
Pagi pun tiba, grizella tertidur di atas dada daniel. Baju handuk dan baju yang di bawakan daniel terhambur di lantai.
Kringg.... kring...Suara telepon. Pukul menunjukan jam 6 pagi.
"Angkat telepon mu." Ucap grizella menepuk dada daniel.
"Hhhmm.. Oouuaahh..." Daniel menguap.
"Siapa yang menelpon pagi-pagi begini..?" Ucap daniel.
Daniel pun mengangkat teleponnya. Grizella hendak bangun tapi di taham oleh daniel lalu grizella menatap daniel, daniel pun mengecup kening grizella.
Grizella merasa malu lalu menarik selimut menutupi mukanya dan ia baru sadar ia tidak mengenakan sehelai benang di badannya. Itu membuatnya tambah malu. Daniel pun selesai dengan teleponnya.
"Tidurlah lagi. Ini masih sangat pagi untuk bangun." Ucap daniel memeluk grizella.
"Daniel.." Suara kecil grizella memanggil daniel.
"Kenapa?" Tanya daniel.
"Kau terlalu menempel padaku. Aku sangat malu." Ucap grizella.
"Bukan kah tadi malam kita melihat semuanya? Apa yang membuatmu malu? Tidurlah lagi.." Ucap daniel.
Cuuppss.. Daniel mengecup leher dan pipi grizella.
"Yaaa.. Begitulah ceritanya." Daniel sudah menyelesaikan ceritanya.
"Jadi.. Itu bisa dibilang cinta semalam lalu hanya dengan itu kalian bersama-sama..?" Tanya linetta yang masih bingung.
"Tidakk.. Ini yang membuat kami bersama." Ucap grizella yang baru datang dan memperlihatkan perutnya yang sedang hamil.
"Wow.. Tak ku sangka kau hebat juga daniel. Jadi.. Apa karena kau hamil saja makanya kalian bersama atau hhmm..." Linetta mulai menggoda mereka.
"Tidak kami sekarang saling mencintai. Yaa kann..?" Ucap daniel.
"Iya betul. Kami saling mencintai. Tapi cintaku lebih besar kepada miko. Kau harus masih berhati-hati linetta." Ucap grizella bercanda tetapi menatap laura yang baru saja datang membawakan minuman dan buah-buahan.
"Hehe.. Tak lama lagi linetta akan menjadi tante." Ucap laura.
__ADS_1
"Hhmm.. Jelasnya dan namanya harus dariku. Oohh.. Iya soal miko dia tidak bisa dimiliki oleh orang lain selain diriku hehe.." Ucap linetta dengan bahagia.
Spontan laura langsung menatap linetta dengan tatapan datar. Grizella pun menatap laura, grizella menyadari apa yang sedang terjadi.
"Linetta bisa kah kita berbicara berdua saja." Ucap grizella.
"Ohh.. tentunya." Ucap linetta.
Mereka pun naik lalu ke kamar linetta.
"Apa yang ingin kau bicarakan sampai hanya kita berdua saja? Apakah sangat penting?" Ucap linetta.
"Apa kau tidak menyadari sesuatu yang aneh dengan laura?" Ucap grizella.
"Tidak ada. Memangnya dia mengapa?" Ucap santai linetta.
"Kau harus menjaga miko dengan baik neta. Laura menyukainya apa kau tak lihat? Jangan lalai dengannya." Ucap grizella.
"Laura? Menyukai miko? Tidak mungkin. Itu hanya perasaanmu saja." Ucap linetta.
"Itu bukan perasaanku coba sesekali kau memperhatikan dirinya saat dia dengan miko. Saat aku melihat kau baru pulang dengannya dia tidak memperhatikan orang lain dia hanya menatap miko. Lalu saat cenzo dan quita datang aku menyuruh dia memanggil miko hanya memanggilnya tetapi ia menunggu miko di depan pintu sampai miko keluar." Jelas grizella dengan nada sedikit tinggi.
Tok.. Tookk.. Tokk... Laura mengetok pintu linetta.
"Aku membawakan buah-buahan untuk kalian. Mami menyuruh ku." Ucap laura.
"Terimakasih." Ucap linetta. Laura tersenyum lalu pergi.
"Laura.." Panggil linetta. Laura terhenti lalu membalikan badannya.
"Lain kali sebelum ku suruh masuk jangan masuk kamarku. Aku tak suka orang memasuki kamarku tanpa ijin." Ucap tegas linetta.
"Baiklah." Ucap laura dengan senyuman manis.
Laura pun keluar dan mengubah wajahnya dengan datar. Sesampainya ia di tangga ia berhenti.
"Grizella kau menghasut linetta. Dia bisa merusak segala rencana ku." Ucap laura yang sangat kesal.
Ternyata laura menyadari tatapan grizella yang mencurigainya saat ia mengantarkan buah-buahan tadi ia mendengar sedikit pembicaraan grizella.
__ADS_1
"Ku sarankan kau harus lebih berhati-hati. Walaupun miko tidak akan melihat wanita lain tapi kita tidak tau apa yang ada di pikiran laura untuk membuat mu terpisah dari miko." Peringatan dari grizella.
"Baiklah. Terimakasih kau audah memberi tau ku. Jika kau tak memberitahukan ku tak akan kusadari." Ucap linetta.
"Hhmm iyaa.." Sahut grizella.
Mereka pun selesai berbicara dan turun kembali ke bawah. Miko dan cenzo pun sudah selesai dengan pembicaraan mereka. Saat linetta dan grizella turun mereka melihat laura hendak menghampiri miko yang baru saja keluar dari ruangan kerja linetta.
Grizella dan linetta pun bertatapan dan grizella memanggil miko dan langsung membuat langkah laura terhenti. Grizella turun dengan sangat cepat lalu memeluk miko. Itu membuat laura terkejut.
"Heii.. Kau tak merindukan ku? Sebentar lagi kau akan menjadi paman." Ucap grizella dengan mengangkat alisnya dan menunjukkan perutnya.
"Heii.. Heii..Lepaskan dan jangan berjalan begitu cepat kau akan terjatuh." Ucap daniel cemburu lalu melepaskan pelukan grizella kepada miko.
Linetta pun datang dan menggenggam tangan miko dengan sangat erat.
"Yaakk.. Daniel miko tak akan mengambil grizella darimu ia sudah memiliki ku yang sangat ia cintai." Ucap linetta yang membucin di depan-depan laura.
"Uuhhhuuu..." Ucap serempak cenzo,quita,grizella dan daniel.
"Tentunya hanya ia yang kucintai." Ucap miko mengecup tangan lalu kening linetta.
"Uueekkk..." Ucap serentak mereka lagi.
Mereka pun semua tertawa hanya laura saja yang memasang wajah datar. Dari kejauhan geano melihat kejadian tersebut.
"Apa yang kalian tertawakan tanpa ku." Ucap geano dari kejauhan.
"Hai.. Geano.." Ucap grizella.
"Ada apa ini. Kalian sangat bahagia tanpa ku. Aku akan marah kepada kalian." Ucap geano berjalan ke arah laura.
"Kau akan menjadi paman muda geano." Ucap grizella.
"Wahhh.. Itu berita yang sangat bahagia ayo kita rayakan." Ucap geano terkejut dan bahagia.
"Anak-anak ayo makan dulu." Ucap mami dari dapur.
Mereka semua pun menuju dapur. Geano memegang tangan laura untuk membawanya kedapur.
__ADS_1