
Biim!! Bim!! Suara klakson mobil. Braakk... Terjadi kecelakaan sesama mobil.
Wee.. Woo.. Wee.. Woo.. Ambulance melaju ke rumah sakit.
Craang.. Linetta tak sengaja menyenggol gelas di meja.
"Yuki!!" Linetta terkejut.
"Ketua. Nona Yuki.."
"Ada apa dengannya?"
"Nona mengalami kecelakaan ketua."
Saat mendengarkan perkataan tersebut pikiran Linetta menghilang dan lututnya melemah.
Bruuk... Linetta pingsan.
Beberapa jam kemudian, Linetta berlari menuju ruangan operasi, saat dia sampai disana dia menangis sampai terduduk.
"Ketua." Sekertaris Jang menahan Linetta.
"Mah.," panggil seorang gadis yang penuh dengan darah di bajunya mendekati Linetta.
"Yuki!! Hikss.." Linetta memeluk gadis tersebut.
Gadis tersebut adalah Yuki Park Cosa. Dia adalah anak tunggal Linetta dan Dokter Park.
"Apa kau baik-baik saja? Apa kau terluka Sayang?" Linetta memeriksa sekujur tubuh Yuki.
"Aku baik-baik saja mah, tapi.. Hikss.. Reno mah.. Reno.."
Belum selesai Yuki berbicara dia langsung pingsan.
Plakk!!.. Dokter Park menampar Sekertaris Jang.
"Mengapa kau membawa mereka kesini?"
"Maaf Tuan, tapi Ketua memaksa saya."
"Apa kalian berdua bisa diam? Jika kau belum masuk keruang operasi, periksa lah dulu anak kita hiks.." Linetta sudah tak tahan menahan sakitnya sampai-sampai dia pingsan lagi.
Dokter Park pun memangil suster untuk membersihkan luka Yuki dan memberikan infus untuk Yuki dan Linetta, setelah menyuruh suster Dokter Park pun segera menuju ruangan operasi.
4 Tahun yang lalu. Reno datang ke rumah Yuki untuk menambah ilmu kedokterannya. Reno adalah junior Dokter Park yang dia tinggalkan di rumah Linetta saat mereka pergi ke italia (di season 1).
"Bagaimana kabar mami dan Geano disana?" tanya Linetta.
"Baik-baik saja Ketua Linetta," jawab Reno.
"Berapa usia mu sekarang?"
"20 ketua."
"Kau bisa memanggil ku mamah," ucap Linetta sembari tersenyum.
"Mahh.. Mama..." Yuki berlari menuruni tangga.
"Yuki..Pela.."
Bruuk!! Belum selesai Linetta berbicara Yuki tersandung meja dan terjadi di depan Reno. Seketika Linetta megang kepalanya melihat kelakuan anaknya yang terlalu aktif.
"Yuki lutut mu saja belum sembuh dan sekarang kening mu lagi yang terluka, haruskah rumah kita diganti dengan spons agar kau tidak terluka saat jatuh."
"Hehe.. Maaf mah." Yuki dibantu berdiri oleh Reno.
"Mengapa memanggil m.."
__ADS_1
"Kau siapa?" Yuki memutuskan pembicaraan Linetta lagi.
"Ohh.. Dia.."
"Ssttt..." Yuki menutup mulut Linetta.
"Ohh.. Kau selingkuhannya yaa.. Beraninya kau datang kesini kau mau mencari mati? Apa kau tidak tau kalo kami mafia hah!!" Yuki melipat lengan bajunya sedikit ke atas.
"Hp? Mana hp ku?"
"Di kantong belakang mu sayang," sahut Linetta.
"Oke terimakasih mam."
π : Halo.
π: Halo pah.. Mama disini selingkuh. Jika papa tidak cepat pulang mama akan di bawa pergi."
Tut.. Tut.. Tut..
"Tidak lama lagi papa ku akan datang dan kau akan disuntiknya mati. Apa kau.. Ehh tunggu. Sini-sini duduk disini." Reno pun menuruti kata-kata Yuki.
"Mamah tinggal yaa, kalian mengobrol saja dulu mama akan menyiapkan makan malam untuk kita."
"Mahh.. Jangan lupa makanan kesukaanku hehe.." Yuki tersenyum.
"Baiklah Tuan Putri tercinta." Linetta mengecup kening Yuki.
"Tadi aku bicara sampai mana?"
"Sini duduk disini."
"Bukan itu sebelumnya."
"Apa kau?"
"Mana ku tau, kau yang berbicara sampai situ saja lalu menyuruhku duduk."
"Kau kau. Panggil aku Yuki oke. Hehe.."
"Baiklah."
"Ahh.. Aku ingat. Apa kau tau, papah ku seorang dokter yang sangat hebat, tidak ada dokter yang sehebat papah ku."
