memberika pistol dari salah satu penjaga rumahnya yang sudah mati lalu memasuki rumahnya.
"Surprise..." ucap seorang wanita yang tak lain adalah laura.
__ADS_1
"APA YANG SEDANG KAU LAKUKAN!!" bentak linetta.
"Uhh.. JANGAN MEBENTAKKU!!" ucap tajam laura.
"Dimana keluargaku? Kau apakan dia laura?"
"Bawa mereka keluar. Haha ini akan menjadi pertunjukan yang sangat.. menyenangkan." ucap tertawa laura yang sangat menakutkan.
Anggota laurapun membawa keluarga linetta dengan kondisi mata di tutup dan tangan di ikat lalu pistol di kepala mereka.
"Linetta kumohon jangan membunuh orang lagi." ucap quita yang sangat khwatir.
"Sayang dia sepupumu satu-satunya jangan menyakiti dia okey." ucap papinya.
"DIAMM!! Jika kalian berbicara lagi akan ku tembak kalian.
"Apa yang kau inginkan laura? Urusanmu dengan ku lepaskan mereka dan kita selesaikan berdua."
"Apa kau bilang? Denganmu? Apa kau tak ingat semua keluargamu membunuh keluargaku padahal kita kerluarga dan kau ingin menyelesaikan ini denganmu saja."
"Aku bisa menjelaskan semua itu laura. Kau selema ini salah paham dengan kami. Apa yang kau lihat itu bukan kenyataannya."
"Apa yang ingin kau jelaskan? Bukan kh semuanya sudah jelas. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri." Laura mulai menjatuhkan air matanya.
"Jika aku mulai menembak segeralah menunduk." bisik linetta kepada miko.
"Laura sudah ku katakan jangan menyentuh keluargaku kan. Mengapa kau tak mendengarkan ku." linetta mulai mendekati laura.
"Selangkah lagi kau maju akan ku tembak satu persatu keluargamu." ancaman laura.
"YAKKK.. LAURA!!" linetta mulai kesal.
"Apa hah? Kau juga harus merasakan apa yang kurasakan selama ini."
"Laura sayang kau salah paham dengan kami. Kami tak pernah memulai semua itu jika saja ayahmu tidak menghianati kami."
"Kubilang DIAMM...!!! Dorr.." Laura sangat marah membuat tangan seketika menembak cebry pas di dada kanannya.
"PAPI... TIDAKKK......" Linetta seketika terduduk dan menggis melihat hal tersebut. Mami dan quita pun ikut menangis.
Jangan lupa like,komen dan votenya ya😊
__ADS_1