My Lady Is The Mafia 1&2

My Lady Is The Mafia 1&2
36


__ADS_3

Laura dan linetta pun keluar dari ruangan dan memperkenalkan diri mereka.


"Baiklah. Hufff... Semuanya saya ketua baru disini kalian bisa memanggil saya linetta. Semoga kita rukun dan semangat." Ucap linetta yang sangat gugup.


"Baiklah. Nama saya laura saya sekretaris pribadi ketua linetta. Semoga kita semua berhubungan baik." Ucap laura yang singkat dan jelas.


"Apa yang ku bilang tadi tidak masuk akal. Aku sangat malu." Bisik linetta.


"Tenanglah kau ketua tidak ada yang berani menegur mu." sahut laura.


"Baiklah. Semangat dan hati-hati nanti." Ucap linetta tersenyum manis. Membuat semua karyawan meleleh dengan senyum manisnya.


Linetta dan laura pun meninggalkan ruangan tersebut dan langsung pulan.


"Aakkhh... Apa kau liat senyumnya? Rasanya kolestrol ku naik akkhh..." Ucap karyawan B.


"Cukuplah.. Kau akan gila jika begitu terus cepat selesaikan perkerjaan mu lalu kita pulang." Ucap karyawan D.


Beberapa saat kemudian linetta pun kembali kerumahnya. Ia melihat sebuah mobil yang tidak asing. Saat ia masuk kerumah sangat banyak penjaga yang bukan penjaganya dan diluar rumahnya sangat sepi tidak ada penjaga. Ia langsung mengeluarkan pistolnya lalu berlari dengan cepat.


"MAMI... MIKO...." Teriak linetta


Saat sampai di ruang tamu semua orang melihat linetta. Ternyata grizella dan daniel yang datang ke rumah linetta.


"Hei.. Kau kenapa linetta?" Ucap grizella.


"Apakah kami ancaman bagimu? Sampai engkau mengeluarkan pistol seperti itu." Lanjut grizella.


Linetta menurunkan pistolnya lalu memegang kepalanya.


"Maafkan aku. Aku sangat lelah biarkan aku istirahat beberapa saat." Ucap lemas linetta lalu menuju kamarnya.


"Hai.. Laura Zetas." Ucap daniel.


Laura menundukkan kepalanya. Ia masih merasa bersalah dengan kejadian itu.


"Daniel kau ini." Ucap mami menepuk bahu daniel.


"Laura kemari duduk sebelah mami. Miko bawakan minuman buat linetta. Ia sangat kelelahan." Lanjut mami.


"Baiklah mami." Sahut miko.


"OhhHoo.. Sekarang kau tinggal disini miko?" Tanya daniel.

__ADS_1


Miko hanya menatap daniel dengan tatapan tajam. Lalu ia segera naik ke atas mengantarkan minum linetta.


Tok.. Tok.. Tokk... Miko mengetuk pintu.


"Boleh aku masuk?" Tanya miko.


"Pertanyaan macam apa itu mik." Linetta menyahut.


"Wkwk... Siapa tau kau tidak mengijinkan aku masuk." Ucap miko.


"Nah.. Minum dulu. Biar badanmu enakan." Lanjut miko.


"Mengapa grizella dan daniel datang ke rumah bersamaan?." Tanya linetta.


"Ohh itu.. Ceritanya panjang, jadi kau harus istirahat dulu. Hmm sini berbah disini." Ucap miko menarik linetta berbah di badannya.


"Aku tidak suka datang ke perusahaan. Itu sangat melelahkan." Linetta merengek.


"Sabar lah.. Semuanya akan kembali normal seperti semula, bersabarlah sedikit lagi. Oke?" Miko menenangkan linetta dengan mengelus kepala linetta.


"Biarkan aku seperti ini beberapa saat oke." Ucap linetta melihat miko dengan wajah imut memelas.


"Hmm baiklah. Kapan aku menolak mu. Muahh.." Miko mengecup kening linetta.


Lalu linetta memeluk miko sembari tersenyum. Miko mengecup bagian leher linetta dan pipi linetta. Mereka bertatapan lagi dan mereka berciuman. Semakin lama ciuman mereka semakin panas.


Miko membuka beberapa kancing bajunya dan linetta juga membuka bajunya sembari berciuman.


Tok.. Tok.. Tokk.. Seseorang mengetok pintu tapi mereka berdua tak menghiraukannya.


"Miko.. Apa kau di dalam cenzo dan quita mencari mu." Ucap laura.


"Katanya soal perusahaan sangat penting." Lanjutnya.


Linetta mendorong tubuh miko.


"Sudah.. Turunlah.. Mungkin sangat penting. Aku juga mau mandi." Ucap linetta sembari tersenyum.


"Jika itu tidak penting akan ku bunuh kau cenzo." Ucap miko kesal.


"Uhhhh.. Sekarang kau berani membunuh orang?" Ejekan linetta.


"Jelasnya.. Kau yang mengajarkan ku." Ucap miko sembari menggelitiki linetta.

__ADS_1


"Hahah.. Geli.. Hahahah..Oke oke sudah cukup. Turunlah sekarang." Ucap linetta.


"Baiklah. Aku akan turun." Ucap miko lalu pergi keluar.


Saat miko membuka pintu laura masih ada di depan kamar mereka.


"Ohh.. Laura kau masih ada disini. Ayo kita turun." Ucap miko sembari tersenyum.


Senyuman miko itu membuat jantung laura berdetak dengan cepat. Laura pun tersipu malu,ia menunduk dan mengikuti langkah miko sembari tersenyum-senyum.


Sampainya di bawah. Tiba-tiba miko berhenti dan membuat laura menabrak badan miko.


"Akhh.. Maaf.." Ucap laura terkejut.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya miko.


"Eeee.. Yaa aku tidak apa-apa." Ucap laura tertunduk.


"Bagus lah. Maaf dimana cenzo dan quita?" Tanya miko lagi.


"Ohh mereka ada di ruang kerja linetta." Jelas laura.


"Ohh baiklah." Ucap miko. Miko pun pergi menghampiri cenzo dan quita.


Laura pun menuju dapur membantu mami memasak. Dan dari arah lain grizella menatap laura dari ia turun tangga tadi.


"Sepertinya ada sesuatu yang akan terjadi..!" Ucap grizella.


"Kau bilang apa? Kau membutuhkan sesuatu?" Tanya daniel.


"Ahh.. Tidak ada.. Aku hanya haus saja biar aku mengambil sendiri. Aku juga mau lihat mami memasak."Jawab grizella.


"Hati-hati...!!" Teriak daniel. Seakan-akan grizella sangat jauh padahal ia baru saja berdiri.


"Apa kau sudah gila.. Membuatku malu saja.." Ucap grizella menendang kaki daniel.


"Ohhh... Tidak ada orang disini. Wkwk.." Daniel menggoda grizella.


"Ohhh.. Hooo... Tidak ada orang disini kami hanyalah hiasan rumah ini saja." Ucap linetta yang baru saja sampai.


Grizella dan daniel pun sedikit terkejut sembari melihat ke arah linetta.


"Sialan..!! Kau membuatku terkejut dan malu." Ucap grizella lalu pergi tergesa-gesa ke dapur.

__ADS_1


"Heii.. Kau.. Apa kau tidak ingin menjelaskan apa yg terjadi?" Ucap linetta menggoda daniel.


__ADS_2