"Apa kau tau mamah ku juga sangat mencintainya, jadi tidak ada peluang untuk mu hehe.."
Yuki menjelaskan kepada Reno dengan keceriaan dan senyum yang sangat lepas. Reno sampai ikut tersenyum melihat Yuki saat berbicara.
"Hoi... Apa kau mendengarkan ku?" Yuki berada di depan wajah Reno sembari memegang wajah Reno yang sedang menatapnya.
"Ee.. Ee.. Iya aku mendengarkannya."
"Baguslah jika kau mendengarkannya." Yuki menggelengkan kepala Reno ke kanan dan ke kiri sembari tersenyum.
Tiba-tiba Reno memegang kedua tangan Yuki, membuat Yuki berhenti lalu menatap Reno dengan wajah kebingungan. Mereka bertatapan untuk waktu beberapa saat.
"Yuki.." Panggil Dokter Park.
Yuki melirik. "Papa.." Yuki berlari menghampiri papanya dan memeluknya.
"Ukh.." Yuki terlalu bersemangat memeluk Dokter park.
"Coba papa liat kening Yuki, kata mama kening Yuki terluka jadi papa membawakan Yuki makanan kesukaan Yuki."
"Hehehe.. Ohh iya pah.. Itu dia selingkuhan mama." Menunjuk Reno.
"Reno!!" ucap Dokter Park.
__ADS_1
"Papa mengenalnya? Ohh atau papah yang berselingkuh dengannya?" Yuki mengerutkan alisnya.
"Heii.. Apa yang kau bicarakan dengan papa Yuki!!"
"Hehe.. Belajar dari mana anak papa ini tentang selingkuh-selingkuh."
"Dari... Ma.. Mah.. Hehe.."
"Yuki!! Kemari biarkan papa mu beristirahat terlebih dahulu."
"Reno minum airnya."
"Terima kasih ket.. Eh.. Mama Linetta."
"Apa kalian tidak memberitahukan ku apa semua ini." Yuki mulai meraju.
"Baiklah papa akan mengenalkannya ini Reno, dia adalah murid papa jadi panggil dia Dokter Reno oke."
"Ren. Bagaimana kau bisa disini? Bagaimana dengan disana? Jika kau kesini siapa yang menjaga disana? Sudah ku katakan kau harus tetap disana," tanya tanpa henti Dokter Park.
"Kau terlalu banyak bertanya bagaimana dia bisa menjawab," sahut Linetta.
"Aku hanya ingin menyampaikan pesan Mami Besar (Nenek Yuki) kalau.."
"Tunggu." Linetta memberhentikan omongan Reno.
"Yuki dengarkan mamah. Sekarang naik keatas mandi lalu siap-siap untuk makan malam. Mama dan papa ada urusan dulu dengan Dokter Reno."
"Baiklah mah." Yuki pun segera naik ke kamarnya.
"Yuki tidak mengetahui apa-apa, ku harap kau bisa merahasiakan dari dirinya," ucap Linetta.
"Tentunya mah," sahut Reno.
"Lalu apa yang mami suruh kepada mu?" tanya Linetta.
"Kata Mami Besar 'Jika Linetta sudah baikan, pulanglah dan berbaikan dengan Laura. Kalian sudah sama-sama memilik anak dan kondisi mami sudah tak sekuat dahulu. Siapa yang akan mengurus Geano kalau bukan kau Linetta.' Mami mengatakan seperti itu," jelas Reno.
"Lalu apa lagi?"
"Tuan Geano akan segera menikah dia ingin Mamah Linetta ada disana sebagai ganti Tuan besar Cosa, Lalu saya akan tinggal disini untuk menemani Mama Linetta dan juga Nona Yuki."
"Untuk apa kau menemani mereka? Bukanya sudah ada aku dan pengawal, apakah kurang?" tanya Dokter Park.
"Aku juga tidak tau kak. Aku hanya mengikuti perintah Mami Besar."
"Lalu siapa yang ada disana?" Linetta cukup khawatir tidak ada dokter pribadi di rumah maminya karena kondisi mami cukup serius.
"Saat Mama Linetta dan kakak pergi kesini, 10 tahun kemudian Geano menemukan dokter yang sangar berbakat dan itu adalah tunangannya sekarang."
"Apa dia bisa di percaya?"
"Tentunya Mah. Dia sudah menandatangani surat perjanjian."
"Baiklah... Lalu bagaimana keadaan ee.. Eee.. Dia." Linetta cukup enggan menyebutkan nama miko.
"Tuan Mik.."
"Mah.... Yuki sudah selesai." Suara Yuki membuat Reno berhenti berbicara.
*
*
JANGAN LUPA, LIKE DAN KOMENNYA π MAMPIR JUGA KE KARYA SWEET GRIL YAAπ
*
__ADS_1
*